Info Berita

Bypkmcisoka

Tim FKS Bina Tatanan Pangan & Gizi Pagedangan

PAGEDANGAN – Tim Forum Kabupaten  Sehat (FKS) Kabupaten Tangerang mengadakan pembinaan tentang tatanan pangan dan gizi bagi kader PKK, petugas puskesmas dan tokoh masyarakat se-Kecamatan Pagedangan.

Pembinaan digelar Jumat (30/9/2016) berlangsung di Aula Kantor Kelurahan Pagedangan dilakukan karena wilayah Pagedangan menjadi titik penilaian Kota Sehat Tingkat Nasional.

Selain materi pemahaman tatanan pangan dan gizi, tim pun memberi pemahaman tentang penyusunan administrasi dan pendokumentasian kegiatan-kegiatan yang telah dilakukan berhubungan aktifitas masyarakat mewujudkan lingkungannya yang  bersih dan sehat.

Tim berharap peran-serta PKK, puskesmas, tokoh masyarakat, dan masyarakat untuk terlibat aktif menjalankan program-program menuju terwujudnya tatanan pangan dan gizi masyarakat yang baik.

Hj Murwani SSiT MM.Kes, PPTK Kabupaten Sehat Kabupaten Tangerang, mengakui wilayah Pagedangan menjadi salah-satu titik penilaian karena meraih nilai tertinggi dalam pengembangan Tanaman TOGA Tingkat Provinsi Banten. Sebab itu, penajaman dalam tatanan pangan dan gizi menjadi prioritas pembinaannya.

Terkait penyusunan administrasi dan pendokumentasian kegiatan-kegiatan yang telah dilaksanakan pokja-pokja kota sehat sudah cukup bagus, lengkap dan rapih. Namun tim menilai masih perlu ada pembenahannya agar lebih baik lagi.

Bypkmcisoka

Tim Gabungan Suluh Bahaya Narkoba ke SMAN 17

LEGOK – Sejumlah petugas Puskesmas Legok ikut-serta dalam penyuluhan cegah bahaya narkoba digelar tim gabungan terdiri Dinas Pemuda Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata, Dinas Pendidikan, Puskesmas Legok dan Polsek Legok di SMAN 17 Kabupaten Tangerang, Kamis (29/9).

Ni Luh Eva Siswanti, Plt Kepala Puskesmas Legok, mengatakan pihaknya dalam kegiatan ini bertindak melakukan penyuluhan tentang bahaya penyalahgunaan narkoba kepada seluruh pelajar di SMAN 17 Kabupaten Tangerang.

“Bahaya penyalahgunaan narkoba di kalangan pelajar hendaknya menjadi perhatian serius bagi kita semua di Kabupaten Tangerang terutama di Kecamatan Legok,” katanya.

Ditambahkan kegiatan penyuluhan ini merupakan upaya preventif agar dapat membentengi para pelajar dari bahaya narkoba yang bisa merusak tidak hanya kesehatan tubuh tapi juga moral generasi penerus bangsa.

Diinformasikan dalam kegiatan sejumlah petugas gabungan tersebut melakukan sweeping ke seluruh pelajar dengan memeriksa isi tas sekolah para pelajar tersebut.

Bypkmcisoka

Posko Kesehatan Selalu Hadir Pada Acara Hari Besar

JAMBE – Memberi bantuan layanan kesehatan di setiap acara hari besar dan acara berbasis kemasyarakatan lainnya di wilayah Kabupaten Tangerang selalu dilaksanakan, seperti dalam memperingati hari besar Idul Adha pada hari Senin (12/9/2016) Puskesmas Jambe membuka Posko Layanan Kesehatan yang dihadiri Bupati Tangerang H. Ahmed Zaki Iskandar. Jajaran Puskesmas Jambe bersama Binamas, Babinsa dan Tramtib Kecamatan Jambe membuka posko layanan kesehatan di lokasi acara perayaan Idul Adha tersebut . Disyukuri acara berlangsung lancar saat dimulai sampai selesai .

Bupati Tangerang sendiri seusai melaksanakan Sholat Idul Adha berjamaah langsung membuka acara ramah-tamah dengan para tokoh masyarakat, ulama dan masyarakat.

Nanang Suparman, Kepala TU Puskesmas Jambe, Rabu (14/9), menuturkan kegiatan kesiagaan memberi layanan kesehatan di saat digelarnya acara hari besar dan acara berbasis kemasyarakatan lainnya memang menjadi standar layanan dengan membuka Posko Layanan Kesehatan.

Ini dilakukan untuk mengantisipasi hal-hal gangguan kesehatan yang bisa saja dialami masyarakat yang hadir dalam acara tersebut, termasuk kesiagaan memberi layanan kesehatan kepada siapa saja yang menghadiri acara yang membutuhkan pelayanan kesehatan, sekaligus turut mensukseskan kegiatan perayaan yang dilaksanakan.

Bypkmcisoka

Ormas Dukung Dinkes Tingkatkan PHBS Masyarakat

TIGARAKSA – Seksi PSMK (Pengembangan Sistem Informasi Kesehatan) pada Bidang Pemberdayaan Masyarakat di Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang menggelar Pertemuan Penguatan Kemitraan Dengan Organisasi Masyarakat (Ormas) terkait Peningkatan PHBS Masyarakat Kabupaten Tangerang.
Acara berlangsung di Aula Kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang, Senin (29/8/2016), menampilkan narasumber ahli dari Dinas Kesehatan Provinsi Banten, ahli dari Sekretariat Daerah Kabupaten Tangerang dan Pengurus MUI Kabupaten Tangerang.
Peserta adalah pengurus dan anggota berbagai ormas, di antaranya Muslimat NU, KNPI, Patayat NU, Al-Hidayah, Pokia dan PKK Kabupaten Tangerang.
Dalam pertemuan itu, para pengurus ormas bersama anggotanya menyatakan kesiapan mereka membantu dan mendukung program pemerintah dalam meningkatkan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di lingkungan masyarakat. Selama ini harus diakui masih banyak masyarakat terkesan kurang peduli terhadap PHBS untuk menciptakan keluarga sehat.
Adapun indikator keluarga sehat, s.b.b: A. Program Gizi, Kesehatan Ibu dan Anak. Program ini terdiri dari: (1) Keluarga mengikuti KB; (2) Ibu bersalin di faskes; (3) Bayi mendapat imunisasi dasar lengkap; (4) Bayi diberi ASI eksklusif selama 6 bulan; (5) Pertumbuhan balita dipantau setiap bulan dengan datang ke posyandu.
B. Pengendalian Penyakit Menular dan Tidak Menular. Program ini terdiri dari: (1) Para penderita TB-Paru berobat sesuai standar; (2) Penderita Hipertensi berobat secara teratur; (3) Para penderita penyakit gangguan jiwa agar tidak diterlantarkan.
C. Perilaku dan Kesehatan Lingkungan. Program ini terdiri dari: (1) Tidak ada anggota keluarga yang merokok; (2) Keluarga memiliki atau menggunakan air bersih; (3) Keluarga memiliki atau menggunakan jamban sehat; (4) Setiap keluarga menjadi anggota JKN/Askes.
Hj Murwani SSit MM.Kes, Kasi PSMK pada Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang, berharap pertemuan ini dapat membuahkan MoU atau kesepakatan para pengurus ormas dengan dinas kesehatan dalam membantu masyarakat meningkatkan PHBS, baik di rumahnya maupun di lingkungannya.
Program ini penting dengan tujuan menjaga kesehatan rumah dan lingkungan, serta bisa membantu penyelamatan ibu melahirkan dan bayi baru lahir, termasuk mendukung pemberian ASI eksklusif.

Bypkmcisoka

Program EMAS Tetap Berjalan di Kabupaten Tangerang

TIGARAKSA – Program Gerakan Penyelamatan Ibu Melahirkan dan Bayi Baru Lahir yang digelontorkan Kementerian Kesehatan RI dengan sebutan Program EMAS akan berakhir September tahun ini, namun di Kabupaten Tangerang program tersebut akan terus dijalankan.
Kebijakan merakyat ini telah disepakati Bupati Tangerang bersama Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang disampaikan ke hadapan Tim EMAS Provinsi Banten saat berkunjung ke Ruang Kerja Bupati Tangerang H Ahmed Zaki Iskandar di Tigaraksa, Senin (22/8/2016).
Dijelaskan bupati, dirinya masih sangat mengharapkan agar Program EMAS (Expanding Maternal And Neonatal Survival)  dapat terus dilanjutkan mengingat wilayah Kabupaten Tangerang merupakan daerah urban dengan segala kompleksitas permasalahan kesehatan penduduknya.
Terutama menyangkut pada kematian ibu melahirkan dan bayi baru lahir yang masih harus ditekan angkanya. “Melalui program ini kita sudah mulai dapat memperbaikinya. Oleh karena itu, diharapkan program ini harus tetap berjalan,” ucap bupati.
drg Hj Naniek Isnaeni Lestari M.Kes, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang, menambahkan Progaram EMAS benar-benar mendukung kegiatan penyelamatan ibu melahirkan dan bayi baru lahir. Hasil evaluasi dari kegiatan ini membuktikan adanya penurunan angka kematian ibu melahirkan dan bayi baru lahir.
“Oleh karena itu kami sangat mendukung kebijakan bupati yang akan terus menindak lanjuti Program EMAS di Kabupaten Tangerang,” ucapnya.

Bypkmcisoka

Bunda Meisya Rajin ke Posyandu & Ikuti Penyuluhan

JAMBE – Mendapat pembinaan terbaik dari kader kesehatan posyandu dan petugas Puskesmas Jembe, pada akhirnya, mampu menempatkan Meisya Putri Virjilia, balita usia  26 bulan asal Kampung Ancol, Desa Ancol Pasir, meraih Juara I Lomba Balita Indonesia Kategori 2-5 Tahun Tingkat Kabupaten Tangerang 2016.

Anak pertama pasangan Mulyono, usia 30 tahun, dan Ny Agnes Aprilia, usia 28 tahun, mampu meraih nilai total 2.290 dari kriteria penilaian Kelengkapan Administrasi, Status Gizi, Pemeriksaan Gigi, Imunisasi dan Tabel Anak, Tabel Ibu dan Ayah, Pengetahun Ibu Tentang PKK dan Tentang Kesehatan, serta pemeriksaan fisik dan psikologis Balita.

Ny Agus Virjilia, Bunda Meisya Putri Virjilia, Jumat (29/7/2016), mengakui dirinya banyak mendapat pengetahuan tentang kesehatan anak dengan mengikuti lomba. “Terutama mengenai cara menjaga dan merawat kesehatan anak dengan baik.”

Saat lomba, Virjilia merasa beruntung karena dirinya telah mendapat banyak pengetahuan kesehatan keluarga dan 10 Program Pokok PKK dari petugas puskesmas dan PKK, sehingga pada saat tim penilai bertanya materi seputar itu, dirinya bisa menjawab dengan baik.

“Saya harapkan kepada para ibu yang sedang hamil maupun ibu memiliki balita, jangan pernah bosan datang ke posyandu di setiap bulannya, karena kesehatan kita dan balita dapat termonitor melalui buku panduan yang dicatat,” katanya.

“Selain itu kita juga bisa mendapat banyak pengetahuan tentang kesehatan keluarga dan cara merawat anak dengan baik,” tambahnya.

Diinformasikan Lomba Balita Indonesia Tingkat Kabupaten Tangerang 2016 digelar Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang bekerja-sama TP PKK Kabupaten Tangerang di Gedung Pendopo Kabupaten Tangerang, Rabu 27 Juli 2016 yang dibuka Wakil Ketua I TP PKK Kabupaten Tangerang, Hj Lili Hermansyah.

H Nanang Suparman, Kepala TU Puskesmas Jambe, mengungkapkan rasa syukur puskesmasnya karena warga di wilayah Kecamatan Jambe kini telah melek kesehatan, sehingga bisa melahirkan juara lomba balita.

Kini di wilayah kerja puskesmasnya hampir tidak ada lagi persalinan dibantu dengan dukun beranak, begitu juga setelah melahirkan para ibu rajin memeriksakan kesehatan bayinya ke posyandu di setiap bulan.

“Para bidan desa bersama para petugas kesehatan puskesmas didampingi kader PKK memang selalu bersama-sama mengadakan sosialisasi kesehatan yang rajin diikuti warga,” ucapnya.

Bypkmcisoka

Klinik Herbal Kini Dibuka Puskesmas Pagedangan

PAGEDANGAN – Puskesmas Pagedangan mulai membuka layanan klinik herbal sebagai salah-satu pelayanan kesehatan masyarakat dengan dokter yang melayani klinik ini adalah dr Hj Ratna Asih Msi.

Hartono SKM, Kasubag TU Puskesmas Pagedangan, Jumat (29/7/2016), mengakui pihaknya baru mulai merintis klinik herbal ini dan memulainya dengan pembinaan kepada masyarakat melalui kegiatan asuhan mandiri. Yaitu puskesmas melakukan pembinaan dan pelatihan kepada keluarga di masyarakat mengenai tanaman obat keluarga (TOGA).

“Keluarga binaan dilatih sehingga apabila anggota keluarga menderita sakit ringan, maka pertolongan pertamanya bisa dengan minum jamu yang berasal dari TOGA yang ada di sekitar rumah,  sehingga tidak langsung meminum obat obatan kimia,” ujarnya.

Ditambahkan Hartono, pelayanan dalam klinik herbal di Puskesmas Pagedangan di antaranya dokter memberikan resep obat herbal untuk pelayanan kesehatannya.

Selain itu di klinik pun ada pelayanan akupresur. Akupresur adalah teknik penyembuhan dengan menggunakan jari-jari tangan ataupun dengan menggunakan alat bantu, dengan cara menekan titik-titik syaraf tertentu pada tubuh. Penekanan pada titik–titik syaraf tubuh itu untuk mengobati penyakit ringan, antara lain : mual, migrain, nyeri sendi, nyeri haid, penyembuhan pasca melahirkan,dll.

Sementara pada akupuntur, teknik penyembuhannya dilakukan dengan menggunakan tusuk jarum di titik-titik syaraf tubuh.

Hartono mengungkapkan untuk lebih mensosialisasikannya kepada para pasien, kader dan petugas Puskesmas Pagedangan, pada hari Jumat di setiap pekannya digelar program minum jamu bersama usai melakukan senam sehat.

“Jamu yang diminum di antaranya jamu stamina, wedang uwuh, dan lain-lain,” ungkapnya.

Bypkmcisoka

Dinkes Beri Layanan Verifikasi Kesehatan Haji

CIKUPA – Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang selama 5 hari, 25-29 Juli 2016, memberikan Pelayanan Verifikasi Kesehatan Kepada Jemaah Calon Haji Kabupaten Tangerang dan Pemberian Vaksinasi Maningitis (Menivax SCTW).
Pelaksanaan dua kegiatan itu dilakukan di Rumah Sakit Mulya Insani Cikupa Kabupaten Tangerang. Sementara bagi jemaah calon haji wanita hamil di bawah 14 minggu dan lebih dari 26 minggu tidak diperkenankan mendapat vaksinasi tersebut.
Tahun ini, tercatat sedikitnya 1.629 jemaah calon haji asal Kabupaten Tangerang yang akan berangkat ke tanah suci.  Kini mereka diwajibkan mengikuti verifikasi kesehatan lanjutannya, karena sebelumnya mereka sudah mendapat pemeriksaan kesehatan dari puskesmas masing-masing.
Kegiatan ini sendiri sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 15 Tahun 2016 tentang Istithaah Kesehatan Jemaah Haji, papar dr Ni Wayan Manik Kusmayani, Kabid Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) pada Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang, Rabu (27/7/2016).
Dijelaskan ibadah haji merupakan ibadah dengan perjalanan panjang dan banyak kegiatan yang sangat melelahkan fisik. Selain itu, ada juga resiko gangguan kesehatan disebabkan kondisi iklim dan cuaca ekstrim yang berbeda dengan tanah air.
“Oleh karena itu diharapkan para jemaah calon haji harus sudah menjaga kesehatannya di tanah air dan mau berolahraga kecil sejak dini agar setibanya di tanah suci sudah memiliki stamina yang terbaik untuk kelancaran beribadah haji,” ucapnya.

Bypkmcisoka

Terpilih Dua Balita Duta Kabupaten Tangerang

TANGERANG – Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang bekerja-sama TP PKK Kabupaten Tangerang menggelar Lomba Balita Indonesia Tingkat Kabupaten Tangerang yang diikuti 58 balita dari 29 kecamatan di Aula Gedung Pendopo Kabupaten Tangerang, Rabu (27/7/2016).
Ke-58 balita yang masing-masing kecamatan mengirim 2 balita perwakilannya dijaring dalam lomba berkategori umur 6-24 bulan dan umur 2-5 tahun. Masing-masing balita peserta datang didampingi kader posyandu, petugas kesehatan, kepala puskesmas, dan pengurus PKK kecamatan.
Acara dibuka Hj Lili Hermansyah, Wakil Ketua I TP PKK Kabupaten Tangerang. Dia berharap kegiatan positif ini bisa terus ditindak-lanjuti agar dapat memotivasi para orangtua merawat dan menjaga tumbuh-kembang anak-anaknya dengan baik.
Yaitu anak yang memiliki wawasan terbaik dan memiliki jiwa inovasi sehingga pada saatnya bisa menjadi generasi-generasi harapan bangsa, khususnya Kabupaten Tangerang, katanya.
Untuk itu, Hj Lili berharap para orangtua yang balitanya menjadi peserta dalam lomba ini bisa menimba ilmu dan pengetahuan terbaik dalam menjaga dan merawat anak-anaknya. “Walaupun kalah dalam penilaian saat ini, namun harus tetap bangga karena anaknya sudah bisa mewakili kecamatan.”
drg Hj Naniek Isnaeni Lestari M.Kes, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang, mengutarakan tujuan kegiatan lomba ini untuk menyemangati para orangtua balita memberi perawatan dan pengasuhan anak-anaknya secara baik.
Sisi lainnya, diharapkan lomba ini dapat menstimulasi para orangtua balita untuk terus mengembangan wawasannya tentang kesehatan tumbuh-kembang anak, mau mengajak anak-anaknya ke posyandu dan memberikan ASI Ekslusif, memberikan imunisasi lengkap kepada anak-anaknya, serta memberikan rasa nyaman dan aman di dalam lingkungan anak-anak.
Adapun hasil lomba yang digelar, s.b.b: Untuk kategori umur 6-24 bulan, Juara I diraih Ahmad Haris Mukhtar dari Kecamatan Kemeri dengan total nilai 2.380, Juara II diraih balita asal Kecamatan Suka Mulya, dan Juara III diraih balita asal Kecamatan Mauk.
Sementara untuk kategori umur 2-5 tahun, Juara I diraih Meisya Putri Virjilia dari Kecamatan Jambe dengan total nilai 2.290, Juara II balita asal Kecamatan Sukadiri, dan Juara III diraih balita asal Kecamatan Mekar Baru.
Selanjutnya Ahmad Haris Mukhtar dari Kecamatan Kemeri dan Meisya Putri Virjilia dari Kecamatan Jambe ditetapkan menjadi duta balita Kabupaten Tangerang dalam Lomba Balita Indonesia Tingkat Propinsi Banten.