KIPER Bumil KEK Mampu Tingkatkan Status Gizi & Berat-badan Bumil

BERINOVASI barangkali bisa disebutkan bagi jajaran Puskesmas Kronjo di wilayah Kecamatan Kronjo dalam kinerjanya melakukan pembinaan kepada 46 Ibu Hamil Kekurangan Energi Kronis (Bumil KEK) di wilayah kerjanya.

Kepada para Bumil KEK yang tersebar di 10 desa wilayah kerjanya, Puskesmas Kronjo dalam penanganannya melibatkan para kader kesehatan desa-desa melakukan upaya-upaya pembinaan dan peningkatan perbaikan gizi para bumil itu.

Program inovasi itu diberi nama Pemberdayaan “KIPER Bumil KEK” (Kelompok Ibu-ibu dalam Perbaikan Gizi Ibu Hamil Kekurangan Enegi Kronis).

Dijelaskan dr Zaky, Pemegang Program Gizi pada Puskesmas Kronjo, kemarin, setiap kader kesehatan desa yang telah diberikan pembekalan selama beberapa pekan di masing-masing desanya, kini telah mampu melakukan pengukuran tinggi-badan, berat-badan, lingkar lengan atas (LiLA), mengukur tensi, dan menilai status gizi sesuai buku panduan.

Para kader kesehatan dan tenaga kesehatan yang menangani Kiper Bumil KEK sendiri, memiliki 5 kegiatan. Yaitu: (1) Memberi pelatihan kader posyandu; (2) Memberi penilaian dan pemantauan terhadap Bumil KEK di setiap pekannya oleh kader;

(3) Pemeriksaan kesehatan dan USG oleh nakes didampingi kader kesehatan desa; (4) Edukasi gizi kepada bumil dan keluarganya; (5) Pemberian PMT kepada Bumil KEK oleh pihak desa.

“Kegiatan ini memang baru berjalan beberapa minggu sehingga belum bisa memberikan hasil,” kata dr Zaky. Namun, tambahnya, dari keseluruhan kegiatan yang ada berat-badan para Bumil KEK sudah mengalami kenaikan timbangannya.

Meskipun harus diakui masih ada juga yang berat-badannya belum ada perubahan. Tetapi tidak ada Bumil KEK yang berat-badannya mengalami penurunan.

“Oleh karena itu, kami meminta para kader kesehatan untuk terus melakukan peningkatan gizi terhadap Bumil KEK dengan terus melakukan pemantauan pola makannya,” ucapnya.

Sementara dr Udin Prayogi, Kepala Puskesmas Kronjo, menambahkan  inovasi baru ini menjadi salah-satu upaya pihak puskesmas untuk bisa memutus mata-rantai angka stunting dan 1000 Hari Kematian Ibu Melahirkan dan Bayi Baru Lahir.

“Oleh karena itu diharapkan para kader kesehatan dan Bumil KEK, serta masyarakat, bisa membantu dan mendukung program ini,” ucapnya.