Dinkes Bekali KIPI bagi 44 Kepala Puskesmas

TIGARAKSA – Sebanyak 44 kepala puskesmas se-Kabupaten Tangerang mendapat pembekalan Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) yang digelar Dinkes Kabupaten Tangerang di Aula Gedung Perpustakaan Daerah Kabupaten Tangerang di Tigaraksa, Jumat (29/4).

dr Ni Wayan Manik Kusmayani, Kabid Pencegahan, Pemberantasan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PPL) pada Dinkes Kabupaten Tangerang menjelaskan pembekalan ini meliputi sosialisasi kepada seluruh kepala puskesmas mengenai resiko yang dapat timbul setelah melakukan imunisasi.

“Tindakan apapun pasti ada resiko, apapun itu kita belajar untuk menangani resiko dan memberikan pemahaman yang baik kepada masyarakat agar tidak menjadi bumerang buat masyarakat terkait mitos-mitos imunisasi yang banyak berkembang di masyarakat,” katanya.

Dicontohkan, misalnya gara-gara imunisasi suhu tubuh anak menjadi panas dan sebagainya.

Pelatihan ini juga dilakukan agar petugas sigap dalam menangani reaksi simpang karena imunisasi sekaligus bisa memberikan pemahaman yang baik kepada masyarakat.

“Imunisasi DPT misalnya memang menimbulkan reaksi panas pada anak, tapi dapat langsung ditangani dengan pemberian obat penurun panas, begitu suhu tubuh anak naik,” tambah dr Manik.

Diinformasikan dalam pembekalan kepada 44 kepala puskesmas ini juga menghadirkan narasumber Ketua Pokja Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi  (KIPI) Kabupaten Tangerang dr E Kusnandar.

Diungkapkan dr Manik, Pokja KIPI ini dibentuk melalui SK Bupati Tangerang yang di antaranya bertugas untuk memfasilitasi jika adanya kejadian-kejadian pasca imunisasi yang terjadi di masyarakat melalui jejaring di antaranya dengan puskesmas, rumahsakit, PMI, kepolisian dan lain-lain. Sehingga diharapkan penanganan KIPI bisa cepat terlayani dengan baik.

Harapan ke depan dari hasil pembekalan ini adalah agar masyarakat Kabupaten Tangerang mendapat pemahaman yang baik tentang pentingnya imunisasi bagi anak dan tidak lagi takut dengan mitos-mitos imunisasi yang berkembang di masyarakat.

“Warga juga agar tidak takut untuk melapor ke puskesmas atau instansi terkait jika ada kejadian-kejadian pasca imunisasi. Sehingga dapat ditanggulangi dengan baik dan program imunisasi juga dapat berjalan lancar,” pungkas dr Manik.

About

You may also like...

Comments are closed.