Terwujudnya Masyarakat Kabupaten Tangerang yang Sejahtera dan Berdaya Saing
04 Sep 2026 34 pembaca ADMIN Dinkes

Perkuat Kesiapsiagaan Pandemi, Dinkes dan Labkesda Kab. Tangerang bersama Kemenkes Tingkatkan Kapasitas Tenaga Laboratorium melalui Penerapan Kerangka 7-1-7

TANGERANG, 4 SEPTEMBER 2026 – Dalam upaya memperkuat sistem ketahanan kesehatan masyarakat dan respon cepat terhadap potensi ancaman penyakit infeksi emerging zoonotik berpotensi pandemi, Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang dan UPTD Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Kabupaten Tangerang berkolaborasi dengan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) menyelenggarakan Workshop Penatalaksanaan Spesimen Saluran Pernapasan dan Penerapan Kerangka 7-1-7 bagi Petugas Puskesmas/Labkesmas Tingkat 1.

 

Kegiatan yang berlangsung secara luring pada tanggal 3–4 September 2026 di Gedung Smart Building Puspemkab Tangerang ini secara resmi dibuka oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang, dr. Hendra Tarmizi, MARS. Acara ini diikuti oleh para petugas laboratorium dari 20 Puskesmas dan laboratorium Kesehatan daerah di wilayah Kabupaten Tangerang.

 

Kegiatan ini terwujud atas kolaborasi Kemenkes, Dinas Kesehatan Kab. Tangerang, UPTD Labkesda Kabupaten Tangerang, serta didukung penuh melalui dukungan Global Health Security dari U.S. Department of State kepada Kementerian Kesehatan RI melalui program EpiC GHS.

 

Saat membuka kegiatan, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang, dr. Hendra Tarmizi, MARS, menekankan pentingnya kualitas spesimen dan koordinasi di tingkat lapangan.

"Spesimen merupakan bagian yang sangat menentukan dalam proses surveilans dan diagnosis. Spesimen yang diambil dengan teknik yang benar, disimpan, dan dikirim sesuai ketentuan sangat menentukan kualitas hasil laboratorium. Jangan sampai Puskesmas sudah menemukan kasus yang dicurigai, tetapi spesimennya tidak adekuat atau terlambat dikirim," ujar dr. Hendra Tarmizi, MARS. Beliau juga menambahkan bahwa kerangka 7-1-7 harus dijadikan budaya kerja baru dalam merespon penyakit menular secara cepat dan terkoordinasi.

 

Senada dengan hal tersebut, Ketua Tim Kerja Tata Kelola Labkesmas, Dit. Takel PKP Kemenkes RI, dr. Tiffany Tiara Pakasi, MA, menegaskan pentingnya mutu penatalaksanaan spesimen dalam menjamin keakuratan hasil laboratorium dan keberhasilan sistem deteksi dini nasional.

"Sebagus apa pun teknologi pemeriksaan yang digunakan, apabila spesimen yang diterima tidak memenuhi persyaratan mutu, maka hasil pemeriksaan tidak akan memberikan informasi yang akurat. Tidak boleh ada kompromi terhadap mutu, biosafety, maupun biosecurity. Keberhasilan implementasi kerangka 7-1-7 sangat bergantung pada kemampuan laboratorium dalam menyediakan spesimen yang bermutu dan mengomunikasikan hasil secara cepat kepada program surveilans," jelas dr. Tiffany Tiara Pakasi, MA.

 

Melalui workshop dua hari ini, para peserta dibekali materi teknis hingga simulasi langsung yang mencakup kebijakan penatalaksanaan spesimen, penerapan manajemen biorisiko (biosafety dan biosecurity), teknik pengambilan spesimen saluran pernapasan, pengemasan dan pengiriman sesuai standar, hingga simulasi alur rujukan dan komunikasi laboratorium surveilans.

 

Sinergi antara Kemenkes, Dinkes, dan UPTD Labkesda Kabupaten Tangerang ini diharapkan dapat menjadikan fasilitas pelayanan kesehatan primer di Kabupaten Tangerang lebih siap, cepat, dan terkoordinasi dalam mendeteksi serta merespon ancaman penyakit menular berpotensi pandemi di masa depan.

 

(Dinkes Kab.Tangerang/ppm/fq)

Nomor : PR/081-DINKES/IX/2026






Selamat Datang di Web Terpadu Kabupaten Tangerang!

Kami menggunakan cookies untuk meningkatkan pengalaman Anda saat menjelajahi situs ini. Cookies membantu kami memahami preferensi Anda dan memungkinkan kami untuk memberikan konten yang lebih relevan dan pengalaman yang lebih personal. Dengan melanjutkan penggunaan situs ini, Anda menyetujui penggunaan cookies kami. Jika Anda memiliki pertanyaan atau kekhawatiran mengenai penggunaan cookies, jangan ragu untuk menghubungi kami.