Puskesmas Panongan Gelar Program Workshop SBS

PANONGAN – Menanggulangi kebiasaan buang air besar (BAB) sembarangan di wilayah Kecamatan Panongan, Petugas Pusling Puskesmas Panongan bekerja- sama kecamatan, desa, dan masyarakat, menggerar Workshop Stop BAB Sembarang (SBS).

Misalnya Workshop SBS yang digelar di Kampung Cibango, Desa Serdang Kulon, beberapa waktu lalu, sebagai pelaksanaan pilot project program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) yang melibatkan kelompok swadaya masyarakat (KSM).

dr Netty Mewaty Tambunan, Kepala Puskesmas Panongan, Jumat (29/7/2016), mengungkapkan ada 5 pilar yang diterapkan dalam program STBM. Yaitu Stop BAB Sembarangan (SBS), Cuci Tangan Pakai Sabun, Pengelolaan Air Minum dan Makanan Rumah Tangga, Pengamanan Sampah Rumah Tangga, dan Pengelolaan Limbah Cair Rumah Tangga.

Semua ini perlu dilakukan dengan tujuan lingkungan dan kehidupan keluarga masyarakat selalu terjaga kebersihan, kesehatan, kenyamanan, dan lingkungan terhindar dari berbagai penyakit dan polusi udara.

Ditambahkan ada 2 program yang kini sudah berjalan dengan baik sejak akhir tahun 2015, yaitu arisan pembuatan jamban dan cicilan pembuatan jamban yang dikelola oleh KSM. “Dengan program ini masyarakat kini mulai sadar akan kebersihan dan kesehatan lingkungan,” katanya.

Bila sebelumnya sebagian masyarakat senang BAB sembarangan, kini sebagian besarnya sudah berubah dengan membuat jamban di rumahnya, walau dengan cara kredit.

Netty mengakui program ini sebagai percontohan yang akan ditindak-lanjuti ke 7 desa lainnya yaitu pada kampung-kampung yang warganya masih berprilaku BAB sembarangan.

Semoga saja dengan melihat Kampung Cibango memiliki program cicilan pembuatan jamban, kampung dari desa-desa tetangganya akan mengikuti program tersebut. “Kita pun tak akan bosan untuk terus menyosialisasikan program SBS dan PHBS,” pungkasnya.

About

You may also like...

Comments are closed.