Monthly Archives:September 2016

Bypkmcisoka

Digelar Lomba Kelas Ibu Hamil Kabupaten Tangerang

TANGERANG – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tangerang menggelar Lomba Kelas Ibu Hamil Tingkat Kabupaten Tangerang di Ballroom Hotel Narita, Cipondoh, Kota Tangerang, Selasa (27/9).
drg Hj Naniek Isnaini Lestari MKes, Kepala Dinkes Kabupaten Tangerang, mengatakan kegiatan ini merupakan penilaian terhadap kelas ibu hamil yang ada di Kabupaten Tangerang yang berjumlah 359 kelas yang tersebar di 29 wilayah kecamatan di Kabupaten Tangerang.
“Dari 359 kelas diseleksi menjadi 10 besar dan puncaknya di sini dengan diseleksi kembali melalui cerdas cermat dan menghasilkan juara 1, juara 2, juara 3 dan juara harapan,” katanya.
Ditambahkan para juara mendapatkan hadiah berupa trophy, cinderamata dan uang pembinaan sebesar Rp 4,5 juta untuk juara 1. Selajutnya secara berturut-turut untuk juara 2, juara 3, dan juara harapan masing-masing mendapat hadiah uang sebesar Rp 3,5 juta, Rp 2,5 juta dan Rp 1,5 juta.
Diharapkan melalui kegiatan ini dapat menumbuhkan kesadaran dan bisa memotivasi seluruh unsur masyarakat untuk memahami pentingnya kesehatan ibu dan anak (KIA).
Kadinkes juga berharap agar para camat di wilayah-wilayah dapat mendukung keberlangsungan kelas ibu hamil sebagai salah-satu upaya menjaga KIA.
“Program inipun menjadi salah-satu bagian dari program besar Bergandengan Tangan Menyelamatkan Ibu Melahirkan dan Bayi Baru Lahir di Kabupaten Tangerang atau biasa disebut program EMAS,” tambah Hj Naniek.

Kerjasama FOPKIA
Diinformasikan Dinkes Kabupaten Tangerang bekerjasama dengan Forum Peduli Kesehatan Ibu dan Anak (FOPKIA) telah membina sejumlah kader KIA di wilayah kecamatan dan melalui kader KIA inilah pembinaan kelas ibu hamil dilaksanakan.
Kelas Ibu Hamil merupakan kegiatan dalam bentuk tatap-muka dalam kelompok yang diikuti diskusi dan tukar pengalaman antara ibu-ibu hamil dan petugas kesehatan. Diberikan pula bermacam pengetahuan tentang ibu hamil dalam buku KIA yang diterbitkan oleh Kemenkes RI.
Kegiatan Kelas Ibu Hamil dilaksanakan secara berkesinambungan dengan program perencanaan persalinan dan pencegahan komplikasi (P4K).

Bypkmcisoka

Tabloid INTAN Edisi 27 – 2015

[gview file=”http://dinkes.tangerangkab.go.id/wp-content/uploads/2016/09/INTAN-EDISI-27-2015.pdf” height=”600px” width=”600px”]

Bypkmcisoka

Tabloid INTAN Edisi 26 – 2014

[gview file=”http://dinkes.tangerangkab.go.id/wp-content/uploads/2016/09/INTAN-EDISI-26-2014.pdf” height=”600px” width=”600px”]

Bypkmcisoka

Tabloid INTAN Edisi 18 – 2010

[gview file=”http://dinkes.tangerangkab.go.id/wp-content/uploads/2016/09/INTAN-EDISI-18-2010.pdf” height=”600px” width=”600px”]

Bypkmcisoka

Posko Kesehatan Selalu Hadir Pada Acara Hari Besar

JAMBE – Memberi bantuan layanan kesehatan di setiap acara hari besar dan acara berbasis kemasyarakatan lainnya di wilayah Kabupaten Tangerang selalu dilaksanakan, seperti dalam memperingati hari besar Idul Adha pada hari Senin (12/9/2016) Puskesmas Jambe membuka Posko Layanan Kesehatan yang dihadiri Bupati Tangerang H. Ahmed Zaki Iskandar. Jajaran Puskesmas Jambe bersama Binamas, Babinsa dan Tramtib Kecamatan Jambe membuka posko layanan kesehatan di lokasi acara perayaan Idul Adha tersebut . Disyukuri acara berlangsung lancar saat dimulai sampai selesai .

Bupati Tangerang sendiri seusai melaksanakan Sholat Idul Adha berjamaah langsung membuka acara ramah-tamah dengan para tokoh masyarakat, ulama dan masyarakat.

Nanang Suparman, Kepala TU Puskesmas Jambe, Rabu (14/9), menuturkan kegiatan kesiagaan memberi layanan kesehatan di saat digelarnya acara hari besar dan acara berbasis kemasyarakatan lainnya memang menjadi standar layanan dengan membuka Posko Layanan Kesehatan.

Ini dilakukan untuk mengantisipasi hal-hal gangguan kesehatan yang bisa saja dialami masyarakat yang hadir dalam acara tersebut, termasuk kesiagaan memberi layanan kesehatan kepada siapa saja yang menghadiri acara yang membutuhkan pelayanan kesehatan, sekaligus turut mensukseskan kegiatan perayaan yang dilaksanakan.

Bypkmcisoka

Ratusan Murid 4 SDN Kohod Diajak Terapkan PHBS

PAKUHAJI – Untuk Mensosialisasikan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) kepada masyarakat di lokasi binaan Oase Cinta (Organisasi Isteri-Isteri Kementerian RI) di Desa Kohod Kecamatan Pakuhaji, Dinkes Kabupaten Tangerang menggelar kegiatan Gosok Gigi Massal dan Cuci Tangan Pakai Sabun Bersama di 4 SD, tanggal 14-17 September 2016.

Kegiatan yang dilaksanakan oleh Seksi Pengembangan Sumber Daya Kesehatan pada Bidang Pengembangan dan Promosi Kesehatan ini bertempat di SDN Kohod 1,  SDN Kohod 2, SDN Kohod 3 dan SDN Kohod 4. Kegiatan ini diikuti oleh murid kelas 1-3 untuk kegiatan menggosok gigi dengan benar dan murid kelas 4-6 untuk kegiatan cuci tangan pakai sebun.

H Abdul Azizi SIP, Kasi Pengembangan Sumber Daya Kesehatan pada Bidang Promosi dan Kesehatan di Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang, menjelaskan kegiatan ini bertujuan untuk lebih memotivasi anak-anak sebagai generasi muda untuk melaksanakan PHBS di setiap harinya, baik di lingkungan rumah masing-masing  maupun lingkungan sekolah.

“Diharapkan pula peran penting para orangtua dan lingkungan sekolah untuk dapat mengajak dan memberi contoh agar para generasi muda kita dapat menanamkan PBHS sejak dini,” ucapnya.

Bypkmcisoka

Puskesmas Cikuya Ajak Bumil Bersalin di Puskesmas

SOLEAR – Dalam rangka menurunkan jumlah kematian ibu melahirkan dan bayi baru lahir di wilayah kerjanya, jajaran Puskesmas Cikuya, Kecamatan Solear, Kabupaten Tangerang, terus menjalin kerja-sama dengan dukun paraji untuk melakukan pembinaanya kepada masyarakat.

Pembinaan dimaksud antara lain dengan menggelar pertemuan dengan para dukun paraji yang dihadiri oleh pihak kecamatan, polsek, koramil, termasuk PKK dan Pengurus Fopkia Kecamatan Solear. Pertemuan 6 bulanan ini, belum lama digelar di Aula Puskesmas Cikuya yang dihadiri 30 dukun paraji.

Dalam pertemuan, puluhan paraji itu diberikan pemahaman untuk tidak memberikan pelayanan melahirkan kepada ibu hamil karena dilarang undang-undang, yang akan memberi sanksi hukum bagi pelanggarnya.

Sesuai aturan, dukun paraji diharapkan merujuk ibu hamil yang akan melahirkan ke puskesmas atau klinik bersalin terdekat, papar drg Eko Hartati, Kepala Puskesmas Cikuya, Sabtu (17/9/2016).

Diakui di wilayah kerja puskesmasnya, sebelumnya masih cukup banyak warga yang melahirkan menggunakan bantuan dukun paraji. Namun setelah beberapa kali mengikuti pertemuan yang memberikan pemahaman, dilanjutkan dengan membuka kelas ibu hamil di beberapa desa, kini masyarakat mulai memahami pentingnya melahirkan di puskesmas cikuya.

Pada akhirnya, kini sudah banyak pula dukun paraji yang menjadi mitra puskesmas sehingga mereka mau mengantar dan merujuk ibu yang akan melahirkan ke puskesmas.

Setiap dukun paraji yang mengantar ibu hamil yang akan melahirkan ke puskesmas, mendapat bantuan transport Rp 50.000 dari puskesmas dan bila ikut merujuk mendapat uang transport Rp 100.000.

Bypkmcisoka

Kelas Ibu Hamil Ada di Desa-desa Kecamatan Kronjo

KRONJO – Meningkatkan program Gerakan Penyelamatan Ibu Melahirkan dan Bayi Baru Lahir, Petugas Puskesmas Kronjo membentuk kelas ibu hamil di tiap desa.
Dalam kelas ini, para peserta yaitu para ibu hamil akan mendapatkan materi tentang perencanaan persalinan, mulai fisik, mental, tanda-tanda bahaya dalam kehamilan, sampai perencanaan keuangan dalam persalinan.
Lalu, peserta pun mendapat penjelasan tentang fasilitas kesehatan yang akan diakses dalam persalingan, mulai kendaraan yang akan membawa ibu hamil ke fasilitas persalinan dan tenaga medis yang siap membantu persalinan.
Materi-materi ini selalu disampaikan di setiap kali pertemuan yang dilaksanakan 4 kali dalam sebulan, papar Bidan Hj Ida Humaidah, Koordinator Kelas Ibu Hamil Puskesmas Kronjo, Jumat (9/9).
Diungkapkannya dengan terbentuknya kelas-kelas ibu hamil di setiap desa berkorelasi dengan penurunan angka kematian ibu melahirkan dan anak baru lahir. Ini disebabkan para ibu hamil sudah mendapat pengetahuan tata-cara mempersiapkan diri dalam melahirkan serta resiko yang akan dialami bila tidak mengikuti petunjuk yang benar.
dr M Faridzi Fikri, Kepala Puskesmas Kronjo, berharap para peserta kelas ibu hamil yang sudah mendapat pengetahuan bisa menginformasikan kembali pengetahuannya kepada ibu hamil dan warga di desanya. Bahkan sangat dianjurkan agar mereka bisa mengikuti kegiatan serupa di kelas-kelas ibu hamil yang ada.
Sisi lainnya, dalam kelas ibu hamil pun para ibu hamil akan disertakan dalam senam ibu hamil yang dilakukan mulai usia kandungan 6 bulan ke atas. Senam ini bermanfaat membantu memudahkan proses melahirkan.

Bypkmcisoka

Diminati Kelas Ibu & Balita Binaan Puskesmas Pasir Jaya

CIKUPA – Memberikan pengetahuan tentang kesehatan balita, Petugas Puskesmas Pasir Jaya di Kecamatan Cikupa, Kabupaten Tangerang, mengadakan Kelas Ibu dan Balita di Desa Pasir Gadung yang diikuti 25 orangtua balita.
Di kelas ini, para petugas memberikan pengetahuan tentang cara merawat balita yang baik dan benar, cara memberikan makanan dan minuman balita yang berasupan gizi seimbang, dan cara mengatasi balita sakit dengan penanganan emergenci.
“Semua pengetahuan ini bisa didapatkan orangtua balita dalam kegiatan Kelas Ibu dan Balita yang digelar setiap sebulan pada kegiatan posyandu,” tutur Yusdiana, Kepala TU Puskesmas Pasir Jaya, Rabu (7/9/2016).
Dikatakan dalam kegiatan ini, para orangtua juga mendapatkan pengetahuan memberikan asupan gizi balita yang baik tetapi tidak perlu mahal dan mewah. Selain itu, diberikan pula tata-cara menjaga kesehatan lingkungan agar dapat terhindar dari penyakit, semisal DBD yang disebabkan gigitan nyamuk Aedes Aegypti.
Terkait itu, para orangtua diminta untuk rajin melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) di rumahnya masing-masing dua kali dalam seminggu dan melakukan penaburan abate pada tempat-tempat penampungan air paling sedikit dua minggu sekali.
Bidan Sri Wahyuningsih, Pemegang Program Kelas Ibu dan Balita di Desa Pasir Gadung, mengakui awalnya membentuk kelas ini memang sulit karena mereka malas dan segan. Namun atas kesabaran dan keuletan para pembina dan kader posyandu mengajak dan menyosialisasikan pentingnya kegiatan ini, akhirnya terbentuk kelas ini.
Kini para anggota kelas ibu dan balita tak segan lagi mengkonsultasikan masalah kesehatan balita yang dialaminya secara langsung kepada bidan. Akhirnya banyak orangtua balita tertarik untuk mengikuti kelas ini. Kini hampir di setiap desa memiliki kelas ibu dan balita dengan anggota yang relatif banyak.