Monthly Archives:September 2017

Bypkmcisoka

Tim Penilai Lomba Kota Sehat Kagum Lingkungan Bebas Asap Rokok

KELAPA DUA – Tim Penilai Lomba Kota Sehat Tingkat Nasional yang datang ke wilayah Kelapa Dua memperlihatkan kekagumannya melihat lingkungan RT 03/RW 07 Kelurahan Kelapa Dua, Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang yang bebas asap rokok.
Tim yang datang pada Rabu 20 September 2017 diterima Camat Kelapa Dua didampingi Ketua FKS Kecamatan Kelapa Dua dan Kepala UPT Puskesmas Kelapa Dua di Aula Kantor Kecamatan Kelapa Dua.
Sebelum meninjau lokasi, tim mendapat paparan terinci tentang pengembangan program di atas yang masuk dalam tatanan kawasan kehidupan masyarakat sehat yang mandiri dan kehidupan sosial yang sehat.
Setelah itu, tim meninjau lingkungan RT 03/RW 07 Kepala Dua yang telah mengembangkan kawasan bebas asap rokok, lalu ke lokasi pasar sehat tradisional, ke Kampung Hijau PHBS RW 06 dan Panti Werda Islamic.
Dr Radianti Bulan Merliana, Kepala Puskesmas Kelapa Dua, mengutarakan untuk menciptakan lingkungan yang sehat diperlukan kerja-sama yang baik dari seluruh elemen masyarakat sehingga terbentuknya kesadaran masyarakay dalam menjaga kebersihan serta kesehatan lingkungan.
Misalnya di lingkungan itu dikomitmen tidak ada warga yang merokok di dalam rumah. Bila warga ingin merokok ada tempat pojok rokok yang telah di sediakan.
Sementara Kampung Hijau PHBS memiliki potensi luar biasa dengan hampir setiap pekarangan atau halaman rumah warga memiliki tanaman keluarga. Misalnya telah dikembangkan minuman Jamu Kunyit Asam, Jamu Beras Kencur, Wedang Sinom, Es Mentimun, Puding Naga, Wedang Sereh, Sirup Bunga Belimbing Wuluh, Roti Pandan Seji Selai Buah Mengkudu, Nasi Uduk Kembang Teleng dan Minyak Sereh.
Ditambahkan Yulia Minarty SKM, Pemegang Tugas Program Kesling Puskesmas Kelapa Dua, terciptanya kemudahan pembinaan di wilayahnya karena masyarakat memiliki kesadaran menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan. “Petugas cukup hanya sebulan sekali melakukan pembinaan sementara program berjalan lancar.”
Terkait mengikuti kegiatan lomba, pihaknya memberi pembinaan dalam penyusunan administrasi masing-masing bidang dengan baik dan benar. “Kini setiap kegiatan yang dilaksanakan dilaporkan dalam bentuk laporan tertulis disertai foto kegiatan yang bertanggal,” ucapnya.

Bypkmcisoka

Dirintis Rencana Pembentukan Posbindu PTM di Desa & Kelurahan

TIGARAKSA – Menyukseskan program Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas), Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang mulai merintis pembentukan Posbindu Penyakit Tidak Menular (PTM) di desa-desa dan kelurahan di seluruh wilayah.
H Moch Bachtiar, Kasi PTM dan Kesehatan Jiwa pada Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang, Rabu (20/9/2017), mengatakan data terkini Posbindu PTM yang ada di wilayah Kabupaten Tangerang sebanyak 41 unit atau rata-rata di satu wilayah puskesmas ada satu Posbindu PTM.
Sementara di Kabupaten Tangerang terdapat sedikitnya 279 desa/kelurahan. Untuk itu, dinkes berencana akan melakukan sosialisasi secara intens kepada instansi-instansi yang ada agar dapat membentuk Posbindu PTM di tingkat desa/kelurahan.
Tentunya juga, perlu disiapkan sejumlah kader-kader wilayah yang mau dan mampu memberi perbantuan kesehatan masyarakatnya, sehingga bisa terselenggara Posbindu PTM di wilayahnya masing-masing. “Dinkes Kabupaten Tangerang sendiri siap memberi pembinaan intensifnya.”
Dijelaskan Bachtiar, Posbindu PTM adalah tempat yang menyediakan sejumlah peralatan seperti timbangan, alat ukur tekanan darah, alat ukur asam urat, alat ukur kolesterol, alat ukur gula darah, d.l.l.
Sejumlah peralatan tersebut dikemas dalam bentuk Posbindu Kit, seperti yang diberikan oleh Kementerian Kesehatan RI kepada Posbindu PTM yang ada di Kelurahan Kuta Bumi saat Sosialisasi Germas di RW 05 Kelurahan Kuta Bumi, akhir Agustus lalu.
Posbindu ini berfungsi melakukan pengecekan kesehatan awal untuk mengetahui kondisi kesehatan warga. Baik dari tekanan darah, gula darah, kolesterol dan lain-lain. Posbindu PTM merupakan salah-satu upaya terdepan dalam menanggulangi penyakit tidak menular seperti darah tinggi, diabetes, stroke yang akhir-akhir ini trendnya terus mengalami peningkatan.
Dengan adanya Posbindu PTM diharapkan dapat terdeteksi sejak dini kesehtaan masyarakat sehingga penanganannya akan lebih mudah. Adapun yang menjadi sasaran dalam program Germas ini adalah warga usia 15 tahun ke atas.
“Di posbindu ini disediakan meja konsultasi untuk pembinaan peningkatan kesehatan atau jika perlu bisa dilakukan rujukan ke puskesmas terdekat apabila hasil pemeriksaan memerlukan penanganan lebih lanjut,” jelasnya.
Lebih lanjut diungkapkan ada dua wilayah kecamatan yang di setiap kelurahannya sudah ada Posbindu PTM yaitu Kecamatan Kelapa Dua dan Kecamatan Pagedangan. Ke depan Dinkes terus berupaya agar di seluruh desa/kelurahan minimal ada satu Posbindu PTM.

Bypkmcisoka

Kabupaten Tangerang Ikuti Penilaian Kota Sehat Nasional

TIGARAKSA – Forum Kota Sehat (FKS) Kabupaten Tangerang mengikuti penilaian Lomba Kota Sehat Tingkat Nasional mewakili Provinsi Banten karena menjadi yang terbaik di tingkat propinsi.
Penilaian dengan 5 tatanan ini berlangsung di Tigaraksa pada Rabu (20/9/2017). Kelima tatatan yang dinilai itu, yaitu: (1) Kawasan Permukiman Sarana dan Prasarana Sehat; (2) Kawasan Industri dan Perkantoran Sehat; (3)Kawasan Ketahanan Pangan dan Gizi; (4) Kawasan Kehidupan Masyarakat Sehat Yang Mandiri; (5) Kawasan Kehidupan Sosial Yang Sehat.
Tim Penilai Kota Sehat Tingkat Nasional yang datang diterima Bupati Tangerang H Ahmed Zaki Iskandar, perwakilan Tim Pembina FKS Provinsi Banten, Pengurus FKS Kabupaten Tangerang, para kepala OPD Kabupaten Tangerang dan para camat di Ruang Wareng, Gedung Perkantoran Bupati Tangerang di Tigaraksa.
Selanjutnya, kepada tim penilai Bupati Tangerang menyampaikan 25 program unggulan pembangunan yang ada di wilayahnya, yang salah-satunya adalah program FKS Kabupaten Tangerang.
Dengan program prioritas ini, maka Kabupaten Tangerang pun berhasil meraih penghargaan Swasti Saba Padapa Tingkat Nasional di tahun 2013, Swasti Saba Wiwerda Tingkat Nasional di tahun 2015, dan Swasti Saba Wistara Tingkat Propinsi di tahun 2016.
Penghargaan ini didapat karena pelaksanaan programnya mendapat dukungan seluruh elemen masyarakat Kabupaten Tangerang, ucap bupati.
Setelah melihat tayangan seromonial program kota sehat dilaksanakan, tim penilai dibagi dalam 2 kelompok mengadakan kunjungan ke beberapa lokasi penilaian, semisal ke perkantoran sehat dan sekolah sehat di SMPN Tigaraksa.
Lalu ke kawasan kehidupan masyarakat sehat yang mandiri dan kehidupan sosial yang sehat di wilayah Kecamatan Kelapa Dua, kawasan ketahanan pangan dan gizi memanfaatkan lahan dan pekarangan kosong di wilayah Kecamatan Cisauk, kawasan industri dan perkantoran sehat di wilayah Kecamatan Balaraja, serta kawasan pemukiman sarana dan prasarana sehat di wilayah Kecamatan Panongan.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang, dr Hj Desiriana Dinardianti MARS berharap dengan adanya penilaian FKS ini masyarakat dan pemerintah bisa terus bergandengan tangan menciptakan lingkungan-lingkungan sehat.
“Dinas kesehatan selalu mendukung program ini untuk menjadikan keluarga, lingkungan, Kabupaten Tangerang sehat,” katanya. Sehingga pada gilirannya akan dapat bersama-sama daerah lain mewujudkan Indonesia Sehat.