Artikel Kesehatan : Analisis Hasil SSGI 2024 dan e-PPGBM dalam Upaya Penurunan Stunting di Kabupaten Tangerang
I. Pendahuluan
Masalah stunting masih menjadi tantangan besar dalam pembangunan kesehatan di Indonesia. Stunting tidak hanya berdampak pada tinggi badan anak, tetapi juga memengaruhi perkembangan kognitif, imunitas, produktivitas jangka panjang, dan meningkatkan risiko penyakit tidak menular di masa dewasa (Prendergast & Humphrey, 2014). Menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO), stunting merupakan indikator utama kegagalan gizi kronis dan mencerminkan ketimpangan sosial serta akses terhadap layanan dasar (WHO, 2021).
Pemerintah Indonesia menargetkan penurunan prevalensi stunting menjadi 14% pada tahun 2024, sebagai bagian dari agenda nasional pembangunan sumber daya manusia unggul. Namun, tantangan dalam pencapaian target ini sangat kompleks, terutama terkait dengan konsistensi dan kualitas data. Di Kabupaten Tangerang, hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2024 menunjukkan bahwa penurunan angka stunting belum mencapai penurunan signifikan meskipun berbagai intervensi telah digencarkan. Data SSGI mengindikasikan bahwa stunting bersifat multidimensional, melibatkan determinan dari sisi biologis, sosial, ekonomi, dan lingkungan.
SSGI dan e-PPGBM (elektronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat) adalah dua sumber utama data gizi anak yang digunakan di Indonesia. SSGI didesain sebagai survei statistik nasional berbasis stratified multistage random sampling yang mewakili populasi kabupaten hingga nasional. Data ini digunakan secara resmi oleh Kementerian Kesehatan dan lembaga global seperti UNICEF dan WHO untuk pengukuran prevalensi stunting (Kemenkes RI, 2024). Sebaliknya, e-PPGBM merupakan sistem pencatatan operasional yang digunakan oleh kader Posyandu dan petugas puskesmas untuk memantau pertumbuhan anak secara rutin. Sayangnya, e-PPGBM kerap menghadapi tantangan berupa underreporting, kualitas alat ukur yang tidak seragam, serta cakupan yang bias pada kelompok yang hadir di Posyandu (Nurhayati et al., 2023).
Artikel selengkapnya dapat dilihat di https://drive.tangerangkab.go.id/s/dfJQWrbE3ctq2zK
Berita Lainnya
-
11 Sep 2026
Dinkes Provinsi Banten dan Dinkes Kab. Tangerang Gelar Cek Kesehatan Gratis Bersama Gubernur Banten di Kecamatan Pagedangan
Dalam rangka mewujudkan masyarakat yang sehat, produktif, dan memiliki kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan, telah ...
-
11 Sep 2026
Tingkatkan Kesadaran Bahaya Diabetes, Dinkes Kabupaten Tangerang Gelar Seminar Cegah Diabetes dari Rumah
TANGERANG – Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang menggelar seminar kesehatan bertema “Sayangi Tubuhmu: Cara Mudah Cegah ...
-
11 Sep 2026
Jaga Keasrian Lingkungan, Dinas Kesehatan Gelar Aksi Korvei di Alun – Alun Tigaraksa
Tigaraksa –Tim Dinas Kesehatan berseragam olahraga pada Jum’at pagi (11/09/2026). Pegawai Dinas Kesehatan terjun langsung ...
-
10 Sep 2026
Perkuat Kesiapsiagaan Pandemi, Pemkab Tangerang dan Kemenkes RI Gelar Pertemuan Finalisasi Rencana Kontingensi Patogen Pernapasan
KABUPATEN TANGERANG (9 September 2026) – Pemerintah Kabupaten Tangerang resmi membuka Pertemuan Finalisasi Dokumen Rencana ...
-
08 Sep 2026
Bukti Komitmen Mutu Obatan: Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang Raih Sertifikasi CDOB dari BPOM RI
UPTD Instalasi Farmasi Kabupaten Tangerang sukses mempertahankan standar mutu terbaiknya dengan meraih Sertifikat Cara Distribusi ...