Terwujudnya Masyarakat Kabupaten Tangerang yang Sejahtera dan Berdaya Saing
25 Jun 2026 91 pembaca ADMIN Dinkes

Antisipasi Lonjakan Kasus DBD, Dinas Kesehatan Perkuat Komitmen Lintas Sektor

TANGERANG – Guna mengantisipasi dan mengendalikan peningkatan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD), serta dalam memperingati Asean Dengue Day pada tanggal 15 Juni 2026 Dinas Kesehatan melalui Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P3PL) menggelar pertemuan lintas program dan lintas sektor pada Rabu (24/6/2026). Kegiatan ini difokuskan pada pengaktifan kembali gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) secara masif di seluruh wilayah Kabupaten Tangerang.

 

Acara dibuka secara resmi oleh Asisten Daerah Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Asda I) Kabupaten Tangerang, Ibu Prima Saras Puspa, SH., MM. Pertemuan ini dihadiri oleh Kepala Dinas Kesehatan, perwakilan Dinas Pendidikan, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD), Kepala Puskesmas se-Kabupaten Tangerang, serta perwakilan Lurah dan Kepala Desa.

 

Untuk memberikan penguatan regulasi dan sinkronisasi kebijakan dari pusat, agenda ini menghadirkan narasumber utama, yaitu Adam Udi Velianto, S.Tr.IP, CLAd, yang merupakan Penelaah Teknis Kebijakan pada Substansi Kesehatan, Direktorat Sinkronisasi Urusan Pemerintahan Daerah III, Ditjen Bina Pembangunan Daerah, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

 

Pada kegiatan tersebut Asda I menyampaikan pesan dan arahan dari Bupati Kabupaten Tangerang, Ibu Prima Saras Puspa, menekankan bahwa pengendalian DBD tidak bisa hanya bertumpu pada sektor kesehatan. Ia menginstruksikan seluruh jajaran camat, lurah, kepala desa, kepala sekolah, hingga kader kesehatan untuk bergerak bersama menghidupkan kembali semangat gotong royong di tengah masyarakat.

"Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan gerakan 1 Rumah 1 Jumantik (Juru Pemantau Jentik) sebagai sebuah budaya. Gerakan ini harus dilaksanakan secara konsisten dan berkelanjutan oleh masing-masing rumah di seluruh wilayah Kabupaten Tangerang," tegas Prima Saras Puspa.

 

Selain di lingkungan pemukiman, gerakan pemantauan jentik ini juga diwajibkan aktif di lingkungan sekolah dengan menggerakkan kader jumantik sekolah, guna memastikan area belajar mengajar bebas dari sarang nyamuk.

 

Ibu Prima juga meluruskan persepsi di masyarakat terkait penanganan DBD yang sering kali mengandalkan pengasapan atau fogging. Ia menegaskan bahwa fogging memiliki keterbatasan dalam memutus rantai penularan.

"Fogging itu bukanlah solusi utama karena hanya membunuh nyamuk dewasa. Jentik nyamuk yang tidak diberantas dalam beberapa hari kedepan akan menjadi nyamuk kembali yang siap menularkan penyakit. Langkah yang paling efektif dan nyata adalah Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) melalui gerakan 3M Plus," lanjutnya.

 

Langkah efektif yang dimaksud meliputi tindakan mandiri dari masyarakat, seperti:

o   Memeriksa jentik nyamuk secara rutin di lingkungan

o   Menjaga kebersihan lingkungan secara makro.

o   Menguras tempat penampungan air secara berkala.

o   Menutup rapat seluruh wadah air agar tidak menjadi tempat berkembang biak.

o   Mendaur ulang barang-barang bekas yang berpotensi menampung air hujan.

 

Melalui pertemuan ini, Pemerintah Kabupaten Tangerang berharap terbangun kolaborasi yang kuat dan komitmen nyata dari tingkat instansi daerah, kecamatan, pemerintahan desa, hingga ke lapisan keluarga demi mewujudkan Kabupaten Tangerang yang sehat dan bebas dari DBD.

 

(Dinkes Kab.Tangerang/ppm/fq)

Nomor : PR/051-DINKES/VI/2026

 






Selamat Datang di Web Terpadu Kabupaten Tangerang!

Kami menggunakan cookies untuk meningkatkan pengalaman Anda saat menjelajahi situs ini. Cookies membantu kami memahami preferensi Anda dan memungkinkan kami untuk memberikan konten yang lebih relevan dan pengalaman yang lebih personal. Dengan melanjutkan penggunaan situs ini, Anda menyetujui penggunaan cookies kami. Jika Anda memiliki pertanyaan atau kekhawatiran mengenai penggunaan cookies, jangan ragu untuk menghubungi kami.