Info Kegiatan

Bypkmcisoka

Kabupaten Tangerang Canangkan Program 1 Rumah 1 Jumantik

TIGARAKSA – Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang menggelar pencanangan program 1 Rumah 1 Jumantik yang dilaksanakan di Perumahan Puri Bidara Permai di RW 06 Desa Pematang, Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, Selasa (26/9/2017).

Pencanangan program yang bertujuan meningkatkan peran-serta masyarakat dalam pemberantasan penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) ini diresmikan Asda I Bidang Pemerintahan dan Kemasyarakatan Pemkab Tangerang, H Heri Herianto Msi.

Dalam sambutannya, Asda I Kabupaten Tangerang bersyukur di wilayah Kabupaten Tangerang pada tahun 2017 ini telah terjadi penurunan angka kasus DBD. “Namun kita jangan sampai terlena dengan itu, mari kita meningkatkan upaya sadar diri dalam melakukan kebersihan lingkungan dan gerakan pemberantasan sarang nyamuk di setiap minggunya.”

Diakui dengan dicanangkannya program 1 Rumah 1 Jumantik (Juru Pemantau Jentik) bisa dijadikan komitmen bersama masyarakat Kabupaten Tangerang dalam memberantas DBD.

“Jadikan program ini bukan hanya di wilayah Tigaraksa saja, namun dilaksanakan di wilayah-wilayah kecamatan lainnya,” harap Heri Herianto.

Sementara dr Hj Desiriana Dinardianti MARS, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang, mengakui penyakit Demam Berdarah Dengue masih menjadi salah-satu prioritas nasional dalam penanggulangannya. Penyakit ini dapat datang kapan saja, yang bisa saja menjadi kejadian luar biasa (KLB).

Pengendaliannya sendiri telah tertuang dalam Keputusan Menteri Kesehatan RI tentang Pemberantasan Demam Berdarah. Dengan prioritas utama pencegahannya melibatkan peran-serta masyarakat. “Seperti program yang saat ini dicanangkan.”

Diharapkan dengan terbentuknya kader jumantik di setiap wilayah yang melakukan pemantauan jentik di setiap harinya atau seminggu sekali akan dapat mencegah wabah Demam Berdarah.

Diakui di tahun 2014 wilayah pencanangan ini dapat dikatakan terjadi KLB DBD. Namun berkat kerja-keras para kader, masyarakat, dan petugas Puskesmas Pasir Nangka dalam melakukan pencegahannya, kini wilayah ini dapat menjadi wilayah bebas jentik nyamuk.

Bypkmcisoka

Tim Penilai Lomba Kota Sehat Kagum Lingkungan Bebas Asap Rokok

KELAPA DUA – Tim Penilai Lomba Kota Sehat Tingkat Nasional yang datang ke wilayah Kelapa Dua memperlihatkan kekagumannya melihat lingkungan RT 03/RW 07 Kelurahan Kelapa Dua, Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang yang bebas asap rokok.
Tim yang datang pada Rabu 20 September 2017 diterima Camat Kelapa Dua didampingi Ketua FKS Kecamatan Kelapa Dua dan Kepala UPT Puskesmas Kelapa Dua di Aula Kantor Kecamatan Kelapa Dua.
Sebelum meninjau lokasi, tim mendapat paparan terinci tentang pengembangan program di atas yang masuk dalam tatanan kawasan kehidupan masyarakat sehat yang mandiri dan kehidupan sosial yang sehat.
Setelah itu, tim meninjau lingkungan RT 03/RW 07 Kepala Dua yang telah mengembangkan kawasan bebas asap rokok, lalu ke lokasi pasar sehat tradisional, ke Kampung Hijau PHBS RW 06 dan Panti Werda Islamic.
Dr Radianti Bulan Merliana, Kepala Puskesmas Kelapa Dua, mengutarakan untuk menciptakan lingkungan yang sehat diperlukan kerja-sama yang baik dari seluruh elemen masyarakat sehingga terbentuknya kesadaran masyarakay dalam menjaga kebersihan serta kesehatan lingkungan.
Misalnya di lingkungan itu dikomitmen tidak ada warga yang merokok di dalam rumah. Bila warga ingin merokok ada tempat pojok rokok yang telah di sediakan.
Sementara Kampung Hijau PHBS memiliki potensi luar biasa dengan hampir setiap pekarangan atau halaman rumah warga memiliki tanaman keluarga. Misalnya telah dikembangkan minuman Jamu Kunyit Asam, Jamu Beras Kencur, Wedang Sinom, Es Mentimun, Puding Naga, Wedang Sereh, Sirup Bunga Belimbing Wuluh, Roti Pandan Seji Selai Buah Mengkudu, Nasi Uduk Kembang Teleng dan Minyak Sereh.
Ditambahkan Yulia Minarty SKM, Pemegang Tugas Program Kesling Puskesmas Kelapa Dua, terciptanya kemudahan pembinaan di wilayahnya karena masyarakat memiliki kesadaran menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan. “Petugas cukup hanya sebulan sekali melakukan pembinaan sementara program berjalan lancar.”
Terkait mengikuti kegiatan lomba, pihaknya memberi pembinaan dalam penyusunan administrasi masing-masing bidang dengan baik dan benar. “Kini setiap kegiatan yang dilaksanakan dilaporkan dalam bentuk laporan tertulis disertai foto kegiatan yang bertanggal,” ucapnya.

Bypkmcisoka

Dirintis Rencana Pembentukan Posbindu PTM di Desa & Kelurahan

TIGARAKSA – Menyukseskan program Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas), Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang mulai merintis pembentukan Posbindu Penyakit Tidak Menular (PTM) di desa-desa dan kelurahan di seluruh wilayah.
H Moch Bachtiar, Kasi PTM dan Kesehatan Jiwa pada Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang, Rabu (20/9/2017), mengatakan data terkini Posbindu PTM yang ada di wilayah Kabupaten Tangerang sebanyak 41 unit atau rata-rata di satu wilayah puskesmas ada satu Posbindu PTM.
Sementara di Kabupaten Tangerang terdapat sedikitnya 279 desa/kelurahan. Untuk itu, dinkes berencana akan melakukan sosialisasi secara intens kepada instansi-instansi yang ada agar dapat membentuk Posbindu PTM di tingkat desa/kelurahan.
Tentunya juga, perlu disiapkan sejumlah kader-kader wilayah yang mau dan mampu memberi perbantuan kesehatan masyarakatnya, sehingga bisa terselenggara Posbindu PTM di wilayahnya masing-masing. “Dinkes Kabupaten Tangerang sendiri siap memberi pembinaan intensifnya.”
Dijelaskan Bachtiar, Posbindu PTM adalah tempat yang menyediakan sejumlah peralatan seperti timbangan, alat ukur tekanan darah, alat ukur asam urat, alat ukur kolesterol, alat ukur gula darah, d.l.l.
Sejumlah peralatan tersebut dikemas dalam bentuk Posbindu Kit, seperti yang diberikan oleh Kementerian Kesehatan RI kepada Posbindu PTM yang ada di Kelurahan Kuta Bumi saat Sosialisasi Germas di RW 05 Kelurahan Kuta Bumi, akhir Agustus lalu.
Posbindu ini berfungsi melakukan pengecekan kesehatan awal untuk mengetahui kondisi kesehatan warga. Baik dari tekanan darah, gula darah, kolesterol dan lain-lain. Posbindu PTM merupakan salah-satu upaya terdepan dalam menanggulangi penyakit tidak menular seperti darah tinggi, diabetes, stroke yang akhir-akhir ini trendnya terus mengalami peningkatan.
Dengan adanya Posbindu PTM diharapkan dapat terdeteksi sejak dini kesehtaan masyarakat sehingga penanganannya akan lebih mudah. Adapun yang menjadi sasaran dalam program Germas ini adalah warga usia 15 tahun ke atas.
“Di posbindu ini disediakan meja konsultasi untuk pembinaan peningkatan kesehatan atau jika perlu bisa dilakukan rujukan ke puskesmas terdekat apabila hasil pemeriksaan memerlukan penanganan lebih lanjut,” jelasnya.
Lebih lanjut diungkapkan ada dua wilayah kecamatan yang di setiap kelurahannya sudah ada Posbindu PTM yaitu Kecamatan Kelapa Dua dan Kecamatan Pagedangan. Ke depan Dinkes terus berupaya agar di seluruh desa/kelurahan minimal ada satu Posbindu PTM.

Bypkmcisoka

Kabupaten Tangerang Ikuti Penilaian Kota Sehat Nasional

TIGARAKSA – Forum Kota Sehat (FKS) Kabupaten Tangerang mengikuti penilaian Lomba Kota Sehat Tingkat Nasional mewakili Provinsi Banten karena menjadi yang terbaik di tingkat propinsi.
Penilaian dengan 5 tatanan ini berlangsung di Tigaraksa pada Rabu (20/9/2017). Kelima tatatan yang dinilai itu, yaitu: (1) Kawasan Permukiman Sarana dan Prasarana Sehat; (2) Kawasan Industri dan Perkantoran Sehat; (3)Kawasan Ketahanan Pangan dan Gizi; (4) Kawasan Kehidupan Masyarakat Sehat Yang Mandiri; (5) Kawasan Kehidupan Sosial Yang Sehat.
Tim Penilai Kota Sehat Tingkat Nasional yang datang diterima Bupati Tangerang H Ahmed Zaki Iskandar, perwakilan Tim Pembina FKS Provinsi Banten, Pengurus FKS Kabupaten Tangerang, para kepala OPD Kabupaten Tangerang dan para camat di Ruang Wareng, Gedung Perkantoran Bupati Tangerang di Tigaraksa.
Selanjutnya, kepada tim penilai Bupati Tangerang menyampaikan 25 program unggulan pembangunan yang ada di wilayahnya, yang salah-satunya adalah program FKS Kabupaten Tangerang.
Dengan program prioritas ini, maka Kabupaten Tangerang pun berhasil meraih penghargaan Swasti Saba Padapa Tingkat Nasional di tahun 2013, Swasti Saba Wiwerda Tingkat Nasional di tahun 2015, dan Swasti Saba Wistara Tingkat Propinsi di tahun 2016.
Penghargaan ini didapat karena pelaksanaan programnya mendapat dukungan seluruh elemen masyarakat Kabupaten Tangerang, ucap bupati.
Setelah melihat tayangan seromonial program kota sehat dilaksanakan, tim penilai dibagi dalam 2 kelompok mengadakan kunjungan ke beberapa lokasi penilaian, semisal ke perkantoran sehat dan sekolah sehat di SMPN Tigaraksa.
Lalu ke kawasan kehidupan masyarakat sehat yang mandiri dan kehidupan sosial yang sehat di wilayah Kecamatan Kelapa Dua, kawasan ketahanan pangan dan gizi memanfaatkan lahan dan pekarangan kosong di wilayah Kecamatan Cisauk, kawasan industri dan perkantoran sehat di wilayah Kecamatan Balaraja, serta kawasan pemukiman sarana dan prasarana sehat di wilayah Kecamatan Panongan.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang, dr Hj Desiriana Dinardianti MARS berharap dengan adanya penilaian FKS ini masyarakat dan pemerintah bisa terus bergandengan tangan menciptakan lingkungan-lingkungan sehat.
“Dinas kesehatan selalu mendukung program ini untuk menjadikan keluarga, lingkungan, Kabupaten Tangerang sehat,” katanya. Sehingga pada gilirannya akan dapat bersama-sama daerah lain mewujudkan Indonesia Sehat.

Bypkmcisoka

Foto Kegiatan SERASI 2016 Desa Kedaung Barat Kec. Sepatan Timur

Kegiatan Seribu sarana Sanitasi atau yang disingkat SERASI sudah 2 tahun berjalan, dasar hukum pelaksanaan kegiatan ini adalah adanya PERBUP NO 902/Kep.26-Huk/2016. Puskesmas Kedaung Barat Kecamatan Sepatan Timur mendapatkan tugas untuk dapat menjalankan amanah program tersebut dan di jalankan oleh 3 KWS/KSM yang sudah terbentuk hasil pembinaan Puskesmas dan Kecamatan yaitu KWS/KSM Usaha Sehat Gemilang  yang ada di Desa Kedaung Barat mendapat alokasi 42 titik, KWS/KSM Usaha Mulya Sejati  yang ada di Desa jatimulya mendapatkan alokasi 10 titik dan KWS/KSM Pelangi yang ada di desa Lebak Wangi yang mendapatkan alokasi 10 titik. Tujuan dari program SERASI ini adalah untuk mempercepat pencapaian target Open Defecation Free ( ODF ) untuk wilayah kerja Puskesmas Kedaung Barat. Kegiatan ini dapat terselenggara dengan adanya partispasi dan permberdayaan dari masyarakat sebagai syarat mutlak kegiatan.

sanitasi_1

sanitasi_2

sanitasi_3

sanitasi_4

sanitasi_5

Bypkmcisoka

Warga Diajak Puskesmas Suradita Terapkan PHBS

CISAUK – Puskesmas Suradita menggelar penyuluhan mengenai Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) kepada warga Desa Dangdang dan Desa Mekar Wangi di Kecamatan Cisauk, Minggu (23/10/2016).

Hj Wirahayu SKM, Kepala Puskesmas Suradita, mengatakan penyuluhan PHBS dilakukan sebagai upaya promotif mengubah perilaku yang tidak sehat menjadi berprilaku sehat. “Karena faktor perilaku memiliki andil 30–35% terhadap derajat kesehatan.”

Adapun materi yang diberikan dalam penyuluhan itu adalah 10 Indikator PHBS Dalam Tatanan Rumah Tangga, yaitu: (1) Persalinan Ditolong oleh Tenaga Kesehatan: (2) Memberi Bayi ASI Ekslusif; (3) Menimbang Bayi dan Balita Setiap Bulan; (4) Menggunakan Air Bersih; (5) Mencuci Tangan dengan Air Bersih dan Sabun.

(6) Menggunakan Jamban Sehat; (7) Memberantas Jentik di Rumah; (8) Makan Buah dan Sayur Setiap Hari; (9) Melakukan Aktivitas Fisik Setiap Hari; (10) Tidak Merokok di Dalam Rumah.

“Diharapkan akan ada perubahan perilaku warga sesuai dengan 10 indikator PHBS dalam tatanan rumah tangga,” ujar Hj Wirahayu, SKM.

Diinformasikan penyuluhan PHBS yang dilakukan Puskesmas Suradita ini dilaksanakan berbarengan dengan kegiatan bakti-sosial yang digelar Majelis Taklim Masjid Al-Hakim Sektor XII BSD. Adapun bakti sosial yang dilakukan berupa pembagian sembako gratis kepada sejumlah warga yang membutuhkan di kedua lokasi desa tersebut.

Bypkmcisoka

Cuaca Tak Menentu, Puksemas Suluh Waspada DBD

BALARAJA – Pergantian musim yang tidak menentu belakangan ini membuat jentik-jentik nyamuk Aedes Aegpyti mudah berkembang-biak menjadi nyamuk dewasa yang dapat mengakibatkan penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD).

Menyikapi hal ini, para Petugas Puskesmas Gembong pun kembali menggencarkan Sosialisasi Kewaspadaan Penyakit Demam Berdarah kapada warga di beberapa desa di wilayah kerjanya, yang menyertakan para kader kesehatan desa-desa yang ada.

Misalnya kegiatan sosialisasi yang dilaksanakan bagi masyarakat dan kader kesehatan Desa Sukamurni di bulan Oktober yang digelar di Aula Kantor Desa Sukamurni. Narasumber dr Ari Herdyanto, Petugas Puskesmas Gembong memberi paparan Sosialisasi Kewaspadaan DBD.

H Mad Yusuf SIP, Kasubbag TU Puskesmas Gembong, Selasa (25/10/2016), menekankan kepada para petugas untuk meningkatkan kewaspadaan. Oleh karena itu, para petugas segera kembali melakukan penyuluhan kepada warga.

Sekaligus menyerukan agar warga melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN), baik di lingkungannya maupun di rumahnya masing-masing.

Warga pun diajak mau menjadi kader pemantau jentik di rumahnya masing-masing di setiap harinya, yaitu dengan memantau kemungkinan ada jentik nyamuk Aedes Aegypti di tempat-temapat penampungan air yang terbuka. Bila ditemukan ada jentik nyamuk itu, bisa segera menaburkan bubuk abate dan mengurasnya.

Penyuluhan ini akan terus dilakukan ke setiap desa untuk mengingatkan masyarakat agar menjaga kebersihan lingkungan dan rumahnya maisng-masing agar terhindar dari bahaya DBD.

Bypkmcisoka

Puskesmas Sukatani Gencarkan DOFU

RAJEG – Petugas Puskesmas Sukatani terus menggencarkan penyuluhan dan pembinaan kesehatan bayi dan balita di 5 desa dengan melakukan drop out follow up (DOFU) imunisasi untuk menurunkan angka kesakitan dan kematian bayi dan balita di 5 desa binaan tersebut.

Metoda yang dilakukan yaitu dengan mendatangkan rumah-rumah warga pemiliki bayi usia 0-3 tahun. Langkah ini dinilai efektif karena masih ada sejumlah orangtua yang belum mau melengkapi imunisasi anak-anaknya disebabkan kurangnya pengetahuan dan pengertian tentang manfaat kekebalan imunisasi bagi anak-anak mereka.

Oleh karena itu, para petugas kesehatan Puskesmas Sukatani sejak September terus menggencarkan penyuluhan kepada warga pemilik bayu-balita, para kader kesehatan dan pengurus PKK di 5 desa itu.

dr Riesda Nandini, Kepala Subbag TU Puskesmas Sukatani, Selasa (25/10/2016), mengakui penjangkauan bayi dan balita dengan DOFU telah selesai dilaksanakan di 5 desa. Namun itu bukan berarti pekerjaan telah selesai karena masih ada sejumlah orangtua yang harus diberikan pemahaman lebih lanjut mengenai manfaat imunisasi.

“Agar mereka bisa memahami manfaatnya, sehingga ke depan tidak perlu lagi para petugas kesehatan bersama para kader mendatangi rumah mereka untuk memberikan imunisasi kepada balitanya, melainkan mereka sadar sendiri membawa balitanya ke posyandu atau puskesmas,”katanya.

Hj Nurhayati, Koordinator Imunisasi Puskesmas Sukatani, menambahkan dengan gencarnya penyuluhan dan pembinaan kepada para kader kesehatan desa pun, kini ibu-ibu muda di desa-desa itu sudah banyak yang memahami pentingnya imunisasi kepada anak mereka.

“Peran aktif para kader kesehatan desa sangat membantu dalam melakukan pencegahan kematian bayi dan anak,” ucapnya.

Bypkmcisoka

Puskesmas Jambe Ikut Sukseskan LT II Pramuka Jambe

JAMBE – Jajaran Puskesmas Jambe menjadi bagian dari kesuksesan penyelenggaraan Lomba Tingkat (LT) II Kwartir Ranting (Kwarran) Gerakan Pramuka Kecamatan Jambe yang dipusatkan di Lapangan Utama Kecamatan Jambe, Kamis (13/10/2016).

LT II Tahun 2016 diikuti 500 Anggota Penggalang Pramuka dari sejumlah SMP dan SMA se-Kecamatan Jambe. Terkait menjaga kesehatan para peserta ini, Puskesmas Jambe pun membuka posko kesehatan dilengkapi mobil ambulance.

Di posko ini, jajaran petugas kesehatan telah menyiapkan obat-obatan dan para tenaga medis yang siap memberi bantuan kesehatannya.

dr R Astrid Heraline, Kepala Puskesmas Jambe, mengakui dalam kegiatan ini para petugas kesehatan sebagai Pembina Saka Bhakti Husada memang turut membantu dan mendukung kegiatan dalam hal kesehatan peserta.

Sementara Ahmad Badri, Ketua Kwartir Ranting Gerakan Pramuka Kecamatan Jambe, mengucapkan terima-kasih kepada para pembina pramuka yang telah membantu menyukseskan kegiatan ini dan kepada para petugas medis yang membantu menjaga kesehatan para peserta lomba.