Author Archives: pkmcisoka

Bypkmcisoka

PENGUMUMAN SELEKSI TENAGA KONTRAK WAKTU TERTENTU (TKWT)

Dalam rangka pemenuhan kebutuhan tenaga kesehatan di lingkup kerja UPT Puskesmas Cisoka, untuk itu kami mengadakan seleksi pengadaan Tenaga Kontrak Waktu Tertentu (TKWT) untuk anggaran Tahun 2020. Adapun pemasukan berkas lamaran ditunggu Tanggal 31 Desember 2019 dan Tanggal 2 Januari 2020

Pengumuman dapat dilihat di menu “Informasi Publik (Info Berita) atau dapat di Download di Menu Unduhan

Bypkmcisoka

Dengan IVA Tes Mari Kita Deteksi Dini Kanker Serviks

Cisoka, 24 Oktober 2017 Tes inspeksi Visual Asam Asetat (IVA) merupakan salah satu cara untuk deteksi dini penyakit kanker serviks atau kanker mulut rahim. Tes IVA diketahui tidak sakit dan dinilai efektif mendeteksi kanker serviks, untuk itu Puskesmas Cisoka berkerja sama dengan kantor Kecamatan Cisoka melakukan IVA tes secara gratis.

Acara tersebut dihadiri oleh Ibu Camat Cisoka yang merupakan ketu TP PKK Kecamatan Cisoka beserta ibu – ibu PKK kecamatan. dalam acara tersebut diikuti oleh 53 orang peserta dari berbagai Desa yang ada di Kecataman Cisoka.

Apa itu Pemeriksaan IVA?

Pemeriksaan IVA (Inpeksi Visual dengan Asam Asetat) adalah pemeriksaan servik dengan melihat langsung servik setelah memulas servik dengan larutan asam asetat 3 – 5 %. Bila setelah pulasan asam asetat 3 – 5 % ada perubahan warna, yaitu tampak bercak putih, maka kemungkinan ada kelainan tahap pra kanker. Wanita yang dianjurkan untuk tes IVA yaitu usia 30 – 50 tahun.Metode IVA dirancang untuk masyarakat yang jauh dari fasilitas kesehatan. Syarat mengikuti test IVA , antara lain : sudah menikah, tidak sedang datang bulan/haid , tidak sedang hamil.

Kelebihan pemeriksaan IVA:

a. Mudah, praktis dan sederhana.

b. Butuh bahan dan alat yang sederhana dan murah.

c. Sensitivitas dan spesifikasi cukup tinggi.

d. Dapat dilaksanakan oleh tenaga kesehatan bukan dokter Ginekologi saja, akan tetapi dapat dilakukan oleh bidan di setiap tempat pemeriksaan kesehatan ibu atau dilakukan oleh semua tenaga medis terlatih.

e. Alat-alat yang dibutuhkan dan tehnik pemeriksaan sederhana.

f. Metode skrining IVA sesuai untuk pusat pelayanan sederhana.

Hasil pemeriksaan lebih cepat dan singkat karena langsung bisa dilihat pada perubahan warna serviknya. Berbeda dengan Pap smear yang membutuhkan waktu 7-10 hari untuk melihat hasilnya.

Dalam kegiatan yang di ketuai oleh Hj. Iyam Nursamsyiah selaku Bikor Puskesmas Cisoka berjalan cukup lancar. Dari 53 peserta yang diperiksa hasilnya tidak ditemukan IVA positif.

 

Bypkmcisoka

Sosialisasi Jumantik di Desa Cibugel

Cisoka, 17 Oktober 2017. Acara yang hanya dihadiri 20 orang peserta diantaranya oleh Kader, RT, RW, Sekdes dan staf Desa Caringin dibuka langsung oleh Siti Kusmiati selaku pemegang program Survailans Puskesmas Cisoka.

Dalam acara tersebut dijelaskan apa itu penyakit DBD. Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah penyakit menular yang disebabkan oleh nyamuk aedes aegypti yang tanda dan gejalanya demam tinggi yang disertai nyeri kepala, ulu hati, belakang bola mata, nyeri sendi dan otot, tidak mau makan, susah buang air besar (BAB) mual dan nyeri tenggorokan. Selain itu ada juga tanda perdarahan berupa bintik merah di kulit, mimisan, gusi berdarah, muntah darah bahkan BAB darah.

Pertolongan pertama pada penderita DBD adalah dengan memberikan minum 4-6 gelas per hari, larutan oralit, beri obat penurun demam, kompres dengan air hangat dan bawa segera ke Puskesmas/ klinik terdekat.

Adapun ciri-ciri nyamuk aedes aegypti adalah : nyamuk berwarna hitam bintik-bintik putih di badan dan kakinya, biasanya menggigit pada pagi dan sore hari dan nyamuk hidup didalam rumah atau sekitar terutama yang agak gelap, lembap dan kurang sinar matahari. Tempat perkembangbiakan nyamuk ini biasanya pada drum, kaleng bekas, botol bekas, ban bekas yang pada musim hujan terisi air, kolam ikan yang sudah tidak difungsikan lagi, dll.

Cara pencegahan penyakit DBD yaitu dengan cara memperhatikan dan membersihkan tempat perkembang biakan nyamuk aedes aegypti dengan cara Pemberantasa Sarang Nyamuk (PNS) dan 3M ( mengubur, menguras dan menutup) semua penampuangan air.

 

Bypkmcisoka

Kemitraan Bidan dan Dukun

Cisoka, 17 Oktober 2017. Bertempat di Aula Kecamatan Cisoka telah diadakan kegiatan kemitraan antara bidan dan dukun, acara yang dibuka oleh Bapak Wiryanto selaku Koramil Cisoka dan dihadiri oleh dukun paraji yang ada di wilayah kerja Puskesmas Cisoka serta oleh bidan Puskesmas sendiri.

Dalam acara tersebut juga dr. Endah Dwi Putrianti selaku Kepala Puskesmas Cisoka memaparkan bahwa angka Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) di Kecamatan Cisoka adalah yang tertinggi di Kabupaten Tangerang, untuk itu diharapkan kegiatan tersebut diharapkan dapat menurunkan angka AKI dan AKB, untuk itu semua ibu bersalin harus bersalin di tenaga kesehatan tidak boleh lagi bersalin dirumah. Faktor tingginya AKI dan AKB ini disebabkan oleh kurang gizi, anemia, penyakit menahun, lambat tertangani dalam protap kegawat daruratan, ANC tidak terkontrol dan tidak lengkap dan tekanan darah tinggi.

Kemitraan bidan dan dukun ini bertujuan untuk meningkatkan akses ibu dan bayi terhadap pelayanan kesehatan yang berkualitas dan meningkatkan peran dukun paraji dari penolong persalinan menjadi mitra bidan. Adapun peran dukun dalam kemitraan ini diantaranya :

  1. Memotivasi ibu hamil untuk periksa ke Puskesmas/Posyandu/bidan
  2. Mengantar ibu hamil yang tidak mau periksa ke Puskesmas/Posyandu/bidan
  3. Membantu bidan pada saat pemeriksaan ibu hamil
  4. Penyuluhan terhadap ibu hamil
  5. Memotivasi ibu hamil dan keluarga untuk periksa pasca persalinan
  6. Melaporkan kepada bidan apabila ada ibu hamil baru

Kemitraan bidan dan dukun ini mendapatkan hasil kesepakatan :

  1. Dukun tidak boleh menolong persalinan
  2. Bila ada yang bersalin harus memanggil bidan
  3. Fee disepakatan RP. 75.000 jika pasien yang dibawa lahir
  4. Dukun harus ikut KPKIA
  5. Sangsi Rp. 500.000,- bila dukun masih menolong persalinan (uang untuk kas Posyandu)
  6. Fee yang diberikan untuk pasien yang dirujuk ke RS Rp. 25.000 ( pasien yang belum dilakukan tindakan apapun oleh dukun)

 

Bypkmcisoka

Sosialiasi Jaminan Kesehatan Nasional

Cisoka, 12 Oktober 2017 Bertempat di aula Kecamatan Cisoka telah diadakan acara sosialisasi Jaminan Kesehatan Nasional. Acara yang dibuka oleh Drs. H. Arif Rahman selaku Sekcam Cisoka dalam sambutannya beliau mengatakan pentinnya kesehatan bagi seluruh warga, untuk itu beliau berpesan agar warga dapat  menjaga kesehatan baik pribadi, keluarga maupun lingkungannya.

Dalam kesempatan tersebut juga dr. Endah Dwi Putrianti selaku Kepala Puskesmas Cisoka yang baru bertugas selama kurang lebih 2 bulan berterima kasih kepada seluruh undangan sekaligus berkenalan dengan warga Cisoka. Beliau mengajak warga untuk bekerjasama dengan Puskesmas demi mewujudkan visi misi kabupaten kecamatan maupun puskesmas demi kemandirian kesehatan, agar warga cisoka mendapatkan kesehatan yang optimal. (KIS , Kartu Sehat, Jamkesda, Jamkesmas) sosialisasi ini diharapkan warga mengetahui apa itu Jaminan Kesehatan.

Acara dilanjutkan sosialiasi Jaminan Kesehatan Nasional oleh Yunarni, S.Kep dan Hany Amirudin Str.Keb dari UPT Pengelola Jaminan Kesehatan. Narasumber berpesan agar peserta yang hadir dapat menyampaikan apa yang didapat hari ini baik untuk keluarga sendiri ataupun tetangga sekitar.

Apa itu Jaminan Kesehatan ?

Jaminan berupa jaminan kesehatan agar peserta memperoleh manfaat pemeliharaan kesehatan dan perlindungan dalam memenuhi kebutuhan dasar kesehatan yang diberikan kepada setiap orang yang telah membayar iuran atau iurannya dibayarkan pemerintah

Jamkesda : Program jaminan kesehatan Masyarakat Daerah yang pembiayaannya bersumber dari APBD. Peserta Jamkesda adalah Masyarakat miskin atau tidak mampu diluar peserta JKN (PBI) yang berdomisili di Kabupaten Tangerang.

Ada beberapa bentuk jaminan yang ada di Indonesia salah satunya adalah Kartu Indonesia Sehat ( KIS ) kartu KIS ada 2 (dua) macam yaitu KIS ABPN yang merupakan pendanaan dari pusat dan KIS APBD yang pendanaannya dari anggaran Daerah  yang awalnya dari kartu sehat Kabupaten Tangerang. KIS APBD ini dinilai lebih tepat sasaran dikarenakan hasil dari pendataan yang terintegrasi antara Dinkes, Puskesmas, Dinkesos dan Disdukcapil. Bagi masyarakat yang belum memiliki jaminan masih bias memanfaatkan SKTM (surat Keterangan Tidak Mampu) yang berbentuk surat yang di urus ke Dinas Kesehatan.

Kartu Sehat Kabupaten Tangerang  : yang selanjutnya disebut kartu sehat adalah kartu identitas yang diberikan oleh pemerintah Kabupaten Tangerang untuk masyarakat miskin (kurang mampu) yang selanjutnya di iintegrasikan menjadi menjadi KIS. Proses Mekanisme Kartu KIS APBD ( pendataan ulang peserta KS oleh Puskesmas, Dinkes mengumpulkan data dari pkm, diserahkan ke dinkesos, dinkesos dilanjutkan ke disdukcapil untuk menyeleksi dari kartu KK, lalu diserahkan ke BPJS dari BPJS diseleksi ulang apakah data tersebut sudah ada jaminan atau belum.

Bypkmcisoka

Keluarga Sejahtera, Ibu Sehat Bayi Selamat dan Bebas Anemia

Cisoka 12 Oktober 2017, Bertempat di Desa Bojong Loa Kecamatan Cisoka Kabupaten Tangerang dilakukan penyuluhan “Anemia pada Ibu Hamil” yang dibuka oleh Kepala Desa Bojong Loa, acara dihadiri oleh 25 orang ibu hamil, sebagai narasumber oleh Netti Novianti, SST yaitu sebagai penangung jawab PONED Puskesmas Cisoka.

Kegiatan tersebut dilakukan mengingat analisa dari PWS KIA di Puskesmas Cisoka pada triwulan II kasus anemia pada ibu hamil semakin tinggi, begitu pula kasus persalinan dan rujukan di Poned Puksesmas Cisoka banyak didominasi oleh kasus perdarahan dan anemia.

Setelah dilakukan penyuluhan tentang pentingnya pemriksaan pada ibu hamil kegiatan dilanjutkan dengan deteksi dini anemia dengan melakukan pemeriksaan HB dan Golongan darah dan protein urinuntuk 25 peserta tersebut, dari hasil pemeriksaan tersebut didapatkan hasil sebanyak 70% ibu hamil menderita anemia dan hanya 30% saja yang normal.

dari 70% positif anemia sebanyak 45% dengan anemia ringan dan 25% dengan kasus anemia berat. Hasil pemeriksaan tersebut Kepala Desa berpesan kepada peserta (Bumil) untuk melakukan pemeriksaan rutin kehamilan ke Posyandu maupun ke Puskesmas, dan diharapkan semua ibu hamil melakukan persalinan di Puskesmas.