Puskesmas Gembong Tangani Serangan Kutu Beras

BALARAJA – Para Petugas Puskesmas Gembong menggelar layanan penyuluhan dan kesehatan kepada warga Kampung Keusikeun, Desa Sukamurni, yang terkena serangan kutu beras dan kutu jagung.
Akibat gigitan kutu ini warga dilaporkan mengalami gatal-gatal, bentol-bentol, dan demam. Kutu-kutu itu sendiri diduga berasal dari pergudangan yang berada di Desa Cengkudu.
Hasil pemeriksaan petugas tercatat 49 warga Kampung Keusikeun tergigit kutu tersebut. Dilaporkan 16 warga menderita gatal-gatal di sekujur tubuh dan 4 di antaranya mengenai mata, serta 29 warga mengalami gatal, demam dan bentol-bentol.
Petugas puskesmas dengan cekatan menangani masalah gangguan kesehatan ini dengan baik sehingga warga yang terkena gigitan bisa pulih kesehatannya dan dapat beraktifitas kembali seperti biasa.
dr Ari Hardianto, Petugas Pusling Puskesmas Gembong, saat penyuluhan dan pemeriksaan kesehatan warga Sukamurni, Senin (10/10), menganjurkan warga untuk mewaspadai agar gangguan dari kutu beras dan kutu jagung tidak terjadi lagi.
Secara khusus kepada para orangtua balita agar lebih memperhatikan persoalan ini. Jangan sampai kutu-kutu tersebut masuk ke dalam telinga atau mata balitanya yang nantinya bisa saja kutu itu berkembang-biak di dalam organ tubuh.
Terkait pencegahan lebih lanjutnya, dikatakan, perlu mendapat penanganan khusus dari semua intansi dan elemen masyarakat. Meskipun saat kejadian pihak Kecamatan Balaraja bersama aparat dan petugas kesehatan Puskesmas Gembong telah melakukan investigasinya di pergudangan tersebut untuk penanganannya.

About

You may also like...

Comments are closed.