Tangani Malnurisi & Stunting, Digencarkan Pencegahannya Melalui Pos-pos Gizi

DALAM berupaya penanganan balita malnutrisi dan pencegahan stunting, Puskesmas Sepatan membentuk Pos Gizi di 7 desa dan 1 kelurahan di wilayah kerjanya.

Berdasarkan data, pada bulan penimbangan balita di Februari 2022, tercatat sedikitnya 81 balita mengalami stunting di wilayah kerja Puskesmas Sepatan. Terkait itu, masing-masing pos gizi di lokasi stunting pun melakukan penanganannya, rata-rata pos gizi menangani 10-15 balita.

Farida Hariati, Pemegang Program Gizi di Puskesmas Sepatan, kemarin,  mengatakan pos-pos gizi yang ada melaksanakan kegiatannya bersinergi dengan sejumlah pihak, di antaranya kepala desa, TP PKK, kader pos gizi, dan masyarakat.

Dalam kegiatannya, pos gizi menerapkan 4 Pola yaitu Pola Asuh, Pola Makan, Pola Kebersihan Diri, dan Pola Layanan Kesehatan. “Dimulai sejak Februari 2022, kegiatan pos gizi secara rutin melaksanakan tugasnya. Hingga kini sudah 40 kali pertemuan dilakukan dalam kurun waktu 6 bulan,” ujarnya.

Selain itu, diberikan juga asupan gizi melalui Pemberian Makanan Tambahan (PMT) dari panganan lokal, Pemberian Suplementasi Zinc, Pengobatan Terhadap Penyakit Infeksi, dan Perangsang Motorik melalui permainan bekerjasama dengan Bina Keluarga Balita (BKB) TP PKK semisal permainan ular tangga bersama ibu dan balita.

“Selain itu, para kader pos gizi juga melakukan kunjungan rumah untuk memastikan perubahan perilaku terkait 4 Pola yang dicontohkan di pos gizi,” ungkapnya.

Sementara itu, pelaksanaan monitoring dan pendampingan yang dilakukan para tenaga pelaksana gizi, petugas promkes dan dokter umum dari Puskesmas Sepatan, terus digencarkan. Pihak Puskesmas Sepatan berharap akan ada peningkatan perbaikan gizi balita dan biasanya akan terlihat pada 3 bulan mendatang.

“Jadi kami melakukan cegah stunting melalui berbagai program,” kata Farida Hariati. Di antaranya mmelakukan pemantauan pertumbuhan di posyandu, pos gizi, pendampingan bumil anemia dan KEK (Keping Emas).

“Selanjutnya menggalakkan penggunaan ASI dan nantinya juga menggarap remaja putri dan calon pengantin (Catin),” pungkas Farida Hariati.