Terwujudnya Masyarakat Kabupaten Tangerang yang Sejahtera dan Berdaya Saing
16 Jun 2025 2,205 pembaca ADMIN Dinkes

Artikel Kesehatan : Analisis Hasil SSGI 2024 dan e-PPGBM dalam Upaya Penurunan Stunting di Kabupaten Tangerang

I. Pendahuluan 

Masalah stunting masih menjadi tantangan besar dalam pembangunan kesehatan di Indonesia. Stunting tidak hanya berdampak pada tinggi badan anak, tetapi juga memengaruhi perkembangan kognitif, imunitas, produktivitas jangka panjang, dan meningkatkan risiko penyakit tidak menular di masa dewasa (Prendergast & Humphrey, 2014). Menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO), stunting merupakan indikator utama kegagalan gizi kronis dan mencerminkan ketimpangan sosial serta akses terhadap layanan dasar (WHO, 2021).

Pemerintah Indonesia menargetkan penurunan prevalensi stunting menjadi 14% pada tahun 2024, sebagai bagian dari agenda nasional pembangunan sumber daya manusia unggul. Namun, tantangan dalam pencapaian target ini sangat kompleks, terutama terkait dengan konsistensi dan kualitas data. Di Kabupaten Tangerang, hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2024 menunjukkan bahwa penurunan angka stunting belum mencapai penurunan signifikan meskipun berbagai intervensi telah digencarkan. Data SSGI mengindikasikan bahwa stunting bersifat multidimensional, melibatkan determinan dari sisi biologis, sosial, ekonomi, dan lingkungan.

SSGI dan e-PPGBM (elektronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat) adalah dua sumber utama data gizi anak yang digunakan di Indonesia. SSGI didesain sebagai survei statistik nasional berbasis stratified multistage random sampling yang mewakili populasi kabupaten hingga nasional. Data ini digunakan secara resmi oleh Kementerian Kesehatan dan lembaga global seperti UNICEF dan WHO untuk pengukuran prevalensi stunting (Kemenkes RI, 2024). Sebaliknya, e-PPGBM merupakan sistem pencatatan operasional yang digunakan oleh kader Posyandu dan petugas puskesmas untuk memantau pertumbuhan anak secara rutin. Sayangnya, e-PPGBM kerap menghadapi tantangan berupa underreporting, kualitas alat ukur yang tidak seragam, serta cakupan yang bias pada kelompok yang hadir di Posyandu (Nurhayati et al., 2023).

Artikel selengkapnya dapat dilihat di https://drive.tangerangkab.go.id/s/dfJQWrbE3ctq2zK







Selamat Datang di Web Terpadu Kabupaten Tangerang!

Kami menggunakan cookies untuk meningkatkan pengalaman Anda saat menjelajahi situs ini. Cookies membantu kami memahami preferensi Anda dan memungkinkan kami untuk memberikan konten yang lebih relevan dan pengalaman yang lebih personal. Dengan melanjutkan penggunaan situs ini, Anda menyetujui penggunaan cookies kami. Jika Anda memiliki pertanyaan atau kekhawatiran mengenai penggunaan cookies, jangan ragu untuk menghubungi kami.