Puskesmas Kosambi Gelar Mobile VCT ke Lokasi Mangkal PSK

KOSAMBI – Mencegah penularan PMS (penyakit menular seksual) dan HIV yang dibawa para pekerja seks komersial (PSK), Puskesmas Kosambi menggelar pemeriksaan VCT (Voluntary Counseling and Testing) kepada PSK di lokasi mangkal di malam hari mereka di Pondok Jagung.

VCT adalah  testing HIV secara sukarela yang bersifat confidential diawali proses konseling pra testing, dan konseling post testing, untuk deteksi dini  penyakit  HIV.

Ini dilakukan Puskesmas Kosambi setelah mendapat data pasca pembongkaran Lokalisasi PSK Pantai Dadap oleh Pemerintah Kabupaten  Tangerang yang menduga para PSK di lokasi itu beroperasi ke tempat lain, salah-satu ke Pondok Jagung  Kec Kosambi , sehingga sangat rentan pada penularan Infeksi Menular Seksual (IMS) maupun HIV danAIDS.

Terbukti saat dilakukan mobilisasi pemeriksaan VCT di Pondok Jagung Kec Kosambi , tepatnya di lokasi tempat PSK mangkal malam hari, pada Jumat (14/10/2016), dari 35 PSK yang mengikuti pemeriksaan VCT terdapat 2 PSK dinyatakan positif HIV.

Terkait itu, petugas Puskesmas segera memberikan konseling dan memberikan rujukan kepada dua PSK itu untuk mendapat penanganan khusus penyakitnya.

dr Hendra Tarmizi, Kepala Puskesmas Kosambi, mengakui pemeriksaan mobile VCT ini akan terus dilakukan baik kepada para PSK maupun warga yang ada di wilayah kerja Puskesmas Kosambi. Ini dilakukan untuk mengontrol para penderita penyakit menular seksual  ini sebelum menulari orang lain.

Oleh karena itu diharapkan kepada para kader kesehatan desa dan RT/RW agar dapat memberikan informasi kepada warganya agar  mau memeriksakan dirinya terutama pada kelompok berisiko tinggi dan pada populasi rentan.

Pemeriksaan dini terhadap populasi kunci untuk mengetahui status kesehatannya perlu dilakukan segera agar penderita mendapat pengobatan Anti Retra Viral pencegahan penularan terhadap pasangan dan anak.

Kegiatan  Mobile VCT sendiri dijamin kerahasiaannya dan diperlukan konsultasi mendalam antara antara klien dengan petugas kesehatan sebelum dilakukan pemeriksaan yang bertujuan agar orang tersebut mampu menjalani pengobatan secara medis, social dan membuat keputusan sendiri sehubungan dengan HIV dan AIDS,  ucap Hendra.

About

You may also like...

Comments are closed.