Monthly Archives:July 2016

Bypkmcisoka

Dinkes Beri Layanan Verifikasi Kesehatan Haji

CIKUPA – Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang selama 5 hari, 25-29 Juli 2016, memberikan Pelayanan Verifikasi Kesehatan Kepada Jemaah Calon Haji Kabupaten Tangerang dan Pemberian Vaksinasi Maningitis (Menivax SCTW).
Pelaksanaan dua kegiatan itu dilakukan di Rumah Sakit Mulya Insani Cikupa Kabupaten Tangerang. Sementara bagi jemaah calon haji wanita hamil di bawah 14 minggu dan lebih dari 26 minggu tidak diperkenankan mendapat vaksinasi tersebut.
Tahun ini, tercatat sedikitnya 1.629 jemaah calon haji asal Kabupaten Tangerang yang akan berangkat ke tanah suci.  Kini mereka diwajibkan mengikuti verifikasi kesehatan lanjutannya, karena sebelumnya mereka sudah mendapat pemeriksaan kesehatan dari puskesmas masing-masing.
Kegiatan ini sendiri sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 15 Tahun 2016 tentang Istithaah Kesehatan Jemaah Haji, papar dr Ni Wayan Manik Kusmayani, Kabid Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) pada Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang, Rabu (27/7/2016).
Dijelaskan ibadah haji merupakan ibadah dengan perjalanan panjang dan banyak kegiatan yang sangat melelahkan fisik. Selain itu, ada juga resiko gangguan kesehatan disebabkan kondisi iklim dan cuaca ekstrim yang berbeda dengan tanah air.
“Oleh karena itu diharapkan para jemaah calon haji harus sudah menjaga kesehatannya di tanah air dan mau berolahraga kecil sejak dini agar setibanya di tanah suci sudah memiliki stamina yang terbaik untuk kelancaran beribadah haji,” ucapnya.

Bypkmcisoka

Terpilih Dua Balita Duta Kabupaten Tangerang

TANGERANG – Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang bekerja-sama TP PKK Kabupaten Tangerang menggelar Lomba Balita Indonesia Tingkat Kabupaten Tangerang yang diikuti 58 balita dari 29 kecamatan di Aula Gedung Pendopo Kabupaten Tangerang, Rabu (27/7/2016).
Ke-58 balita yang masing-masing kecamatan mengirim 2 balita perwakilannya dijaring dalam lomba berkategori umur 6-24 bulan dan umur 2-5 tahun. Masing-masing balita peserta datang didampingi kader posyandu, petugas kesehatan, kepala puskesmas, dan pengurus PKK kecamatan.
Acara dibuka Hj Lili Hermansyah, Wakil Ketua I TP PKK Kabupaten Tangerang. Dia berharap kegiatan positif ini bisa terus ditindak-lanjuti agar dapat memotivasi para orangtua merawat dan menjaga tumbuh-kembang anak-anaknya dengan baik.
Yaitu anak yang memiliki wawasan terbaik dan memiliki jiwa inovasi sehingga pada saatnya bisa menjadi generasi-generasi harapan bangsa, khususnya Kabupaten Tangerang, katanya.
Untuk itu, Hj Lili berharap para orangtua yang balitanya menjadi peserta dalam lomba ini bisa menimba ilmu dan pengetahuan terbaik dalam menjaga dan merawat anak-anaknya. “Walaupun kalah dalam penilaian saat ini, namun harus tetap bangga karena anaknya sudah bisa mewakili kecamatan.”
drg Hj Naniek Isnaeni Lestari M.Kes, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang, mengutarakan tujuan kegiatan lomba ini untuk menyemangati para orangtua balita memberi perawatan dan pengasuhan anak-anaknya secara baik.
Sisi lainnya, diharapkan lomba ini dapat menstimulasi para orangtua balita untuk terus mengembangan wawasannya tentang kesehatan tumbuh-kembang anak, mau mengajak anak-anaknya ke posyandu dan memberikan ASI Ekslusif, memberikan imunisasi lengkap kepada anak-anaknya, serta memberikan rasa nyaman dan aman di dalam lingkungan anak-anak.
Adapun hasil lomba yang digelar, s.b.b: Untuk kategori umur 6-24 bulan, Juara I diraih Ahmad Haris Mukhtar dari Kecamatan Kemeri dengan total nilai 2.380, Juara II diraih balita asal Kecamatan Suka Mulya, dan Juara III diraih balita asal Kecamatan Mauk.
Sementara untuk kategori umur 2-5 tahun, Juara I diraih Meisya Putri Virjilia dari Kecamatan Jambe dengan total nilai 2.290, Juara II balita asal Kecamatan Sukadiri, dan Juara III diraih balita asal Kecamatan Mekar Baru.
Selanjutnya Ahmad Haris Mukhtar dari Kecamatan Kemeri dan Meisya Putri Virjilia dari Kecamatan Jambe ditetapkan menjadi duta balita Kabupaten Tangerang dalam Lomba Balita Indonesia Tingkat Propinsi Banten.

Bypkmcisoka

Dinkes Dinilai Sukses Bina TOGA RW 04 Pagedangan

PAGEDANGAN – Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang bekerja-sama instansi terkait dinilai telah berhasil melakukan pembinaan kepada masyarakat Sektor III Perumahan Bumi Puspitek Asri di RW 04 Desa Pagedangang, Kecamatan Pagedangan, yang mengembangkan lahan fasilitas sosial terlantar menjadi lahan pengembangan TOGA.
Jangan heran, bila akhirnya kawasan terpadu ini dijadikan titik Penilaian Lomba Pemanfaatan TOGA Tingkat Provinsi Banten. Tim penilaian lomba pun datang ke lokasi untuk memberi penilaian, Senin (25/7/2016).
Tim Penilai Pemanfaatan TOGA Tingkat Provinsi Banten yang datang ke lokasi didampingi Asda III Pemkab Tangerang dan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang menyatakan kekagumannya atas pemanfaatan lahan TOGA yang dikembangkan.
Kedatangan tim sendiri sebelumnya diterima terlebih dahulu di Gedung Pemkab Tangerang. Setelah itu, tim mendatangi lokasi Pengembangan Pemanfaatan TOGA di Sektor III Perumahan Bumi Puspitek Asri di RW 04 Desa Pagedangang.
Keberhasilan pembinaan pengembangan TOGA ini karena warga di perumahan itu dibimbing dinkes dan instansi lain mampu mengkonsentrasikan pemanfaatkan lahan fasilitas sosial  sebagai lahan tidur menjadi lahan produktif.
Di atas lahan seluas 2 hektar itu, kini warga memanfaatkannya menjadi lahan pertanian, tanaman TOGA, buah-buahan, kolam ikan, TPST, taman pendidikan, dan lapangan olahraga.
Berkat tekad yang kuat dari para pengurus RT-RW di sana, kini lahan tidur itu bagai disulap hanya dalam waktu 1 tahun menjadi lahan yang hijau, indah, dan bermanfaat bagi masyarakat. Pengembangan tanaman TOGA, pertanian sayur-mayur, serta peternakan ikan di kolam tersedia, kini mampu menambah kas pengurus.
Selain itu, warga di sana pun kini tidak lagi keseulitan bila ingin menkonsumsi sayur-mayur segar. Mereka tinggal datang ke perkebunan itu, karena di lahan pertanian yang dikembangkan ditanam Terong, Kacang Panjang, Cabe, Tomat, Bayam, Sesim, Labu, dan berbagai macam sayuran lainnya yang siap dipanen.
Hj Nanik Isnaeni Lestari M.Kes, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang, berharap lomba pemanfaatan tanaman TOGA ini dapat mengajak anak-anak untuk belajar mengenal bentuk dan pemanfaatan tumbuh-tumbuhan yang ada sekitarnya.
Sementara bagi masyarakat pengembangan TOGA itu dapat menjadi inspirasi untuk mau memanfaatkan pekarangan rumahnya menjadi lokasi media tanam, yang pada akhirnya dapat membantu meningkatkan pendapatan keluarga.

Bypkmcisoka

18 Balita Ikuti Lomba Balita Sehat Pasar Kemis

PASAR KEMIS – Puskesmas Pasar Kemis dan Puskesmas Kutabumi menggelar Lomba Balita Sehat dengan kategori usia 6-23 bulan dan 2-5 tahun, Selasa (19/7). Lomba ini diikuti 18 perwakilan dari 9 desa, yang masing-masing desa diiwakilkan kepada 2 balita.
Acara dibuka Drs H Asep Saepudin MM, Camat Pasar Kemis di Aula Puskesmas Pasar Kemis. Camat berharap tim juri dalam bekerja harus menerapkan penilaian yang selektif agar perwakilan yang nantinya ikut dalam lomba di tingkat selanjutnya benar-benar bisa membawa nama baik balita sehat Kecamatan Pasar Kemis.
Akhirnya, berdasar hasil penilaian, keluar sebagai juara balita sehat kategori 6-23 bulan adalah Alisha Khaira Wilda dari Kelurahan Kuta Jaya, sedangkan juara untuk kategori balita usia 2-5 tahun adalah Fawaz Affan Fazri Abqori dari Kelurahan Kutabumi.
Para peserta sendiri mengikuti beberapa materi penilaian, di antaranya pemeriksaan kesehatan, pemeriksaan gigi, pemeriksaan imunisasi, ukur berat-badan, tinggi-badan dan pemeriksaan penilaian tumbuh-kembang mengenai motorik kasar dan motorik halus.
dr Hj Salwah, Kepala Puskesmas Pasar Kemis, berharap para peserta yang mengikuti lomba, baik yang masuk dalam kategori terbaik maupun harapan, bisa terus mengikuti pembinaan dan orantuanya menjaga putra-putrinya dengan sebaik-baiknya agar mereka dapat tumbuh dengan baik.
“Jangan karena hanya mengikuti lomba, kita merawat balita kita dengan baik,” katanya. Lomba yang diikuti harus dijadikan para orangtua sebagai penambah pengetahuan agar lebih mampu merawat dan mendidik anak dengan sehat dan terpenuhi kecukupan gizinya.
“Kepada peserta terbaik bisa terus dijaga kesehatannya karena akan menjadi perwakilan Kecamatan Pasar Kemis mengikuti Lomba Balita Sehat Tingkat Kabupaten Tangerang,” ucapnya.

Bypkmcisoka

Halal Bihalal Dinkes Lepas 18 Jemaah Calon Haji

TIGARAKSA – Jajaran Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang menggelar Halal Bihalal dan pelepasan jemaah calon haji dari keluarga besar Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang yang digelar di lobbi kantor dinas itu, Rabu (20/7).
Halal bihahal inipun mengundang direktur RSU Kabupaten Tangerang, RSU Balaraja, serta direktur RS dan RSIA swasta. Diundang para purna bhakti Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang yang datang bersama para isterinya.
Sementara jemaah calon haji yang dilepas, di antaranya yang menjalakan tugas sebagai Tenaga Kesehatan Haji Indonesia (TKHI) sebanyak 6 orang dan berangkat haji secara mandiri 12 orang. Dilepas pula 12 pegawai purna bhakti dinkes tahun ini.
drg Hj Naniek Isnaini Lestari M.Kes, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang, menyampaikan ucapan Selamat Idul Fitri dan pernyataan permohonan maaf lahir-batin kepada seluruh hadirin. “Sampaikan pula salam saya kepada para satuan dinas kesehatan yang tidak bisa hadir karena harus melaksanakan tugas di wilayah masing-masing.”
Lalu, Hj Naniek pun mengucapkan rasa syukur di wilayah Kabupaten Tangerang sampai saat ini belum ada rumah sakit ataupun klinik yang diperiksa karena kedapatan menggunakan vaksin palsu.
“Oleh karena itu diharapkan kepada seluruh jajaran kesehatan yang ada di Kabupaten Tangerang agar terus menjaga dan mewaspadai adanya obat-obatan semacam itu,” katanya. Bahkan pengawasan pun harus dilakukan secara meluas di antaranya pada obat-obatan karena dikhawatirkan bukan hanya vaksin yang dipalsukan, tetapi juga obat-obatan.
“Saya yakin dan percaya kepada seluruh keluarga besar kesehatan tidak akan pernah berpikir untuk meracuni masyarakat dengan memberikan barang palsu, masyarakat hanya sebagai korban dari ulah oknum tak bertanggung-jawab,” katanya.
Terkait itu, Hj Naniek mengajak seluruh petugas kesehatan dan elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga dan mewaspadai peredaran barang-barang dan obat-obatan palsu yang dapat merugikan masyarakat.
Akhirnya, acara halal bihalal ditutup dengan mendengarkan siraman rohani dari KH Ues Nawawi, Ketua MUI Kabupaten Tangerang, yang menjelaskan Makna dan Nikmatnya Kebersamaan dalam Melaksanakan Tugas untuk Mencapai Hasil Lebih Baik.
“Di dalam melaksanakan tugas, jangan menilai pangkat atau jabatan, semua harus dilaksanakan dengan penuh keikhlasan dan tawadhu, sesuai fungsi dan tugasnya masing-masing,” paparnya.
Insya Allah, tambahnya, bila dilaksanakan dengan baik dan benar, pekerjaan yang ada dapat diselesai dengan hasil memuaskan. “Seperti halnya dinas kesehatan tahun ini telah mendapat beberapa penghargaan, tentunya ini dicapai atas kerja-sama semua petugas secara baik,” ucapnya.

Bypkmcisoka

Puskesmas Curug Ikuti Lomba Puskesmas Berprestasi Banten

CURUG – Puskesmas Curug menerima kunjungan Tim Penilai Lomba Puskesmas Berprestasi Tingkat Propinsi Banten Tahun 2016 di aula puskesmas itu, Senin (18/7).
Tim berjumlah 12 orang disambut hangat Kepala Puskesmas Curug dr H Achmad Mukhlis MARS beserta seluruh staf. Hadir Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang drg Hj Naniek Isnaini Lestari MKes dan Asda I H Arsad Husein.
dr H Achmad Mukhlis MARS, Kepala Puskesmas Curug menjelaskan tim penilai melakukan penilaian terhadap kinerja program wajib, program pengembangan, serta performance Puskesmas Curug.
Di antaranya kebersihan, kerapihan dan kelengkapan sarana-prasarana yang sesuai standar Permenkes No 75 Tahun 2014 tentang Puskesmas. “Dinilai pula tentang standar akreditasi puskesmas dan kelengkapan dokumen administrasi puskesmas,” jelasnya.
Diungkapkan Puskesmas Curug terpilih mewakili puskesmas se-Kabupaten Tangerang dalam lomba ini setelah keluar sebagai juara dalam Lomba Puskesmas Tingkat Kabupaten Tangerang. “Alhamdulillah, respon dari tim penilai cukup baik,” tambahnya. Adapun hasil resminya akan diumumkan minggu depan.
Diinformasikan kinerja Puskesmas Curug telah dilengkapi dengan Poli Anak, Poli Dewasa, Poli Gigi, Poli KIA, Poli Gizi, Sanitasi, Imunisasi, KB, Klinik IMS, Klinik Aster (Klinik HIV), Laboratorium, UGD 24 jam, Rawat Inap 24 jam, dan PONED 24 jam.

Bypkmcisoka

Lancar Layanan Petugas Kesehatan di Posko Lebaran

TIGARAKSA – Rasa syukur dipanjatkan jajaran petugas kesehatan dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tangerang karena telah melaksanakan tugas pelayanan kesehatan dengan baik di Posko-posko Mudik Lebaran.
Selama dibukanya posko 30 Juni-15 Juli tidak ada insiden yang berkategori berat sehingga memerlukan penanganan khusus untuk para pemudik. Pelayanan yang ada hanya bersifat sederhana yaitu memberi pertolongan pertama bagi pemudik yang kelelahan dan beristirahat.
“Saya bersyukur atas kelancaran pelayanan kesehatan di posko-posko lebaran ini,” kata drg Hj Naniek Isnaeni Lestari M.Kes, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang, Kamis (14/7).
Bertepatan masih bersuasana lebaran, maka Hj Naniek pun atas nama pribadi dan dinkes mengucapkan, “Selamat Idul Fitri 1437 Hijriyah, Mohon Maaf Lahir dan Batin” kepada seluruh masyarakat Kabupaten Tangerang.
Diinformasikan puluhan petugas kesehatan dari Dinkes Kabupaten Tangerang memang diperbantukan di Posko-posko Mudik Lebaran yang diberi nama Posko OPS Ramadniya di seluruh wilayah Kabupaten Tangerang.
Para petugas dengan membawa obat-obatan dan peralatan kesehatan bergabung dengan para petugas kepolisian dan unsur lainnya di posko itu. Mereka siap memberi layanan kesehatan kepada para pemudik yang membutuhkan pertolongan pertama dalam perjalanan, di antaranya pemudik yang kelelahan ataupun cedera karena kecelakaan lalulintas.
Selain itu, para petugas kesehatan di posko pun dapat memberikan pertolongan pertama kepada masyarakat lainnya yang membutuhkan pemeriksaan  gangguan kesehatan, yang bahkan bisa dirujuk ke puskesmas atau RS bila memang dibutuhkan tindakan medis lanjutannya.
Sejak awal bertugas hingga masa akhir tugas pelayanan, tercatat petugas kesehatan di posko-posko  mudik telah melayani 6 pasien insiden kecelakaan lalulintas dan kelelahan di perjalanan. Keenam warga itu setelah diberi pertolongan bisa melanjutkan perjalanannya.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang rajin melakukan pemantauan ke posko-posko mudik lebaran, semisal yang dilakukan dengan meninjau sejumlah posko mudik lebaran pada Senin (4/7). Pada kesempatan itu, Hj Naniek berpesan agar para petugas kesehatan pun menjaga kesehatan tubuhnya sehingga bisa memberi layanan terbaik.
Para petugas kesehatan dalam bertugas pun secara rutin memberi laporan dengan menggunakan Sipkes berbasis internet sehingga terintegarasi langsung ke Kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang.

Bypkmcisoka

Poli IMS Puskesmas Cisoka Siap Sedia Bantu Pasien

CISOKA – Poli Infeksi Menular Seksual (IMS) Puskesmas Cisoka siap sedia memberi bantuan pemeriksaan kepada masyarakat yang akan memeriksakan kesehatannya terkait kasus sindrom penyakit seksual yang diderita.

dr Umi Hani, Pemegang Program IMS pada Puskesmas Cisoka, Selasa (3/5), menjelaskan memeriksakan kesehatan terkait IMS sangat penting dilakukan masyarakat agar dirinya tak lagi terganggu kesehatannya disebabkan hubungan seksual  dengan penderita IMS sebelumnya.

Petugas di poli ini siap memberikan pelayanan pemeriksaan kepada masyarakat, baik di dalam gedung maupun pemeriksaan penjangkauan. Bahkan secara terjadual, puskesmas pun memberikan penyuluhan ke sekolah-sekolah dan tempat lokalisasi.

Berdasar data Puskesmas Cisoka, masyarakat yang datang memeriksakan kesehatannya terkait IMS, di tahun 2015 tercatat 59 orang dan di tahun 2016 sampai akhir April tercatat 19 orang.

Keluhan kasusnya sendiri serupa, yaitu mereka datang membawa sindrom (gejala) IMS. Para petugas setelah melakukan pemeriksaan, lalu memberikan obat berupa pil untuk diminum secara teratur oleh pasien.

Bila setelah dua pekan obat diminum tetapi tidak memberhentikan cairan yang keluar dari alat kelamin, maka pasien akan diberikan rujukan ke Puskesmas Balaraja untuk mendapat penanganan yang lebih intensif dengan melakukan pemeriksaan lebih khusus.

Dari banyaknya kunjungan pasien, hanya 2 orang yang dinyatakan positif IMS dan hingga kini masih dalam perawatan puskesmas. Keduanya secara rutin datang di setiap bulannya untuk mendapatkan obat dari puskesmas.

Kedua orang tersebut sendiri, ungkap Umi, terkena penyakitnya dari Jakarta pada tahun lalu dan telah mendapat surat dokter. Puskesmas hanya menindak-lanjuti pemberian obatnya agar penyakit tersebut tidak menulari orang lain yang bisa menular melalui hubungan seksual.

Bypkmcisoka

Dinkes Bekali KIPI bagi 44 Kepala Puskesmas

TIGARAKSA – Sebanyak 44 kepala puskesmas se-Kabupaten Tangerang mendapat pembekalan Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) yang digelar Dinkes Kabupaten Tangerang di Aula Gedung Perpustakaan Daerah Kabupaten Tangerang di Tigaraksa, Jumat (29/4).

dr Ni Wayan Manik Kusmayani, Kabid Pencegahan, Pemberantasan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PPL) pada Dinkes Kabupaten Tangerang menjelaskan pembekalan ini meliputi sosialisasi kepada seluruh kepala puskesmas mengenai resiko yang dapat timbul setelah melakukan imunisasi.

“Tindakan apapun pasti ada resiko, apapun itu kita belajar untuk menangani resiko dan memberikan pemahaman yang baik kepada masyarakat agar tidak menjadi bumerang buat masyarakat terkait mitos-mitos imunisasi yang banyak berkembang di masyarakat,” katanya.

Dicontohkan, misalnya gara-gara imunisasi suhu tubuh anak menjadi panas dan sebagainya.

Pelatihan ini juga dilakukan agar petugas sigap dalam menangani reaksi simpang karena imunisasi sekaligus bisa memberikan pemahaman yang baik kepada masyarakat.

“Imunisasi DPT misalnya memang menimbulkan reaksi panas pada anak, tapi dapat langsung ditangani dengan pemberian obat penurun panas, begitu suhu tubuh anak naik,” tambah dr Manik.

Diinformasikan dalam pembekalan kepada 44 kepala puskesmas ini juga menghadirkan narasumber Ketua Pokja Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi  (KIPI) Kabupaten Tangerang dr E Kusnandar.

Diungkapkan dr Manik, Pokja KIPI ini dibentuk melalui SK Bupati Tangerang yang di antaranya bertugas untuk memfasilitasi jika adanya kejadian-kejadian pasca imunisasi yang terjadi di masyarakat melalui jejaring di antaranya dengan puskesmas, rumahsakit, PMI, kepolisian dan lain-lain. Sehingga diharapkan penanganan KIPI bisa cepat terlayani dengan baik.

Harapan ke depan dari hasil pembekalan ini adalah agar masyarakat Kabupaten Tangerang mendapat pemahaman yang baik tentang pentingnya imunisasi bagi anak dan tidak lagi takut dengan mitos-mitos imunisasi yang berkembang di masyarakat.

“Warga juga agar tidak takut untuk melapor ke puskesmas atau instansi terkait jika ada kejadian-kejadian pasca imunisasi. Sehingga dapat ditanggulangi dengan baik dan program imunisasi juga dapat berjalan lancar,” pungkas dr Manik.