Puskesmas Pasar Kemis Gencar Pembagian Obat Cacing pada Anak Sekolah

pemberian obat cacing pada anak adalah salah satu program pemerintah yang wajib dilaksanakan. Idealnya, pemberian obat cacing dilakukan satu tahun 2 kali, atau enam bulan sekali, yang bertujuan untuk membebaskan atau menurunkan angka penyakit kecacingan pada anak usia pra sekolah dan anak usia sekolah melalui pemberian obat cacing terintegrasi.

“Pemberian obat cacing ini dilaksanakan di Posyandu, PAUD, TK dan SD yang berada di wilayah kerja UPT Puskesmas Pasar Kemis,” ungkap Kepala UPT Puskesmas Pasar Kemis

Pemberian obat pencegahan Massal (POPM) atau lebih dikenal dengan mengkonsumsi Obat cacing 6 bulan sekali dengan sasaran kegiatan anak Sekolah Dasar. Kegiatan tersebut dilaksanan di 36 Sekolah Dasar dan 44 TK dan 67 Posyandu

Sasaran pemberian obat cacing ini adalah seluruh siswa mulai dari kelas 1 sampai 6 dan usia 1 tahun keatas
Sebelum pendistribusian obat, petugas terlebih dahulu menjelaskan manfaat dan cara mengkonsumsi obat cacing tersebut.

Pemberian obat cacing ini merupakan salah satu cara penanggulangan penyakit kecacingan yang banyak menyerang anak balita, anak-anak Sekolah Dasar. Adapun penyebab penyakit ini timbul karena sanitasi lingkungan yang buruk, kebiasaan BAB sembarangan, tidak memotong kuku, kebiasaan tidak menggunakan alas kaki, dan personal hygiene yang tidak bersih dan sehat, terangnya.

Gejala cacingan sangat beragam, bergantung pada jenis cacing yang menginfeksi. Namun, beberapa hal berikut bisa menjadi pertanda adanya cacingan:

Menemukan cacing dalam feses atau saat buang air besar, memiliki ruam kemerahan, gatal, dan berbentuk seperti cacing pada kulit. Mengalami diare atau sakit perut selama lebih dari dua minggu. Konstipasi atau sembelit.
Perut yang terlihat bengkak atau kembung.
Penurunan berat badan tanpa alasan yang jelas.
Gatal hebat pada area anus, terutama pada malam hari.
Reaksi pada kulit, seperti ruam, biduran, dan reaksi alergi lainnya pada kulit.
Rasa gelisah dan kecemasan, timbul karena adanya iritasi akibat zat beracun dan sisa metabolisme cacing kepada sistem saraf pusat manusia.
Merasa lelah dan kurang tenaga.
Nyeri sendi dan otot.
Pada anak dapat timbul gejala tumbuh kembang yang terhambat.
Kaki gajah.

Untuk diagnosis kecacingan, akan dilakukan pemeriksaan fisik untuk mendapatkan informasi dari penderita.
Metode diagnosis yang dilakukan berbeda-beda, bergantung pada jenis cacing yang menginfeksi.