Daily Archives:August 31, 2016

Bypkmcisoka

Dinkes Gelar Lomba Cerdas Cermat Kesehatan

TIGARAKSA – Memeriahkan HUT Ke-71 Kemerdekaan RI dan Hari Kesehatan Nasional (HKN), Bidang Promosi Kesehatan dan Kesehatan Keluarga pada Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang menggelar Lomba Cerdas Cermat Kesehatan Tingkat SD dan SMP.
Lomba dilaksanakan selama dua hari, 11-12 Agustus di Gedung Serba Guna (GSG) Komplek Perkantoran Pemerintahan kabupaten Tangerang di Tigaraksa. Lomba ini diikuti para pelajar perwakilan dari 29 kecamatan dengan kategori Cerdas Cermat Beregu dan Cerdas Cermat Perorangan.
Juara Lomba Cerdas Cermat Kesehatan Perorangan tingkat SD maupun tingkat SMP diraih oleh perwakilan dari Kecamatan Pagedangan. Kemenangan ini, tentu saja, disambut suka-cita para pelajar asal kecamatan itu.
Selain menggelar Lomba Cerdas Cermat Kesehatan, digelar pula Lomba Dokter Kecil (Dokcil) Tingkat SD dan Lomba Kader Kesehatan. Untuk juara Dokcil  diraih perwakilan pelajar dari Kecamatan Pakuhaji, sedangkan untuk juara Kader Kesehatan diraih perwakilan dari Kecamatan Cisoka.
Toha, Kasi Kesehatan Remaja dan Lanjut Usia pada Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang, Jumat (19/8), mengutarakan pada kejuaraan ini para juara mendapat tropi, uang pembinaan, piagam dan hadiah sepeda.
“Kegiatan ini dilangsungkan bertujuan mengajak peserta bisa menjadi kader kesehatan di sekolah dan lingkungannya,” ucapnya.

Bypkmcisoka

Ormas Dukung Dinkes Tingkatkan PHBS Masyarakat

TIGARAKSA – Seksi PSMK (Pengembangan Sistem Informasi Kesehatan) pada Bidang Pemberdayaan Masyarakat di Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang menggelar Pertemuan Penguatan Kemitraan Dengan Organisasi Masyarakat (Ormas) terkait Peningkatan PHBS Masyarakat Kabupaten Tangerang.
Acara berlangsung di Aula Kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang, Senin (29/8/2016), menampilkan narasumber ahli dari Dinas Kesehatan Provinsi Banten, ahli dari Sekretariat Daerah Kabupaten Tangerang dan Pengurus MUI Kabupaten Tangerang.
Peserta adalah pengurus dan anggota berbagai ormas, di antaranya Muslimat NU, KNPI, Patayat NU, Al-Hidayah, Pokia dan PKK Kabupaten Tangerang.
Dalam pertemuan itu, para pengurus ormas bersama anggotanya menyatakan kesiapan mereka membantu dan mendukung program pemerintah dalam meningkatkan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di lingkungan masyarakat. Selama ini harus diakui masih banyak masyarakat terkesan kurang peduli terhadap PHBS untuk menciptakan keluarga sehat.
Adapun indikator keluarga sehat, s.b.b: A. Program Gizi, Kesehatan Ibu dan Anak. Program ini terdiri dari: (1) Keluarga mengikuti KB; (2) Ibu bersalin di faskes; (3) Bayi mendapat imunisasi dasar lengkap; (4) Bayi diberi ASI eksklusif selama 6 bulan; (5) Pertumbuhan balita dipantau setiap bulan dengan datang ke posyandu.
B. Pengendalian Penyakit Menular dan Tidak Menular. Program ini terdiri dari: (1) Para penderita TB-Paru berobat sesuai standar; (2) Penderita Hipertensi berobat secara teratur; (3) Para penderita penyakit gangguan jiwa agar tidak diterlantarkan.
C. Perilaku dan Kesehatan Lingkungan. Program ini terdiri dari: (1) Tidak ada anggota keluarga yang merokok; (2) Keluarga memiliki atau menggunakan air bersih; (3) Keluarga memiliki atau menggunakan jamban sehat; (4) Setiap keluarga menjadi anggota JKN/Askes.
Hj Murwani SSit MM.Kes, Kasi PSMK pada Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang, berharap pertemuan ini dapat membuahkan MoU atau kesepakatan para pengurus ormas dengan dinas kesehatan dalam membantu masyarakat meningkatkan PHBS, baik di rumahnya maupun di lingkungannya.
Program ini penting dengan tujuan menjaga kesehatan rumah dan lingkungan, serta bisa membantu penyelamatan ibu melahirkan dan bayi baru lahir, termasuk mendukung pemberian ASI eksklusif.

Bypkmcisoka

Puskesmas Kuta Bumi Gelar Penelitian Kesehatan Reproduksi

PASARKEMIS – Pada pekan kedua Agustus Puskesmas Kuta Bumi bersama Kementerian Kesehatan RI megadakan penelitian kesehatan reproduksi bagi ibu hamil yang didatangkan dari 5 desa dan 4 kelurahan di wilayah kerja puskesmas itu.
Dalam kegiatan ini, para petugas memeriksa uji sampling 90 ibu hamil yang diambil masing-masing 10 orang dari 5 desa dan 4 kelurahan. Hasil sementara yang didapat petugas dari sampling itu adalah masih ada kekurang-pahaman para ibu hamil dalam menjaga kesehatan reproduksinya.
Padahal kekurang-pahaman itu bisa menyebabkan gangguan kesehatan kepada para ibu hamil itu, semisal terkena penyakit kelamin, sipilis, dan lebih serius terjangkit HIV.
drg Cristina Handar Mujati, Kepala Puskesmas Kuta Bumi, Sabtu (27/8/2016), mengakui penduduk di wilayah kerjanya hampir mencapai 300 ribu jiwa. Sebagian besar adalah penduduk pendatang dengan banyak penanganan kasus penyakit ringan hingga berat.
Dengan adanya kasus reproduksi ibu hamil, kata dia, memotivasi pihaknya untuk segera membuka Klinik IMS agar para pasien bisa berobat dan berkonsultasi secara pribadi di dalam klinik tersebut.
Langkah ke depan dalam melakukan pencegahan penyakit reproduksi, “kami akan mengadakan penyuluhan ke tiap desa dan kelurahan tentang kesehatan reprodusi.

Bypkmcisoka

Program EMAS Tetap Berjalan di Kabupaten Tangerang

TIGARAKSA – Program Gerakan Penyelamatan Ibu Melahirkan dan Bayi Baru Lahir yang digelontorkan Kementerian Kesehatan RI dengan sebutan Program EMAS akan berakhir September tahun ini, namun di Kabupaten Tangerang program tersebut akan terus dijalankan.
Kebijakan merakyat ini telah disepakati Bupati Tangerang bersama Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang disampaikan ke hadapan Tim EMAS Provinsi Banten saat berkunjung ke Ruang Kerja Bupati Tangerang H Ahmed Zaki Iskandar di Tigaraksa, Senin (22/8/2016).
Dijelaskan bupati, dirinya masih sangat mengharapkan agar Program EMAS (Expanding Maternal And Neonatal Survival)  dapat terus dilanjutkan mengingat wilayah Kabupaten Tangerang merupakan daerah urban dengan segala kompleksitas permasalahan kesehatan penduduknya.
Terutama menyangkut pada kematian ibu melahirkan dan bayi baru lahir yang masih harus ditekan angkanya. “Melalui program ini kita sudah mulai dapat memperbaikinya. Oleh karena itu, diharapkan program ini harus tetap berjalan,” ucap bupati.
drg Hj Naniek Isnaeni Lestari M.Kes, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang, menambahkan Progaram EMAS benar-benar mendukung kegiatan penyelamatan ibu melahirkan dan bayi baru lahir. Hasil evaluasi dari kegiatan ini membuktikan adanya penurunan angka kematian ibu melahirkan dan bayi baru lahir.
“Oleh karena itu kami sangat mendukung kebijakan bupati yang akan terus menindak lanjuti Program EMAS di Kabupaten Tangerang,” ucapnya.

Bypkmcisoka

Siswi SMAN 24 Antusias Sambut Sosialisasi TTD

PASARKEMIS – Puluhan siswi SMAN 24 Kabupaten Tangerang menyambut antusias pemberian Tablet Tambah Darah (TTD) sebagai program pencegahan terkena Anemia yang digelar Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang di sekolah mereka.
Ini terlihat saat dilakukan Sosialisasi TTD dan Pemeriksaan Hb bagi 70 siswi SMAN 24 Kabupaten Tangerang, Rabu (24/8/2016). Para pelajar putri ini terlihat antusias mengikuti kegiatan yang mampu memberikan wawasan dan tambahan pengetahuan tentang kesehatan mereka.
Sebab itu pula, jangan heran bila banyak pelajar melontarkan pertanyaan kepada narasumber yang ditampilkan. Setelah mendapat jawaban yang rinci, mereka pun terpuaskan, semisal dampak positif dari meminum TTD, Hb ideal, sampai efek samping dari TTD.
Kusnadi SKM MKM, Kasi Gizi pada Bidang Kesehatan Keluarga di Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang, mengutarakan TTD selain berkhasiat menambah darah peminumnya sehingga bisa mencegah terjadinya Anemia, juga mengandung asam folat. Sebab itu, sebaiknya diminum sehabis sarapan agar tidak berefek samping.
Sementara Hj Rita Wulansari SKM MSi sebagai narasumber menyatakan kekagumannya  kepada para peserta sosialiasi di setiap sekolah yang mengikuti kegiatan ini dengan antusias.
Dengan modal ini, kata dia, pemberian materi pun menjadi lebih mudah dipahami, sekaligus para peserta mau meminum TTD sesuai anjuran yang diberikan.

Bypkmcisoka

Lansia Rancagong Diberi Penyuluhan Kesehatan

LEGOK – Upaya preventif pembinaan kesehatan terhadap lansia dilakukan Puskesmas Legok dengan melaksanakan Penyuluhan Kesehatan Keluarga Lansia Resiko Tinggi yang dilakukan di Posbindu Merpati di Desa Rancagong, Kecamatan Legok, Kamis (25/8/2016).
Ni Luh Eva Siswanti, Plt Kepala Puskesmas Legok, mengatakan kegiatan ini dilakukan dalam rangka memberikan pemahaman kepada sedikitnya 20 lansia yang hadir tentang cara-cara hidup sehat yang sesuai dengan kondisi kesehatan masing-masing.

Salah satu contoh jika lansia dengan hipertensi kita sampaikan tentang pantangan – pantangan yang harus di hindari seperti :

  • Makanan rendah garam
  • Tidak Merokok
  • Pola tidur
  • Terhindar stress
  • dll

Kegiatan ini dilaksanakan secara lintas program, antara program lansia dan PTM (Penyakit Tidak Menular). Adapun yang memberikan penyuluhan adalah petugas dari Puskesmas Legok yaitu Pemegang Program Lansia, Bidan Sarwinah dan Pemegang Program Penyakit Tidak Menular, dr Linda Mayliana KN.
Diharapkan para lansia dapat memiliki kesadaran mengenai kesehatannya sendiri dan untuk keluarganya juga dapat mendukung pembinaan kesehatan para lansia itu secara mandiri.