Yearly Archives:2017

Bypkmcisoka

Sosialisasi Jumantik di Desa Cibugel

Cisoka, 17 Oktober 2017. Acara yang hanya dihadiri 20 orang peserta diantaranya oleh Kader, RT, RW, Sekdes dan staf Desa Caringin dibuka langsung oleh Siti Kusmiati selaku pemegang program Survailans Puskesmas Cisoka.

Dalam acara tersebut dijelaskan apa itu penyakit DBD. Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah penyakit menular yang disebabkan oleh nyamuk aedes aegypti yang tanda dan gejalanya demam tinggi yang disertai nyeri kepala, ulu hati, belakang bola mata, nyeri sendi dan otot, tidak mau makan, susah buang air besar (BAB) mual dan nyeri tenggorokan. Selain itu ada juga tanda perdarahan berupa bintik merah di kulit, mimisan, gusi berdarah, muntah darah bahkan BAB darah.

Pertolongan pertama pada penderita DBD adalah dengan memberikan minum 4-6 gelas per hari, larutan oralit, beri obat penurun demam, kompres dengan air hangat dan bawa segera ke Puskesmas/ klinik terdekat.

Adapun ciri-ciri nyamuk aedes aegypti adalah : nyamuk berwarna hitam bintik-bintik putih di badan dan kakinya, biasanya menggigit pada pagi dan sore hari dan nyamuk hidup didalam rumah atau sekitar terutama yang agak gelap, lembap dan kurang sinar matahari. Tempat perkembangbiakan nyamuk ini biasanya pada drum, kaleng bekas, botol bekas, ban bekas yang pada musim hujan terisi air, kolam ikan yang sudah tidak difungsikan lagi, dll.

Cara pencegahan penyakit DBD yaitu dengan cara memperhatikan dan membersihkan tempat perkembang biakan nyamuk aedes aegypti dengan cara Pemberantasa Sarang Nyamuk (PNS) dan 3M ( mengubur, menguras dan menutup) semua penampuangan air.

 

Bypkmcisoka

Kemitraan Bidan dan Dukun

Cisoka, 17 Oktober 2017. Bertempat di Aula Kecamatan Cisoka telah diadakan kegiatan kemitraan antara bidan dan dukun, acara yang dibuka oleh Bapak Wiryanto selaku Koramil Cisoka dan dihadiri oleh dukun paraji yang ada di wilayah kerja Puskesmas Cisoka serta oleh bidan Puskesmas sendiri.

Dalam acara tersebut juga dr. Endah Dwi Putrianti selaku Kepala Puskesmas Cisoka memaparkan bahwa angka Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) di Kecamatan Cisoka adalah yang tertinggi di Kabupaten Tangerang, untuk itu diharapkan kegiatan tersebut diharapkan dapat menurunkan angka AKI dan AKB, untuk itu semua ibu bersalin harus bersalin di tenaga kesehatan tidak boleh lagi bersalin dirumah. Faktor tingginya AKI dan AKB ini disebabkan oleh kurang gizi, anemia, penyakit menahun, lambat tertangani dalam protap kegawat daruratan, ANC tidak terkontrol dan tidak lengkap dan tekanan darah tinggi.

Kemitraan bidan dan dukun ini bertujuan untuk meningkatkan akses ibu dan bayi terhadap pelayanan kesehatan yang berkualitas dan meningkatkan peran dukun paraji dari penolong persalinan menjadi mitra bidan. Adapun peran dukun dalam kemitraan ini diantaranya :

  1. Memotivasi ibu hamil untuk periksa ke Puskesmas/Posyandu/bidan
  2. Mengantar ibu hamil yang tidak mau periksa ke Puskesmas/Posyandu/bidan
  3. Membantu bidan pada saat pemeriksaan ibu hamil
  4. Penyuluhan terhadap ibu hamil
  5. Memotivasi ibu hamil dan keluarga untuk periksa pasca persalinan
  6. Melaporkan kepada bidan apabila ada ibu hamil baru

Kemitraan bidan dan dukun ini mendapatkan hasil kesepakatan :

  1. Dukun tidak boleh menolong persalinan
  2. Bila ada yang bersalin harus memanggil bidan
  3. Fee disepakatan RP. 75.000 jika pasien yang dibawa lahir
  4. Dukun harus ikut KPKIA
  5. Sangsi Rp. 500.000,- bila dukun masih menolong persalinan (uang untuk kas Posyandu)
  6. Fee yang diberikan untuk pasien yang dirujuk ke RS Rp. 25.000 ( pasien yang belum dilakukan tindakan apapun oleh dukun)

 

Bypkmcisoka

Sosialiasi Jaminan Kesehatan Nasional

Cisoka, 12 Oktober 2017 Bertempat di aula Kecamatan Cisoka telah diadakan acara sosialisasi Jaminan Kesehatan Nasional. Acara yang dibuka oleh Drs. H. Arif Rahman selaku Sekcam Cisoka dalam sambutannya beliau mengatakan pentinnya kesehatan bagi seluruh warga, untuk itu beliau berpesan agar warga dapat  menjaga kesehatan baik pribadi, keluarga maupun lingkungannya.

Dalam kesempatan tersebut juga dr. Endah Dwi Putrianti selaku Kepala Puskesmas Cisoka yang baru bertugas selama kurang lebih 2 bulan berterima kasih kepada seluruh undangan sekaligus berkenalan dengan warga Cisoka. Beliau mengajak warga untuk bekerjasama dengan Puskesmas demi mewujudkan visi misi kabupaten kecamatan maupun puskesmas demi kemandirian kesehatan, agar warga cisoka mendapatkan kesehatan yang optimal. (KIS , Kartu Sehat, Jamkesda, Jamkesmas) sosialisasi ini diharapkan warga mengetahui apa itu Jaminan Kesehatan.

Acara dilanjutkan sosialiasi Jaminan Kesehatan Nasional oleh Yunarni, S.Kep dan Hany Amirudin Str.Keb dari UPT Pengelola Jaminan Kesehatan. Narasumber berpesan agar peserta yang hadir dapat menyampaikan apa yang didapat hari ini baik untuk keluarga sendiri ataupun tetangga sekitar.

Apa itu Jaminan Kesehatan ?

Jaminan berupa jaminan kesehatan agar peserta memperoleh manfaat pemeliharaan kesehatan dan perlindungan dalam memenuhi kebutuhan dasar kesehatan yang diberikan kepada setiap orang yang telah membayar iuran atau iurannya dibayarkan pemerintah

Jamkesda : Program jaminan kesehatan Masyarakat Daerah yang pembiayaannya bersumber dari APBD. Peserta Jamkesda adalah Masyarakat miskin atau tidak mampu diluar peserta JKN (PBI) yang berdomisili di Kabupaten Tangerang.

Ada beberapa bentuk jaminan yang ada di Indonesia salah satunya adalah Kartu Indonesia Sehat ( KIS ) kartu KIS ada 2 (dua) macam yaitu KIS ABPN yang merupakan pendanaan dari pusat dan KIS APBD yang pendanaannya dari anggaran Daerah  yang awalnya dari kartu sehat Kabupaten Tangerang. KIS APBD ini dinilai lebih tepat sasaran dikarenakan hasil dari pendataan yang terintegrasi antara Dinkes, Puskesmas, Dinkesos dan Disdukcapil. Bagi masyarakat yang belum memiliki jaminan masih bias memanfaatkan SKTM (surat Keterangan Tidak Mampu) yang berbentuk surat yang di urus ke Dinas Kesehatan.

Kartu Sehat Kabupaten Tangerang  : yang selanjutnya disebut kartu sehat adalah kartu identitas yang diberikan oleh pemerintah Kabupaten Tangerang untuk masyarakat miskin (kurang mampu) yang selanjutnya di iintegrasikan menjadi menjadi KIS. Proses Mekanisme Kartu KIS APBD ( pendataan ulang peserta KS oleh Puskesmas, Dinkes mengumpulkan data dari pkm, diserahkan ke dinkesos, dinkesos dilanjutkan ke disdukcapil untuk menyeleksi dari kartu KK, lalu diserahkan ke BPJS dari BPJS diseleksi ulang apakah data tersebut sudah ada jaminan atau belum.

Bypkmcisoka

Keluarga Sejahtera, Ibu Sehat Bayi Selamat dan Bebas Anemia

Cisoka 12 Oktober 2017, Bertempat di Desa Bojong Loa Kecamatan Cisoka Kabupaten Tangerang dilakukan penyuluhan “Anemia pada Ibu Hamil” yang dibuka oleh Kepala Desa Bojong Loa, acara dihadiri oleh 25 orang ibu hamil, sebagai narasumber oleh Netti Novianti, SST yaitu sebagai penangung jawab PONED Puskesmas Cisoka.

Kegiatan tersebut dilakukan mengingat analisa dari PWS KIA di Puskesmas Cisoka pada triwulan II kasus anemia pada ibu hamil semakin tinggi, begitu pula kasus persalinan dan rujukan di Poned Puksesmas Cisoka banyak didominasi oleh kasus perdarahan dan anemia.

Setelah dilakukan penyuluhan tentang pentingnya pemriksaan pada ibu hamil kegiatan dilanjutkan dengan deteksi dini anemia dengan melakukan pemeriksaan HB dan Golongan darah dan protein urinuntuk 25 peserta tersebut, dari hasil pemeriksaan tersebut didapatkan hasil sebanyak 70% ibu hamil menderita anemia dan hanya 30% saja yang normal.

dari 70% positif anemia sebanyak 45% dengan anemia ringan dan 25% dengan kasus anemia berat. Hasil pemeriksaan tersebut Kepala Desa berpesan kepada peserta (Bumil) untuk melakukan pemeriksaan rutin kehamilan ke Posyandu maupun ke Puskesmas, dan diharapkan semua ibu hamil melakukan persalinan di Puskesmas.

Bypkmcisoka

Kunjungan Rumah Pasien Jiwa dari Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang

Cisoka 10 Oktober 2017, Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang melalui seksi Penyakit Tidak Menular (PTM) telah melakukan kunjungan rumah bagi pasien gangguan jiwa di wilayah kerja Puskesmas Cisoka.

Melalui perwakilannya yaitu H. Pirmansyah, S.Kep.Msi dan H. Johari Efendi melakukan lawatan ke Desa Cisoka yaitu tepatnya di Kp. Lukun RT 02 RW 01 kerumah Pasien yang bernama Tn. M usia 39 Tahun, beliau mengalami gangguan jiwa sejak tahun 2013. Setelah itu kunjungan dilanjutkan ke rumah Tn. A yang beralamat di Kp. Sadang RT 04 RW 03 Ds. Cempaka Kec. Cisoka.

Tn. A merupakan satu-satunya pasien jiwa binaan Puskesmas Cisoka yang masih di pasung karena kondisi mentalnya masih belum stabil, pasien masih sering mengamuk dan membahayakan warga sekitar. Tetapi dibandingkan pada awal penanganan Puskesmas pasien jauh lebih terkontrol dan sudah banyak perkembangan ke arah yang lebih baik.

Dalam lawatannya kedua petugas dari Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang sangat mengapresiasi keberhasilan penanganan gangguan jiwa oleh Puskesmas Cisoka, terbukti selain banyaknya pasien gangguan jiwa yang sudah sembuh banyak juga pasien yang berasal dari wilayah kerja Puskesmas bahkan ada yang dari luar Kabupaten, contohnya dari Serang.

Puskesmas cisoka merupakan Puskesmas yang paling banyak menangani pasien jiwa yaitu ada 110 pasien dengan diagnosa yang berbeda, tetapi kebanyakan merupakan pasien Schizofrenia dan Gangguan Psikotik Kronik Lain. Terakhir petugas Puskesmas yang diwakili oleh dr. H. Sugiyani HAB dan M. Tijarudin berpesan kepada perwakilan dari Dinas Kesehatan agar stok obat oral (minum) dan obat Inject (suntikan) harus lebih banyak lagi persediannya demi kelancaran penaganan kasus jiwa tersebut.

Bypkmcisoka

Kabupaten Tangerang Canangkan Program 1 Rumah 1 Jumantik

TIGARAKSA – Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang menggelar pencanangan program 1 Rumah 1 Jumantik yang dilaksanakan di Perumahan Puri Bidara Permai di RW 06 Desa Pematang, Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, Selasa (26/9/2017).

Pencanangan program yang bertujuan meningkatkan peran-serta masyarakat dalam pemberantasan penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) ini diresmikan Asda I Bidang Pemerintahan dan Kemasyarakatan Pemkab Tangerang, H Heri Herianto Msi.

Dalam sambutannya, Asda I Kabupaten Tangerang bersyukur di wilayah Kabupaten Tangerang pada tahun 2017 ini telah terjadi penurunan angka kasus DBD. “Namun kita jangan sampai terlena dengan itu, mari kita meningkatkan upaya sadar diri dalam melakukan kebersihan lingkungan dan gerakan pemberantasan sarang nyamuk di setiap minggunya.”

Diakui dengan dicanangkannya program 1 Rumah 1 Jumantik (Juru Pemantau Jentik) bisa dijadikan komitmen bersama masyarakat Kabupaten Tangerang dalam memberantas DBD.

“Jadikan program ini bukan hanya di wilayah Tigaraksa saja, namun dilaksanakan di wilayah-wilayah kecamatan lainnya,” harap Heri Herianto.

Sementara dr Hj Desiriana Dinardianti MARS, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang, mengakui penyakit Demam Berdarah Dengue masih menjadi salah-satu prioritas nasional dalam penanggulangannya. Penyakit ini dapat datang kapan saja, yang bisa saja menjadi kejadian luar biasa (KLB).

Pengendaliannya sendiri telah tertuang dalam Keputusan Menteri Kesehatan RI tentang Pemberantasan Demam Berdarah. Dengan prioritas utama pencegahannya melibatkan peran-serta masyarakat. “Seperti program yang saat ini dicanangkan.”

Diharapkan dengan terbentuknya kader jumantik di setiap wilayah yang melakukan pemantauan jentik di setiap harinya atau seminggu sekali akan dapat mencegah wabah Demam Berdarah.

Diakui di tahun 2014 wilayah pencanangan ini dapat dikatakan terjadi KLB DBD. Namun berkat kerja-keras para kader, masyarakat, dan petugas Puskesmas Pasir Nangka dalam melakukan pencegahannya, kini wilayah ini dapat menjadi wilayah bebas jentik nyamuk.

Bypkmcisoka

Tim Penilai Lomba Kota Sehat Kagum Lingkungan Bebas Asap Rokok

KELAPA DUA – Tim Penilai Lomba Kota Sehat Tingkat Nasional yang datang ke wilayah Kelapa Dua memperlihatkan kekagumannya melihat lingkungan RT 03/RW 07 Kelurahan Kelapa Dua, Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang yang bebas asap rokok.
Tim yang datang pada Rabu 20 September 2017 diterima Camat Kelapa Dua didampingi Ketua FKS Kecamatan Kelapa Dua dan Kepala UPT Puskesmas Kelapa Dua di Aula Kantor Kecamatan Kelapa Dua.
Sebelum meninjau lokasi, tim mendapat paparan terinci tentang pengembangan program di atas yang masuk dalam tatanan kawasan kehidupan masyarakat sehat yang mandiri dan kehidupan sosial yang sehat.
Setelah itu, tim meninjau lingkungan RT 03/RW 07 Kepala Dua yang telah mengembangkan kawasan bebas asap rokok, lalu ke lokasi pasar sehat tradisional, ke Kampung Hijau PHBS RW 06 dan Panti Werda Islamic.
Dr Radianti Bulan Merliana, Kepala Puskesmas Kelapa Dua, mengutarakan untuk menciptakan lingkungan yang sehat diperlukan kerja-sama yang baik dari seluruh elemen masyarakat sehingga terbentuknya kesadaran masyarakay dalam menjaga kebersihan serta kesehatan lingkungan.
Misalnya di lingkungan itu dikomitmen tidak ada warga yang merokok di dalam rumah. Bila warga ingin merokok ada tempat pojok rokok yang telah di sediakan.
Sementara Kampung Hijau PHBS memiliki potensi luar biasa dengan hampir setiap pekarangan atau halaman rumah warga memiliki tanaman keluarga. Misalnya telah dikembangkan minuman Jamu Kunyit Asam, Jamu Beras Kencur, Wedang Sinom, Es Mentimun, Puding Naga, Wedang Sereh, Sirup Bunga Belimbing Wuluh, Roti Pandan Seji Selai Buah Mengkudu, Nasi Uduk Kembang Teleng dan Minyak Sereh.
Ditambahkan Yulia Minarty SKM, Pemegang Tugas Program Kesling Puskesmas Kelapa Dua, terciptanya kemudahan pembinaan di wilayahnya karena masyarakat memiliki kesadaran menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan. “Petugas cukup hanya sebulan sekali melakukan pembinaan sementara program berjalan lancar.”
Terkait mengikuti kegiatan lomba, pihaknya memberi pembinaan dalam penyusunan administrasi masing-masing bidang dengan baik dan benar. “Kini setiap kegiatan yang dilaksanakan dilaporkan dalam bentuk laporan tertulis disertai foto kegiatan yang bertanggal,” ucapnya.

Bypkmcisoka

Dirintis Rencana Pembentukan Posbindu PTM di Desa & Kelurahan

TIGARAKSA – Menyukseskan program Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas), Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang mulai merintis pembentukan Posbindu Penyakit Tidak Menular (PTM) di desa-desa dan kelurahan di seluruh wilayah.
H Moch Bachtiar, Kasi PTM dan Kesehatan Jiwa pada Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang, Rabu (20/9/2017), mengatakan data terkini Posbindu PTM yang ada di wilayah Kabupaten Tangerang sebanyak 41 unit atau rata-rata di satu wilayah puskesmas ada satu Posbindu PTM.
Sementara di Kabupaten Tangerang terdapat sedikitnya 279 desa/kelurahan. Untuk itu, dinkes berencana akan melakukan sosialisasi secara intens kepada instansi-instansi yang ada agar dapat membentuk Posbindu PTM di tingkat desa/kelurahan.
Tentunya juga, perlu disiapkan sejumlah kader-kader wilayah yang mau dan mampu memberi perbantuan kesehatan masyarakatnya, sehingga bisa terselenggara Posbindu PTM di wilayahnya masing-masing. “Dinkes Kabupaten Tangerang sendiri siap memberi pembinaan intensifnya.”
Dijelaskan Bachtiar, Posbindu PTM adalah tempat yang menyediakan sejumlah peralatan seperti timbangan, alat ukur tekanan darah, alat ukur asam urat, alat ukur kolesterol, alat ukur gula darah, d.l.l.
Sejumlah peralatan tersebut dikemas dalam bentuk Posbindu Kit, seperti yang diberikan oleh Kementerian Kesehatan RI kepada Posbindu PTM yang ada di Kelurahan Kuta Bumi saat Sosialisasi Germas di RW 05 Kelurahan Kuta Bumi, akhir Agustus lalu.
Posbindu ini berfungsi melakukan pengecekan kesehatan awal untuk mengetahui kondisi kesehatan warga. Baik dari tekanan darah, gula darah, kolesterol dan lain-lain. Posbindu PTM merupakan salah-satu upaya terdepan dalam menanggulangi penyakit tidak menular seperti darah tinggi, diabetes, stroke yang akhir-akhir ini trendnya terus mengalami peningkatan.
Dengan adanya Posbindu PTM diharapkan dapat terdeteksi sejak dini kesehtaan masyarakat sehingga penanganannya akan lebih mudah. Adapun yang menjadi sasaran dalam program Germas ini adalah warga usia 15 tahun ke atas.
“Di posbindu ini disediakan meja konsultasi untuk pembinaan peningkatan kesehatan atau jika perlu bisa dilakukan rujukan ke puskesmas terdekat apabila hasil pemeriksaan memerlukan penanganan lebih lanjut,” jelasnya.
Lebih lanjut diungkapkan ada dua wilayah kecamatan yang di setiap kelurahannya sudah ada Posbindu PTM yaitu Kecamatan Kelapa Dua dan Kecamatan Pagedangan. Ke depan Dinkes terus berupaya agar di seluruh desa/kelurahan minimal ada satu Posbindu PTM.

Bypkmcisoka

Kabupaten Tangerang Ikuti Penilaian Kota Sehat Nasional

TIGARAKSA – Forum Kota Sehat (FKS) Kabupaten Tangerang mengikuti penilaian Lomba Kota Sehat Tingkat Nasional mewakili Provinsi Banten karena menjadi yang terbaik di tingkat propinsi.
Penilaian dengan 5 tatanan ini berlangsung di Tigaraksa pada Rabu (20/9/2017). Kelima tatatan yang dinilai itu, yaitu: (1) Kawasan Permukiman Sarana dan Prasarana Sehat; (2) Kawasan Industri dan Perkantoran Sehat; (3)Kawasan Ketahanan Pangan dan Gizi; (4) Kawasan Kehidupan Masyarakat Sehat Yang Mandiri; (5) Kawasan Kehidupan Sosial Yang Sehat.
Tim Penilai Kota Sehat Tingkat Nasional yang datang diterima Bupati Tangerang H Ahmed Zaki Iskandar, perwakilan Tim Pembina FKS Provinsi Banten, Pengurus FKS Kabupaten Tangerang, para kepala OPD Kabupaten Tangerang dan para camat di Ruang Wareng, Gedung Perkantoran Bupati Tangerang di Tigaraksa.
Selanjutnya, kepada tim penilai Bupati Tangerang menyampaikan 25 program unggulan pembangunan yang ada di wilayahnya, yang salah-satunya adalah program FKS Kabupaten Tangerang.
Dengan program prioritas ini, maka Kabupaten Tangerang pun berhasil meraih penghargaan Swasti Saba Padapa Tingkat Nasional di tahun 2013, Swasti Saba Wiwerda Tingkat Nasional di tahun 2015, dan Swasti Saba Wistara Tingkat Propinsi di tahun 2016.
Penghargaan ini didapat karena pelaksanaan programnya mendapat dukungan seluruh elemen masyarakat Kabupaten Tangerang, ucap bupati.
Setelah melihat tayangan seromonial program kota sehat dilaksanakan, tim penilai dibagi dalam 2 kelompok mengadakan kunjungan ke beberapa lokasi penilaian, semisal ke perkantoran sehat dan sekolah sehat di SMPN Tigaraksa.
Lalu ke kawasan kehidupan masyarakat sehat yang mandiri dan kehidupan sosial yang sehat di wilayah Kecamatan Kelapa Dua, kawasan ketahanan pangan dan gizi memanfaatkan lahan dan pekarangan kosong di wilayah Kecamatan Cisauk, kawasan industri dan perkantoran sehat di wilayah Kecamatan Balaraja, serta kawasan pemukiman sarana dan prasarana sehat di wilayah Kecamatan Panongan.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang, dr Hj Desiriana Dinardianti MARS berharap dengan adanya penilaian FKS ini masyarakat dan pemerintah bisa terus bergandengan tangan menciptakan lingkungan-lingkungan sehat.
“Dinas kesehatan selalu mendukung program ini untuk menjadikan keluarga, lingkungan, Kabupaten Tangerang sehat,” katanya. Sehingga pada gilirannya akan dapat bersama-sama daerah lain mewujudkan Indonesia Sehat.