Daily Archives:August 8, 2016

Bypkmcisoka

Bunda Meisya Rajin ke Posyandu & Ikuti Penyuluhan

JAMBE – Mendapat pembinaan terbaik dari kader kesehatan posyandu dan petugas Puskesmas Jembe, pada akhirnya, mampu menempatkan Meisya Putri Virjilia, balita usia  26 bulan asal Kampung Ancol, Desa Ancol Pasir, meraih Juara I Lomba Balita Indonesia Kategori 2-5 Tahun Tingkat Kabupaten Tangerang 2016.

Anak pertama pasangan Mulyono, usia 30 tahun, dan Ny Agnes Aprilia, usia 28 tahun, mampu meraih nilai total 2.290 dari kriteria penilaian Kelengkapan Administrasi, Status Gizi, Pemeriksaan Gigi, Imunisasi dan Tabel Anak, Tabel Ibu dan Ayah, Pengetahun Ibu Tentang PKK dan Tentang Kesehatan, serta pemeriksaan fisik dan psikologis Balita.

Ny Agus Virjilia, Bunda Meisya Putri Virjilia, Jumat (29/7/2016), mengakui dirinya banyak mendapat pengetahuan tentang kesehatan anak dengan mengikuti lomba. “Terutama mengenai cara menjaga dan merawat kesehatan anak dengan baik.”

Saat lomba, Virjilia merasa beruntung karena dirinya telah mendapat banyak pengetahuan kesehatan keluarga dan 10 Program Pokok PKK dari petugas puskesmas dan PKK, sehingga pada saat tim penilai bertanya materi seputar itu, dirinya bisa menjawab dengan baik.

“Saya harapkan kepada para ibu yang sedang hamil maupun ibu memiliki balita, jangan pernah bosan datang ke posyandu di setiap bulannya, karena kesehatan kita dan balita dapat termonitor melalui buku panduan yang dicatat,” katanya.

“Selain itu kita juga bisa mendapat banyak pengetahuan tentang kesehatan keluarga dan cara merawat anak dengan baik,” tambahnya.

Diinformasikan Lomba Balita Indonesia Tingkat Kabupaten Tangerang 2016 digelar Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang bekerja-sama TP PKK Kabupaten Tangerang di Gedung Pendopo Kabupaten Tangerang, Rabu 27 Juli 2016 yang dibuka Wakil Ketua I TP PKK Kabupaten Tangerang, Hj Lili Hermansyah.

H Nanang Suparman, Kepala TU Puskesmas Jambe, mengungkapkan rasa syukur puskesmasnya karena warga di wilayah Kecamatan Jambe kini telah melek kesehatan, sehingga bisa melahirkan juara lomba balita.

Kini di wilayah kerja puskesmasnya hampir tidak ada lagi persalinan dibantu dengan dukun beranak, begitu juga setelah melahirkan para ibu rajin memeriksakan kesehatan bayinya ke posyandu di setiap bulan.

“Para bidan desa bersama para petugas kesehatan puskesmas didampingi kader PKK memang selalu bersama-sama mengadakan sosialisasi kesehatan yang rajin diikuti warga,” ucapnya.

Bypkmcisoka

Ribuan Pelajar dari 40 SD, SMP, SMA Diberikan Penyuluhan tentang Kesehatan

LEGOK – Puskesmas Legok menggelar penyuluhan kesehatan kepada ratusan pelajar SMP Islam Nurul Hikmah, Legok, yang dilaksanakan di lapangan sekolah itu, Jumat (29/7/2016).

Ni Luh Eva Siswanti, Plt Kepala Puskesmas Legok, mengatakan kegiatan ini merupakan kegiatan puskesmas yang melaksanakan program penjaringan dan penyuluhan kepada anak-anak sekolah dari tingkatan SD, SMP sampai SMA di wilayah kerja Puskesmas Legok

Terdata jumlah sekolah tingkat SD ada 23 sekolah, sedangkan untuk tingkat SMP dan SMA ada 17 sekolah. “Kegiatan penjaringan sekaligus penyuluhan ini masih berlangsung sampai seluruh sekolah mengikuti pelaksanaannya,” katanya.

Sejumlah petugas bidang usaha kesehatan sekolah (UKS), promosi kesehatan (Promkes), dan kesehatan lingkungan (Kesling) dari Puskesmas Legok yang melaksanakan kegiatan ini.

Di SMP Islam Nurul Hikmah, drg Sinta, Petugas Promkes Puskesmas Legok yang memberikan penyuluhan kepada para pelajar. “Sejumlah materi kesehatan disampaikan di antaranya bahaya narkoba, pornografi, dan juga HIV/AIDS,” tambah Ni Luh Eva Siswanti, yang juga menjabat Kasubag TU Puskesmas Legok.

Diharapkan para pelajar tersebut dapat mengetahui dan mengerti mengenai bahaya-bahaya narkoba, pornografi dan HIV. Sehingga para pelajar tidak terjerumus kepada hal-hal yang negatif dan mengancam kesehatan dirinya. Setelah itu diharapkan para peserta juga dapat menularkan informasi yang didapatnya ke lingkungan tempat tinggal mereka.

Bypkmcisoka

Klinik Herbal Kini Dibuka Puskesmas Pagedangan

PAGEDANGAN – Puskesmas Pagedangan mulai membuka layanan klinik herbal sebagai salah-satu pelayanan kesehatan masyarakat dengan dokter yang melayani klinik ini adalah dr Hj Ratna Asih Msi.

Hartono SKM, Kasubag TU Puskesmas Pagedangan, Jumat (29/7/2016), mengakui pihaknya baru mulai merintis klinik herbal ini dan memulainya dengan pembinaan kepada masyarakat melalui kegiatan asuhan mandiri. Yaitu puskesmas melakukan pembinaan dan pelatihan kepada keluarga di masyarakat mengenai tanaman obat keluarga (TOGA).

“Keluarga binaan dilatih sehingga apabila anggota keluarga menderita sakit ringan, maka pertolongan pertamanya bisa dengan minum jamu yang berasal dari TOGA yang ada di sekitar rumah,  sehingga tidak langsung meminum obat obatan kimia,” ujarnya.

Ditambahkan Hartono, pelayanan dalam klinik herbal di Puskesmas Pagedangan di antaranya dokter memberikan resep obat herbal untuk pelayanan kesehatannya.

Selain itu di klinik pun ada pelayanan akupresur. Akupresur adalah teknik penyembuhan dengan menggunakan jari-jari tangan ataupun dengan menggunakan alat bantu, dengan cara menekan titik-titik syaraf tertentu pada tubuh. Penekanan pada titik–titik syaraf tubuh itu untuk mengobati penyakit ringan, antara lain : mual, migrain, nyeri sendi, nyeri haid, penyembuhan pasca melahirkan,dll.

Sementara pada akupuntur, teknik penyembuhannya dilakukan dengan menggunakan tusuk jarum di titik-titik syaraf tubuh.

Hartono mengungkapkan untuk lebih mensosialisasikannya kepada para pasien, kader dan petugas Puskesmas Pagedangan, pada hari Jumat di setiap pekannya digelar program minum jamu bersama usai melakukan senam sehat.

“Jamu yang diminum di antaranya jamu stamina, wedang uwuh, dan lain-lain,” ungkapnya.

Bypkmcisoka

Puskesmas Cisauk Tangani Balita Kurang Gizi

CISAUK – Puskesmas Cisauk menjadi tempat penanganan kesehatan balita kurang gizi yang ada di wilayah kerja empat puskesmas yang ada di sekitarnya, yaitu Puskesmas Legok, Puskesmas Suradita, Puskesmas Pagedangan dan Puskesmas Cisauk itu sendiri.

dr Lidia Arita, Kepala Puskesmas Cisauk, Jumat (29/7/2016), mengatakan pada hari ini Puskesmas Cisauk melaksanakan kegiatan penanganan balita kurang gizi dengan mendatangkan dokter spesialis anak.

“Masing-masing puskesmas membawa 3 balita dengan permasalahan kurang gizi untuk diperiksa oleh dokter spesialis anak,” katanya.

Diungkapkan kegiatan penanganan balita kurang gizi ini akan terus berkelanjutan hingga beberapa bulan ke depan.

Sementara Ni Luh Eva Siswanti, Plt Kepala Puskesmas Legok, mengungkapkan pihaknya dalam kegiatan ini membawa 2 balita dengan kurang gizi dari Desa Serdang dan Desa Rancagong untuk diperiksa dan dikonsultasikan dengan dokter spesialis anak.

Dijelaskan di wilayah Legok sebetulnya ada 5 balita dengan kurang gizi, namun 3 balita telah mengalami peningkatan berat-badannya yang berarti ke arah perbaikan, sehingga yang diikutsertakan dalam program ini hanya 2 balita.

“Dari 2 balita tersebut kemudian atas rekomendasi dari dokter spesialis anak untuk dirujuk ke RSU Kabupaten Tangerang, salah-satu alasannya karena berat-badannya belum sesuai dengan yang diharapkan,” jelasnya.