Terwujudnya Masyarakat Kabupaten Tangerang yang Sejahtera dan Berdaya Saing
05 Aug 2026 56 pembaca ADMIN Dinkes

Perkuat Keselamatan Pasien, Dinas Kesehatan Gelar Workshop Manajemen Risiko untuk Seluruh Puskesmas

Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang melalui Tim Kerja Mutu dan Akreditasi Fasilitas Kesehatan (MAFK) menyelenggarakan Workshop Manajemen Risiko pada Senin–Selasa, 3–4 Agustus 2026, di Le Semar Hotel Karawaci. Kegiatan ini diikuti oleh Koordinator Mutu dan Koordinator Manajemen Risiko dari seluruh Puskesmas se-Kabupaten Tangerang sebagai upaya memperkuat kapasitas sumber daya manusia dalam mengelola risiko serta meningkatkan mutu pelayanan kesehatan.

 

Workshop ini merupakan salah satu strategi pembinaan berkelanjutan Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang untuk membangun sistem pelayanan kesehatan yang mampu mengidentifikasi, menganalisis, mengendalikan, dan memitigasi berbagai potensi risiko yang dapat memengaruhi mutu pelayanan maupun keselamatan pasien. Penguatan kompetensi petugas dalam manajemen risiko diharapkan mampu mendorong terciptanya budaya mutu yang berkesinambungan di setiap puskesmas.

 

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang, dr. Hendra Tarmizi, MARS, yang membuka kegiatan tersebut, menegaskan bahwa manajemen risiko harus menjadi bagian dari budaya kerja seluruh fasilitas pelayanan kesehatan, bukan sekadar pemenuhan persyaratan akreditasi. Menurutnya, setiap risiko yang muncul dalam proses pelayanan harus diidentifikasi sejak dini, dianalisis secara sistematis, dan ditindaklanjuti melalui langkah-langkah mitigasi yang tepat agar tidak berkembang menjadi insiden yang berdampak terhadap keselamatan pasien maupun kualitas pelayanan.

 

Beliau juga menyampaikan bahwa peningkatan mutu pelayanan kesehatan hanya dapat terwujud apabila seluruh unsur di puskesmas memiliki komitmen yang sama dalam menerapkan budaya keselamatan pasien, melakukan perbaikan berkelanjutan, serta menjadikan manajemen risiko sebagai bagian dari pengambilan keputusan dan proses pelayanan sehari-hari. Oleh karena itu, peran Tim Pembina Puskesmas, Tim Mutu, dan Koordinator Manajemen Risiko menjadi sangat penting dalam melakukan pembinaan, pendampingan, monitoring, dan evaluasi terhadap implementasi manajemen risiko di setiap puskesmas.

 

Selama dua hari pelaksanaan, peserta memperoleh pembekalan mengenai kebijakan dan konsep dasar manajemen risiko di fasilitas pelayanan kesehatan, teknik identifikasi dan analisis risiko, penyusunan risk register, penerapan Failure Mode and Effects Analysis (FMEA), penentuan prioritas risiko, hingga penyusunan rencana mitigasi dan tindak lanjut. Materi disampaikan melalui paparan narasumber, diskusi kelompok, studi kasus, serta praktik penyusunan dokumen manajemen risiko agar peserta mampu mengimplementasikannya secara langsung di unit kerja masing-masing.

 

Melalui kegiatan ini, Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang berharap seluruh Koordinator Mutu dan Koordinator Manajemen Risiko memiliki pemahaman dan kompetensi yang semakin kuat dalam menerapkan manajemen risiko secara efektif, sehingga mampu membangun budaya mutu dan keselamatan pasien yang berkelanjutan. Dengan pengelolaan risiko yang sistematis dan terintegrasi, puskesmas diharapkan dapat memberikan pelayanan kesehatan yang semakin aman, bermutu, efektif, efisien, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

 

(Dinkes Kab.Tangerang/ppm/fq)

Nomor : PR/071-DINKES/VIII/2026






Selamat Datang di Web Terpadu Kabupaten Tangerang!

Kami menggunakan cookies untuk meningkatkan pengalaman Anda saat menjelajahi situs ini. Cookies membantu kami memahami preferensi Anda dan memungkinkan kami untuk memberikan konten yang lebih relevan dan pengalaman yang lebih personal. Dengan melanjutkan penggunaan situs ini, Anda menyetujui penggunaan cookies kami. Jika Anda memiliki pertanyaan atau kekhawatiran mengenai penggunaan cookies, jangan ragu untuk menghubungi kami.