Waspada Monkeypox

Pada tanggal 23 Juli 2022 Monkeypox ( cacar monyet) ditetapkan sebagai Public Health Emergency of International Concern (PHEIC) / Kedaruratan Kesehatan Masyarakat yang Meresahkan Dunia (KKMD).
Monkeypox adalah penyakit yang disebabkan oleh virus monkeypox yang ditularkan dari hewan ke manusia (zoonosis) dan dapat juga menyebar dari manusia ke manusia melalui kontak erat dengan seseorang yang memiliki ruam monkeypox, termasuk melalui kontak tatap muka, kulit ke kulit, mulut ke mulut atau mulut ke kulit, termasuk kontak seksual. Gejala monkeypox biasanya ditandai dengan demam, sakit kepala hebat, nyeri otot, sakit punggung, lemas, pembengkakan kelenjar getah bening (di leher, ketiak atau selangkangan) dan ruam atau lesi kulit. Orang yang paling beresiko terkena monkeypox adalah orang yang tinggal dengan atau memiliki riwayat kontak erat (termasuk kontak seksual) dengan seseorang yang terinfeksi monkeypox, atau yang


memiliki kontak rutin dengan hewan yang dapat terinfeksi. Di Indonesia kasus monkeypox tidak terdeteksi hingga saat ini. Sebelumnya ada 9 orang suspek dan dinyatakan bukan monkeypox setelah dilakukan pemeriksaan PCR. Namun demikian, negara terdekat dengan Indonesia seperti Singapura sudah ditemukan sebanyak 6 kasus, Thailand sebanyak 1 kasus dan Australia sebanyak 41 kasus. Oleh karena itu , masyarakat dihimbau untuk terus meningkatkan kewaspadaan diri dengan disiplin menerapkan protokol kesehatan seperti menghindari kerumunan, mencuci tangan dengan sabun/alkohol, menggunakan masker serta membudayakan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).