Terwujudnya Masyarakat Kabupaten Tangerang yang Sejahtera dan Berdaya Saing
08 Jul 2025 1,391 pembaca ADMIN Dinkes

Artikel Kesehatan : Evaluasi Program PPIA untuk Eliminasi Penularan HIV dan IMS dari Ibu ke Anak di Kabupaten Tangerang

Pendahuluan

HIV dan Infeksi Menular Seksual (IMS) masih menjadi tantangan besar dalam sistem kesehatan masyarakat global dan nasional. Menurut data UNAIDS (2023), lebih dari 39 juta orang hidup dengan HIV di seluruh dunia, dengan sekitar 1,3 juta perempuan positif HIV melahirkan setiap tahunnya. Tanpa intervensi, risiko penularan HIV dari ibu ke anak dapat mencapai 15–45%, baik selama kehamilan, persalinan, maupun menyusui (World Health Organization, 2022).

Di Indonesia, berdasarkan laporan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (2023), jumlah kumulatif kasus HIV hingga akhir 2022 diperkirakan mencapai 526.841, dengan cakupan pengobatan antiretroviral (ARV) yang masih rendah. Tantangan yang signifikan termasuk stigma sosial terhadap ODHA (Orang dengan HIV/AIDS), keterbatasan akses layanan, dan kurangnya edukasi publik. Studi oleh Lazuardi, Widjanarko, dan Setyawan (2021) menunjukkan bahwa pelibatan masyarakat dan penguatan layanan komunitas dapat meningkatkan kesadaran serta keterlibatan kelompok rentan, terutama perempuan dan anak.

Kabupaten Tangerang merupakan wilayah dengan populasi besar di Provinsi Banten, dengan jumlah penduduk mencapai 3.352.472 jiwa (BPS Kabupaten Tangerang, 2023). Daerah ini terdiri dari 29 kecamatan dan memiliki kawasan industri padat, urbanisasi tinggi, serta mobilitas penduduk yang cepat, yang menjadi faktor risiko penyebaran HIV dan IMS. Berdasarkan pemetaan epidemiologis, sebagian besar kasus baru HIV di Kabupaten Tangerang berasal dari transmisi heteroseksual dan vertikal.

Dalam rangka mengatasi tantangan tersebut, Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang mengimplementasikan program Pencegahan Penularan dari Ibu ke Anak (PPIA) yang merupakan bagian dari kebijakan nasional PMK No. 23 Tahun 2022 dan Peraturan Daerah Kabupaten Tangerang No. 15 Tahun 2016 tentang Penanggulangan HIV dan AIDS. Program ini mengintegrasikan layanan HIV, IMS, dan Hepatitis B ke dalam pelayanan kesehatan ibu dan anak (KIA), keluarga berencana (KB), serta remaja. Studi oleh Mahy, Penazzato, Ciaranello, dan Rowley (2023) menegaskan bahwa pendekatan terintegrasi merupakan strategi paling efektif untuk mencapai eliminasi penularan vertikal di negara berpenghasilan menengah.

Artikel selengkapnya dapat dilihat di https://drive.tangerangkab.go.id/s/a899mQXyAHyECZ6






Selamat Datang di Web Terpadu Kabupaten Tangerang!

Kami menggunakan cookies untuk meningkatkan pengalaman Anda saat menjelajahi situs ini. Cookies membantu kami memahami preferensi Anda dan memungkinkan kami untuk memberikan konten yang lebih relevan dan pengalaman yang lebih personal. Dengan melanjutkan penggunaan situs ini, Anda menyetujui penggunaan cookies kami. Jika Anda memiliki pertanyaan atau kekhawatiran mengenai penggunaan cookies, jangan ragu untuk menghubungi kami.