Puskesmas Sukatani Gencarkan DOFU

RAJEG – Petugas Puskesmas Sukatani terus menggencarkan penyuluhan dan pembinaan kesehatan bayi dan balita di 5 desa dengan melakukan drop out follow up (DOFU) imunisasi untuk menurunkan angka kesakitan dan kematian bayi dan balita di 5 desa binaan tersebut.

Metoda yang dilakukan yaitu dengan mendatangkan rumah-rumah warga pemiliki bayi usia 0-3 tahun. Langkah ini dinilai efektif karena masih ada sejumlah orangtua yang belum mau melengkapi imunisasi anak-anaknya disebabkan kurangnya pengetahuan dan pengertian tentang manfaat kekebalan imunisasi bagi anak-anak mereka.

Oleh karena itu, para petugas kesehatan Puskesmas Sukatani sejak September terus menggencarkan penyuluhan kepada warga pemilik bayu-balita, para kader kesehatan dan pengurus PKK di 5 desa itu.

dr Riesda Nandini, Kepala Subbag TU Puskesmas Sukatani, Selasa (25/10/2016), mengakui penjangkauan bayi dan balita dengan DOFU telah selesai dilaksanakan di 5 desa. Namun itu bukan berarti pekerjaan telah selesai karena masih ada sejumlah orangtua yang harus diberikan pemahaman lebih lanjut mengenai manfaat imunisasi.

“Agar mereka bisa memahami manfaatnya, sehingga ke depan tidak perlu lagi para petugas kesehatan bersama para kader mendatangi rumah mereka untuk memberikan imunisasi kepada balitanya, melainkan mereka sadar sendiri membawa balitanya ke posyandu atau puskesmas,”katanya.

Hj Nurhayati, Koordinator Imunisasi Puskesmas Sukatani, menambahkan dengan gencarnya penyuluhan dan pembinaan kepada para kader kesehatan desa pun, kini ibu-ibu muda di desa-desa itu sudah banyak yang memahami pentingnya imunisasi kepada anak mereka.

“Peran aktif para kader kesehatan desa sangat membantu dalam melakukan pencegahan kematian bayi dan anak,” ucapnya.

About

You may also like...

Comments are closed.