Terwujudnya Masyarakat Kabupaten Tangerang yang Sejahtera dan Berdaya Saing
19 May 2026 19 pembaca ADMIN Dinkes

Tingkatkan Sinergi, Pemkab Tangerang Gelar Pertemuan Tim Gerakan Penyelamatan Ibu dan Bayi Baru Lahir

TANGERANG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang melalui Dinas Kesehatan menggelar kegiatan Pertemuan Tim Gerakan Penyelamatan Ibu dan Bayi Baru Lahir se-Kabupaten Tangerang. Acara penting yang berfokus pada penurunan angka kematian ibu dan bayi ini resmi dibuka oleh Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid.

 

Dalam sambutannya, Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid menegaskan bahwa keselamatan ibu melahirkan dan bayi baru lahir merupakan prioritas utama dalam pembangunan sektor kesehatan di Kabupaten Tangerang. Ia meminta seluruh lintas sektor untuk memperkuat koordinasi dan tidak berjalan sendiri-sendiri.

 

Pertemuan ini dihadiri oleh berbagai jajaran pejabat daerah, organisasi profesi, hingga mitra strategis kesehatan. Kehadiran para pemangku kepentingan ini menunjukkan komitmen kolektif dalam mengawal program kesehatan ibu dan anak di Kabupaten Tangerang.

 

Adapun pihak-pihak yang hadir dalam pertemuan tersebut antara lain:

1. Unsur Pemerintah & Legislatif: Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Tangerang, serta para Kepala Badan dan Dinas terkait.

2. Organisasi Penggerak: Ketua TP PKK Kabupaten Tangerang dan Ketua Forum Peduli Kesehatan Ibu dan Anak (FOPKIA).

3. Fasilitas Kesehatan: Seluruh Direktur RSUD dan RS Swasta se-Kabupaten Tangerang, Wakil Direktur Pelayanan RSUD Tangerang, serta seluruh Kepala Puskesmas di Kabupaten Tangerang.

4. Organisasi Profesi & Asosiasi: Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Tangerang, Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) Banten, Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Cabang Tangerang, dan Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI).

5. Instansi Pendukung: Kepala UDD PMI Kabupaten Tangerang, Kepala Cabang BPJS Kesehatan Tigaraksa, Kepala UPT PJK, Kepala UPTD PSC 119, serta perwakilan dari Momentum Selaras Indonesia.

 

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang menjelaskan bahwa pertemuan ini bertujuan untuk mengevaluasi capaian program, memetakan kendala di lapangan, serta menyusun strategi taktis yang lebih efektif.

 

Melalui kolaborasi dengan jajaran Bidang di Dinas Kesehatan, rumah sakit swasta, Puskesmas, hingga jejaring relawan seperti FOPKIA dan dukungan teknis dari Momentum Selaras Indonesia, Pemkab Tangerang optimistis dapat mempercepat penurunan angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB).

 

Dengan terbentuknya Tim Gerakan Penyelamatan Ibu dan Bayi Baru Lahir yang solid ini, diharapkan sistem deteksi dini terhadap risiko kehamilan, penanganan kegawatdaruratan, hingga proses rujukan medis di wilayah Kabupaten Tangerang dapat berjalan lebih optimal, transparan, dan berpusat pada keselamatan pasien.

 

(Dinkes Kab.Tangerang/ppm/fq)

Nomor : PR/039-DINKES/V/2026






Selamat Datang di Web Terpadu Kabupaten Tangerang!

Kami menggunakan cookies untuk meningkatkan pengalaman Anda saat menjelajahi situs ini. Cookies membantu kami memahami preferensi Anda dan memungkinkan kami untuk memberikan konten yang lebih relevan dan pengalaman yang lebih personal. Dengan melanjutkan penggunaan situs ini, Anda menyetujui penggunaan cookies kami. Jika Anda memiliki pertanyaan atau kekhawatiran mengenai penggunaan cookies, jangan ragu untuk menghubungi kami.