Monthly Archives:August 2016

Bypkmcisoka

Dinkes Gelar Lomba Cerdas Cermat Kesehatan

TIGARAKSA – Memeriahkan HUT Ke-71 Kemerdekaan RI dan Hari Kesehatan Nasional (HKN), Bidang Promosi Kesehatan dan Kesehatan Keluarga pada Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang menggelar Lomba Cerdas Cermat Kesehatan Tingkat SD dan SMP.
Lomba dilaksanakan selama dua hari, 11-12 Agustus di Gedung Serba Guna (GSG) Komplek Perkantoran Pemerintahan kabupaten Tangerang di Tigaraksa. Lomba ini diikuti para pelajar perwakilan dari 29 kecamatan dengan kategori Cerdas Cermat Beregu dan Cerdas Cermat Perorangan.
Juara Lomba Cerdas Cermat Kesehatan Perorangan tingkat SD maupun tingkat SMP diraih oleh perwakilan dari Kecamatan Pagedangan. Kemenangan ini, tentu saja, disambut suka-cita para pelajar asal kecamatan itu.
Selain menggelar Lomba Cerdas Cermat Kesehatan, digelar pula Lomba Dokter Kecil (Dokcil) Tingkat SD dan Lomba Kader Kesehatan. Untuk juara Dokcil  diraih perwakilan pelajar dari Kecamatan Pakuhaji, sedangkan untuk juara Kader Kesehatan diraih perwakilan dari Kecamatan Cisoka.
Toha, Kasi Kesehatan Remaja dan Lanjut Usia pada Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang, Jumat (19/8), mengutarakan pada kejuaraan ini para juara mendapat tropi, uang pembinaan, piagam dan hadiah sepeda.
“Kegiatan ini dilangsungkan bertujuan mengajak peserta bisa menjadi kader kesehatan di sekolah dan lingkungannya,” ucapnya.

Bypkmcisoka

Ormas Dukung Dinkes Tingkatkan PHBS Masyarakat

TIGARAKSA – Seksi PSMK (Pengembangan Sistem Informasi Kesehatan) pada Bidang Pemberdayaan Masyarakat di Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang menggelar Pertemuan Penguatan Kemitraan Dengan Organisasi Masyarakat (Ormas) terkait Peningkatan PHBS Masyarakat Kabupaten Tangerang.
Acara berlangsung di Aula Kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang, Senin (29/8/2016), menampilkan narasumber ahli dari Dinas Kesehatan Provinsi Banten, ahli dari Sekretariat Daerah Kabupaten Tangerang dan Pengurus MUI Kabupaten Tangerang.
Peserta adalah pengurus dan anggota berbagai ormas, di antaranya Muslimat NU, KNPI, Patayat NU, Al-Hidayah, Pokia dan PKK Kabupaten Tangerang.
Dalam pertemuan itu, para pengurus ormas bersama anggotanya menyatakan kesiapan mereka membantu dan mendukung program pemerintah dalam meningkatkan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di lingkungan masyarakat. Selama ini harus diakui masih banyak masyarakat terkesan kurang peduli terhadap PHBS untuk menciptakan keluarga sehat.
Adapun indikator keluarga sehat, s.b.b: A. Program Gizi, Kesehatan Ibu dan Anak. Program ini terdiri dari: (1) Keluarga mengikuti KB; (2) Ibu bersalin di faskes; (3) Bayi mendapat imunisasi dasar lengkap; (4) Bayi diberi ASI eksklusif selama 6 bulan; (5) Pertumbuhan balita dipantau setiap bulan dengan datang ke posyandu.
B. Pengendalian Penyakit Menular dan Tidak Menular. Program ini terdiri dari: (1) Para penderita TB-Paru berobat sesuai standar; (2) Penderita Hipertensi berobat secara teratur; (3) Para penderita penyakit gangguan jiwa agar tidak diterlantarkan.
C. Perilaku dan Kesehatan Lingkungan. Program ini terdiri dari: (1) Tidak ada anggota keluarga yang merokok; (2) Keluarga memiliki atau menggunakan air bersih; (3) Keluarga memiliki atau menggunakan jamban sehat; (4) Setiap keluarga menjadi anggota JKN/Askes.
Hj Murwani SSit MM.Kes, Kasi PSMK pada Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang, berharap pertemuan ini dapat membuahkan MoU atau kesepakatan para pengurus ormas dengan dinas kesehatan dalam membantu masyarakat meningkatkan PHBS, baik di rumahnya maupun di lingkungannya.
Program ini penting dengan tujuan menjaga kesehatan rumah dan lingkungan, serta bisa membantu penyelamatan ibu melahirkan dan bayi baru lahir, termasuk mendukung pemberian ASI eksklusif.

Bypkmcisoka

Puskesmas Kuta Bumi Gelar Penelitian Kesehatan Reproduksi

PASARKEMIS – Pada pekan kedua Agustus Puskesmas Kuta Bumi bersama Kementerian Kesehatan RI megadakan penelitian kesehatan reproduksi bagi ibu hamil yang didatangkan dari 5 desa dan 4 kelurahan di wilayah kerja puskesmas itu.
Dalam kegiatan ini, para petugas memeriksa uji sampling 90 ibu hamil yang diambil masing-masing 10 orang dari 5 desa dan 4 kelurahan. Hasil sementara yang didapat petugas dari sampling itu adalah masih ada kekurang-pahaman para ibu hamil dalam menjaga kesehatan reproduksinya.
Padahal kekurang-pahaman itu bisa menyebabkan gangguan kesehatan kepada para ibu hamil itu, semisal terkena penyakit kelamin, sipilis, dan lebih serius terjangkit HIV.
drg Cristina Handar Mujati, Kepala Puskesmas Kuta Bumi, Sabtu (27/8/2016), mengakui penduduk di wilayah kerjanya hampir mencapai 300 ribu jiwa. Sebagian besar adalah penduduk pendatang dengan banyak penanganan kasus penyakit ringan hingga berat.
Dengan adanya kasus reproduksi ibu hamil, kata dia, memotivasi pihaknya untuk segera membuka Klinik IMS agar para pasien bisa berobat dan berkonsultasi secara pribadi di dalam klinik tersebut.
Langkah ke depan dalam melakukan pencegahan penyakit reproduksi, “kami akan mengadakan penyuluhan ke tiap desa dan kelurahan tentang kesehatan reprodusi.

Bypkmcisoka

Program EMAS Tetap Berjalan di Kabupaten Tangerang

TIGARAKSA – Program Gerakan Penyelamatan Ibu Melahirkan dan Bayi Baru Lahir yang digelontorkan Kementerian Kesehatan RI dengan sebutan Program EMAS akan berakhir September tahun ini, namun di Kabupaten Tangerang program tersebut akan terus dijalankan.
Kebijakan merakyat ini telah disepakati Bupati Tangerang bersama Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang disampaikan ke hadapan Tim EMAS Provinsi Banten saat berkunjung ke Ruang Kerja Bupati Tangerang H Ahmed Zaki Iskandar di Tigaraksa, Senin (22/8/2016).
Dijelaskan bupati, dirinya masih sangat mengharapkan agar Program EMAS (Expanding Maternal And Neonatal Survival)  dapat terus dilanjutkan mengingat wilayah Kabupaten Tangerang merupakan daerah urban dengan segala kompleksitas permasalahan kesehatan penduduknya.
Terutama menyangkut pada kematian ibu melahirkan dan bayi baru lahir yang masih harus ditekan angkanya. “Melalui program ini kita sudah mulai dapat memperbaikinya. Oleh karena itu, diharapkan program ini harus tetap berjalan,” ucap bupati.
drg Hj Naniek Isnaeni Lestari M.Kes, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang, menambahkan Progaram EMAS benar-benar mendukung kegiatan penyelamatan ibu melahirkan dan bayi baru lahir. Hasil evaluasi dari kegiatan ini membuktikan adanya penurunan angka kematian ibu melahirkan dan bayi baru lahir.
“Oleh karena itu kami sangat mendukung kebijakan bupati yang akan terus menindak lanjuti Program EMAS di Kabupaten Tangerang,” ucapnya.

Bypkmcisoka

Siswi SMAN 24 Antusias Sambut Sosialisasi TTD

PASARKEMIS – Puluhan siswi SMAN 24 Kabupaten Tangerang menyambut antusias pemberian Tablet Tambah Darah (TTD) sebagai program pencegahan terkena Anemia yang digelar Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang di sekolah mereka.
Ini terlihat saat dilakukan Sosialisasi TTD dan Pemeriksaan Hb bagi 70 siswi SMAN 24 Kabupaten Tangerang, Rabu (24/8/2016). Para pelajar putri ini terlihat antusias mengikuti kegiatan yang mampu memberikan wawasan dan tambahan pengetahuan tentang kesehatan mereka.
Sebab itu pula, jangan heran bila banyak pelajar melontarkan pertanyaan kepada narasumber yang ditampilkan. Setelah mendapat jawaban yang rinci, mereka pun terpuaskan, semisal dampak positif dari meminum TTD, Hb ideal, sampai efek samping dari TTD.
Kusnadi SKM MKM, Kasi Gizi pada Bidang Kesehatan Keluarga di Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang, mengutarakan TTD selain berkhasiat menambah darah peminumnya sehingga bisa mencegah terjadinya Anemia, juga mengandung asam folat. Sebab itu, sebaiknya diminum sehabis sarapan agar tidak berefek samping.
Sementara Hj Rita Wulansari SKM MSi sebagai narasumber menyatakan kekagumannya  kepada para peserta sosialiasi di setiap sekolah yang mengikuti kegiatan ini dengan antusias.
Dengan modal ini, kata dia, pemberian materi pun menjadi lebih mudah dipahami, sekaligus para peserta mau meminum TTD sesuai anjuran yang diberikan.

Bypkmcisoka

Lansia Rancagong Diberi Penyuluhan Kesehatan

LEGOK – Upaya preventif pembinaan kesehatan terhadap lansia dilakukan Puskesmas Legok dengan melaksanakan Penyuluhan Kesehatan Keluarga Lansia Resiko Tinggi yang dilakukan di Posbindu Merpati di Desa Rancagong, Kecamatan Legok, Kamis (25/8/2016).
Ni Luh Eva Siswanti, Plt Kepala Puskesmas Legok, mengatakan kegiatan ini dilakukan dalam rangka memberikan pemahaman kepada sedikitnya 20 lansia yang hadir tentang cara-cara hidup sehat yang sesuai dengan kondisi kesehatan masing-masing.

Salah satu contoh jika lansia dengan hipertensi kita sampaikan tentang pantangan – pantangan yang harus di hindari seperti :

  • Makanan rendah garam
  • Tidak Merokok
  • Pola tidur
  • Terhindar stress
  • dll

Kegiatan ini dilaksanakan secara lintas program, antara program lansia dan PTM (Penyakit Tidak Menular). Adapun yang memberikan penyuluhan adalah petugas dari Puskesmas Legok yaitu Pemegang Program Lansia, Bidan Sarwinah dan Pemegang Program Penyakit Tidak Menular, dr Linda Mayliana KN.
Diharapkan para lansia dapat memiliki kesadaran mengenai kesehatannya sendiri dan untuk keluarganya juga dapat mendukung pembinaan kesehatan para lansia itu secara mandiri.

Bypkmcisoka

421 Jamban Siap Dibangun TNI Kerjasama Dinkes

SINDANG JAYA – Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang bekerja-sama Kodim 0506/Tangerang mengadakan kegiatan Bintek 1000 Sarana Sanitasi pada Kegiatan Karya Bakti TNI dalam pembangunan jamban melalui dana hibah APBD Kabupaten Tangerang Tahun 2016.

Kegiatan ini dilaksanakan di dua wilayah yaitu di Kelurahan Pagedangan, Kecamatan Pagedangan dan Desa Sindang Sari, Kecamatan Sindang Jaya,  10-12 Agustus 2016.

Pada hari pertama kegiatan bintek dilaksanakan di aula puskesmas dengan agenda penjelasan juknis dan teknis pembuatan jamban dengan septik tank SNI. Hari kedua dan ketiga praktek pembangunan jamban. Peserta bintek adalah perwakilan Koramil dari 14 Koramil yang ada di jajaran Kodim 0506/Tangerang dan petugas Kesling Psukesmas. Para anggota koramil ini membagi dua kelompok.

Kelompok A terdiri dari  Koramil 03 Teluknaga, Koramil 012 Kresek, Koramil 013 Keronjo, Koramil 014 Mauk, Koramil 015 Sepatan, Koramil 016 Pasarkemis dan Koramil 017 Rajeg.

Sedangkan untuk Kelompok B  terdiri dari Koramil 07 Curug, Koramil 08 Legok, Koramil 09 Cikupa, Koramil 010 Balaraja, Koramil 011 Tigaraksa, Koramil 20 Cisoka dan Koramil 21 Panongan. Masing-masing koramil mengajukan 30 titik jamban yang akan dikerjakan secara bersama-sama.

Sri Indriastuti SKM MKes, Kasi Penyehatan Lingkungan pada Bidang P2PL di Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang, mengutarakan dalam kegiatan ini jajaran dinas kesehatan sebagai pembina teknis dan memonitoring kegiatan. Sedangkan yang melaksanakan tugas kegiatannya adalah Kodim 0506.

Untuk tahun ini, total keseluruhan jamban yang akan dibangun 421 jamban dengan klasifikasi septictank biofilter 2 lubang, tinggi dinding 1,5 meter, lebar 1,2 meter x 1,5 meter, berlantai keramik.

Direncanakan pengerjaannya akan dilaksanakan pada September sampai Desember 2016.

Bypkmcisoka

105 Warga Tak Mampu Dioperasi Katarak Gratis

CURUG – Memeriahkan HUT ke-71 Kemerdekaan RI, Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang bersama Persatuan Dokter Mata Indonesia (Perdami) dan RSU Hermina Bitung menggelar bakti-sosial operasi katarak gratis bagi 105 pasien yang berasal dari keluarga tidak mampu di wilayah Kabupaten Tangerang.

Kegiatan ini dilaksanakan selama 3 hari dimulai 12 sampai 14 Agustus 2016. Hari pertama dilakukan screening antara lain pemeriksaan Administrasi, pemeriksaan Tekanan Darah, pemeriksaan Gula Darah Sewaktu (GDS), pemeriksaan Tekanan Intra Okuler (TIO), pemeriksaan ukuran lensa (biometri) dan setelah lulus semua pemeriksaan pasien menandatangani informed concent Pasien yang mendaftar screening jumlah 179 orang, namun setelah dilakukan screening yang lulus ke tahap layanan operasi berjumlah 105 pasien. Hari kedua, 105 pasien yang direncanakan dioperasi hanya 100 orang yang memenuhi syrat untuk dioperasi dan 5 pasien gagal dikarenakan Tekanan Darah dan Tekanan Intra Okuler (TIO) yang tinggi pada saat akan dilaksanakan operasi. Hari ketiga, dilakukan control/ Follow Up post operasi untuk melihat perbaikan visus pasien. Selanjutnya 1 minggu kemudian, pasien yang telah dioperasi katarak dikontol kembali untuk melihat hasil operasi dan perbaikan visus serta apakah ada hal lain yang timbul post operasi katarak. Bila ada pasien post operasi mengalami masalah tersebut pihak Perdami akan menindak-lanjuti dan petugas Puskesmas asal pasien tersebut mendampingi pasien ke RSU Cipto Mangun Kusumo untuk dilakukan pemeriksaan kembali oleh dokter Perdami. ***

 

“Bila semua anjuran dilaksanakan, maka hasil operasi akan baik …” kata dr Sumihar Sihaloho, Kasi Pelayanan Dasar dan Rujukan Pemerintah pada Bidang Pelayanan Kesehatan di Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang.

Dijelaskan kegiatan ini sudah menjadi agenda kegiatan rutin setiap tahun di Seksi Pelayanan Dasar dan Rujukan Pemerintah yang dianggarkan sebanyak 3 kali kegiatan dan kali ini untuk kegiatan kedua kalinya. Kegiatan pertama dilaksanakan 21 April di RSU Hermina Bitung terkait Peringatan Hari Kartini dan peresmian Rumah Sakit tersebut yang diresmikan oleh Bupati Tangerang.

Kegiatan kedua dilaksanakan kali ini di Rumah Sakit Hermina juga dan diharapkan kegiatan ini dapat membantu informasi tentang Rumah Sakit tersebut kepada masyarakat sedangkan kegiatan ketiga direncanakan akan dilaksanakan pada Hari Kesehatan Nasional di bulan November dengan tempat kegiatan masih akan dibahas lebih lanjut ,katanya.

Dalam pelaksanaan baksti-sosial ini Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang menggunakan dana APBD Kabupaten Tangerang dengan jumlah sasaran di setiap kali kegiatannya 70 pasien yang berasal dari keluarga tidak mampu, jika yang lulus operasi lebih dari sasaran 70 pasien , anggarannya akan ditanggung  Perdami dan Rumah Sakit yang ikut kerjasama dalam kegiatan tersebut.

Bypkmcisoka

42 Wanita Curug Puas Negatif Kanker Serviks

CURUG – Wajah para wanita Kecamatan Curug dipenuhi rasa syukur setelah mereka dinyatakan negatif penyakit kanker serviks berdasarkan hasil IVA Tes yang dilaksanakan Puskesmas Curug atas program kerja-sama Dinkes Kabupaten Tangerang-BPJS Cabang Tangerang di puskesmas itu, Kamis (11/8/2016).

Berdasar hasil IVA Tes yang dilaksanakan kepada 42 wanita Kecamatan Curug oleh petugas puskesmas, seluruhnya memang dinyatakan negatif kankir serviks. Tentu saja, para wanita yang mengikuti tes itupun senang dan bersyukur atas hasil ini.

“Alhamdulillah, saya sehat-sehat saja…” kata satu peserta IVA Tes dengan wajah gembira yang memancarkan kepuasan dirinya.

Dengan hasil ini, maka dari 42 wanita itu tak ada satupun yang perlu mendapat penanganan khusus lanjutannya. Ke-42 wanita itu sendiri terinci 23 wanita memeriksa IVA Tes dengan menggunakan Kartu BPJS, 2 wanita memakai KIS, dan 17 wanita lainnya merupakan peserta IVA Tes umum.

dr H Achmad Muchlis MARS, Kepala Puskesmas Curug, mengakui antusias masyarakat Curug dalam melakukan pemeriksaan kesehatannya memang kini sudah cukup tinggi. “Sudah tidak ada lagi yang merasa takut dan malu dalam memeriksa kesehatan, semisal mengikuti IVA Tes.”

Masyarakat, ungkapnya, lebih memilih mengetahui sejak dini penyebab gejala gangguan kesehatan yang dialaminya daripada terlambat dan menyebabkan dirinya terkena penyakit yang telah serius karena bila itu terjadi maka akan menjadi lebih sulit untuk diobati.