Yearly Archives:2016

Bypkmcisoka

Foto Kegiatan SERASI 2016 Desa Kedaung Barat Kec. Sepatan Timur

Kegiatan Seribu sarana Sanitasi atau yang disingkat SERASI sudah 2 tahun berjalan, dasar hukum pelaksanaan kegiatan ini adalah adanya PERBUP NO 902/Kep.26-Huk/2016. Puskesmas Kedaung Barat Kecamatan Sepatan Timur mendapatkan tugas untuk dapat menjalankan amanah program tersebut dan di jalankan oleh 3 KWS/KSM yang sudah terbentuk hasil pembinaan Puskesmas dan Kecamatan yaitu KWS/KSM Usaha Sehat Gemilang  yang ada di Desa Kedaung Barat mendapat alokasi 42 titik, KWS/KSM Usaha Mulya Sejati  yang ada di Desa jatimulya mendapatkan alokasi 10 titik dan KWS/KSM Pelangi yang ada di desa Lebak Wangi yang mendapatkan alokasi 10 titik. Tujuan dari program SERASI ini adalah untuk mempercepat pencapaian target Open Defecation Free ( ODF ) untuk wilayah kerja Puskesmas Kedaung Barat. Kegiatan ini dapat terselenggara dengan adanya partispasi dan permberdayaan dari masyarakat sebagai syarat mutlak kegiatan.

sanitasi_1

sanitasi_2

sanitasi_3

sanitasi_4

sanitasi_5

Bypkmcisoka

Warga Diajak Puskesmas Suradita Terapkan PHBS

CISAUK – Puskesmas Suradita menggelar penyuluhan mengenai Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) kepada warga Desa Dangdang dan Desa Mekar Wangi di Kecamatan Cisauk, Minggu (23/10/2016).

Hj Wirahayu SKM, Kepala Puskesmas Suradita, mengatakan penyuluhan PHBS dilakukan sebagai upaya promotif mengubah perilaku yang tidak sehat menjadi berprilaku sehat. “Karena faktor perilaku memiliki andil 30–35% terhadap derajat kesehatan.”

Adapun materi yang diberikan dalam penyuluhan itu adalah 10 Indikator PHBS Dalam Tatanan Rumah Tangga, yaitu: (1) Persalinan Ditolong oleh Tenaga Kesehatan: (2) Memberi Bayi ASI Ekslusif; (3) Menimbang Bayi dan Balita Setiap Bulan; (4) Menggunakan Air Bersih; (5) Mencuci Tangan dengan Air Bersih dan Sabun.

(6) Menggunakan Jamban Sehat; (7) Memberantas Jentik di Rumah; (8) Makan Buah dan Sayur Setiap Hari; (9) Melakukan Aktivitas Fisik Setiap Hari; (10) Tidak Merokok di Dalam Rumah.

“Diharapkan akan ada perubahan perilaku warga sesuai dengan 10 indikator PHBS dalam tatanan rumah tangga,” ujar Hj Wirahayu, SKM.

Diinformasikan penyuluhan PHBS yang dilakukan Puskesmas Suradita ini dilaksanakan berbarengan dengan kegiatan bakti-sosial yang digelar Majelis Taklim Masjid Al-Hakim Sektor XII BSD. Adapun bakti sosial yang dilakukan berupa pembagian sembako gratis kepada sejumlah warga yang membutuhkan di kedua lokasi desa tersebut.

Bypkmcisoka

Cuaca Tak Menentu, Puksemas Suluh Waspada DBD

BALARAJA – Pergantian musim yang tidak menentu belakangan ini membuat jentik-jentik nyamuk Aedes Aegpyti mudah berkembang-biak menjadi nyamuk dewasa yang dapat mengakibatkan penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD).

Menyikapi hal ini, para Petugas Puskesmas Gembong pun kembali menggencarkan Sosialisasi Kewaspadaan Penyakit Demam Berdarah kapada warga di beberapa desa di wilayah kerjanya, yang menyertakan para kader kesehatan desa-desa yang ada.

Misalnya kegiatan sosialisasi yang dilaksanakan bagi masyarakat dan kader kesehatan Desa Sukamurni di bulan Oktober yang digelar di Aula Kantor Desa Sukamurni. Narasumber dr Ari Herdyanto, Petugas Puskesmas Gembong memberi paparan Sosialisasi Kewaspadaan DBD.

H Mad Yusuf SIP, Kasubbag TU Puskesmas Gembong, Selasa (25/10/2016), menekankan kepada para petugas untuk meningkatkan kewaspadaan. Oleh karena itu, para petugas segera kembali melakukan penyuluhan kepada warga.

Sekaligus menyerukan agar warga melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN), baik di lingkungannya maupun di rumahnya masing-masing.

Warga pun diajak mau menjadi kader pemantau jentik di rumahnya masing-masing di setiap harinya, yaitu dengan memantau kemungkinan ada jentik nyamuk Aedes Aegypti di tempat-temapat penampungan air yang terbuka. Bila ditemukan ada jentik nyamuk itu, bisa segera menaburkan bubuk abate dan mengurasnya.

Penyuluhan ini akan terus dilakukan ke setiap desa untuk mengingatkan masyarakat agar menjaga kebersihan lingkungan dan rumahnya maisng-masing agar terhindar dari bahaya DBD.

Bypkmcisoka

Puskesmas Sukatani Gencarkan DOFU

RAJEG – Petugas Puskesmas Sukatani terus menggencarkan penyuluhan dan pembinaan kesehatan bayi dan balita di 5 desa dengan melakukan drop out follow up (DOFU) imunisasi untuk menurunkan angka kesakitan dan kematian bayi dan balita di 5 desa binaan tersebut.

Metoda yang dilakukan yaitu dengan mendatangkan rumah-rumah warga pemiliki bayi usia 0-3 tahun. Langkah ini dinilai efektif karena masih ada sejumlah orangtua yang belum mau melengkapi imunisasi anak-anaknya disebabkan kurangnya pengetahuan dan pengertian tentang manfaat kekebalan imunisasi bagi anak-anak mereka.

Oleh karena itu, para petugas kesehatan Puskesmas Sukatani sejak September terus menggencarkan penyuluhan kepada warga pemilik bayu-balita, para kader kesehatan dan pengurus PKK di 5 desa itu.

dr Riesda Nandini, Kepala Subbag TU Puskesmas Sukatani, Selasa (25/10/2016), mengakui penjangkauan bayi dan balita dengan DOFU telah selesai dilaksanakan di 5 desa. Namun itu bukan berarti pekerjaan telah selesai karena masih ada sejumlah orangtua yang harus diberikan pemahaman lebih lanjut mengenai manfaat imunisasi.

“Agar mereka bisa memahami manfaatnya, sehingga ke depan tidak perlu lagi para petugas kesehatan bersama para kader mendatangi rumah mereka untuk memberikan imunisasi kepada balitanya, melainkan mereka sadar sendiri membawa balitanya ke posyandu atau puskesmas,”katanya.

Hj Nurhayati, Koordinator Imunisasi Puskesmas Sukatani, menambahkan dengan gencarnya penyuluhan dan pembinaan kepada para kader kesehatan desa pun, kini ibu-ibu muda di desa-desa itu sudah banyak yang memahami pentingnya imunisasi kepada anak mereka.

“Peran aktif para kader kesehatan desa sangat membantu dalam melakukan pencegahan kematian bayi dan anak,” ucapnya.

Bypkmcisoka

Puskesmas Jambe Ikut Sukseskan LT II Pramuka Jambe

JAMBE – Jajaran Puskesmas Jambe menjadi bagian dari kesuksesan penyelenggaraan Lomba Tingkat (LT) II Kwartir Ranting (Kwarran) Gerakan Pramuka Kecamatan Jambe yang dipusatkan di Lapangan Utama Kecamatan Jambe, Kamis (13/10/2016).

LT II Tahun 2016 diikuti 500 Anggota Penggalang Pramuka dari sejumlah SMP dan SMA se-Kecamatan Jambe. Terkait menjaga kesehatan para peserta ini, Puskesmas Jambe pun membuka posko kesehatan dilengkapi mobil ambulance.

Di posko ini, jajaran petugas kesehatan telah menyiapkan obat-obatan dan para tenaga medis yang siap memberi bantuan kesehatannya.

dr R Astrid Heraline, Kepala Puskesmas Jambe, mengakui dalam kegiatan ini para petugas kesehatan sebagai Pembina Saka Bhakti Husada memang turut membantu dan mendukung kegiatan dalam hal kesehatan peserta.

Sementara Ahmad Badri, Ketua Kwartir Ranting Gerakan Pramuka Kecamatan Jambe, mengucapkan terima-kasih kepada para pembina pramuka yang telah membantu menyukseskan kegiatan ini dan kepada para petugas medis yang membantu menjaga kesehatan para peserta lomba.

Bypkmcisoka

Puskesmas Pasarkemis Gencarkan Kewaspadaan TBC

PASARKEMIS – Petugas Kesehatan Puskesmas Pasarkemis bertekad akan terus melakukan pembinaan kepada para kader kesehatan dan masyarakat tentang pencegahan penyakit TBC.

Pembinaan dimaksud akan dilakukan petugas ke setiap desa pada saat kegiatan penimbangan bayi dan balita di posyandu, semisal saat acara posyandu di  Desa Sindangsari, Kecamatan Pasarkemis, Kamis (13/10/2016). Tujuannya memberi pemahaman dan pengenalan gejala penyakit TBC kepada masyarakat.

Sehingga bila ditemukan ada keluarga atau anggota masyarakat diduga terjangkit TBC, para kader kesehatan bisa segera mengantarkan pasien untuk berobat di puskesmas.

dr Istianah, Pemegang Program TB Paru pada Puskesmas Pasarkemis, menjelaskan dalam pemahaman dan penyuluhan TBC, masyarakat dikenalkan tentang beberapa gejala penyakit ini, di antaranya: (1) Selama 3 minggu mengalami batuk berdahak terus-menerus; (2) berkeringat di malam hari karena hal yang tidak jelas; (3) Di setiap hari badan terasa lemas, kurang bergairah, dan nafsu makan berkurang; (4) Batuk yang berdahak disertai darah; (5) Rasa sakit di dada serta mengalami sesak nafas yang berkelanjutan.

Bila ada anggota masyarakat mengalami gejala-gejala di atas, walaupun baru pada tahap 1 dan 2, diharapkan segera berobat ke puskesmas, jangan sampai memasuki tahapan gejala 3, 4 dan 5, sehingga menjadi berpenyakit TBC.

Sebab bila sudah sampai terkena penyakit TBC, si penderita harus mendapat pengobatan khusus dengan meminum obat secara teratur dan mewaspadai bisa menulari keluarga atau orang di sekitarnya, ucap Istianah.

Bypkmcisoka

PKK, Dinkes & Aerta Gelar Peringatan HCTPS Sedunia

SINDANG JAYA – TP PKK Kabupaten Tangerang bekerja-sama Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang dan PT Aetra, perusahaan air bersih swasta di Kabupaten Tangerang, menggelar kegiatan Peringatan Hari Cuci Tangan Pakai Sabun (HCTPS) Sedunia di SDN Sindang Asih I, kecamatan Sindang Jaya, Rabu (19/10/2016).

Acara ini diwarnai aksi ratusan murid kelas 3, 4 dan 5 SDN Sindang Asih I, serta murid Paud Melati memeragakan mencuci tangan pakai sabun dengan baik yang dipandu panitia penyelenggara.

Para pelajar menyambut kegiatan ini dengan suka-cita, sehingga menumbuhkan harapan kegiatan mencuci tangan pakai sabun bisa menjadi budaya masyarakat.

Hj Yuli Zaki Iskandar, Ketua TP PKK Kabupaten Tangerang, mengakui kegiatan ini baru kali pertama dilakukan Pengurus TP PKK Kabupaten Tangerang. Selanjutnya PKK siap melaksanakan kegiatan serupa secara berkesinambungan bekerja-sama dinas kesehatan dan PT Aetra yang peduli kesehatan masyarakat.

Cuci tangan pakai sabun adalah salah-satu cara menjaga kesehatan yang paling mendasar namun seringkali terabaikan, baik oleh anak-anak, orang dewasa maupun para manula. “Oleh karena itu pencanganan gerakan ini perlu terus digelorakan. Bukan hanya di lingkungan sekolah saja tetapi juga mengikut-sertakan para kader PKK agar dapat membina warga,” ucap Hj Yuli.

Sementara drg Hj Naniek Isnaeni Lestari Mkes, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang, mengakui kegiatan Gerakan Cuci Tangan Pakai Sabun kerja-sama dinasnya dengan PT Aerta sudah dilaksanakan di 19 desa di 11 kecamatan, yaitu mulai tanggal 13, 14 dan 15 Oktober.

“Pelaksanaannya bukan hanya di sekolah-sekolah saja, juga di lingkungan masyarakat. Ini bertujuan untuk memberikan kesadaran kepada masyarakat pentingnya mencuci tangan pakai sabun di air yang mengalir untuk menjaga kesehatan,” katanya.

Bila pola ini dapat diterapkan masyarakat di setiap harinya, maka akan dapat menurunkan angka kesakitan masyarakat.

Bypkmcisoka

Puskesmas Kosambi Gelar Mobile VCT ke Lokasi Mangkal PSK

KOSAMBI – Mencegah penularan PMS (penyakit menular seksual) dan HIV yang dibawa para pekerja seks komersial (PSK), Puskesmas Kosambi menggelar pemeriksaan VCT (Voluntary Counseling and Testing) kepada PSK di lokasi mangkal di malam hari mereka di Pondok Jagung.

VCT adalah  testing HIV secara sukarela yang bersifat confidential diawali proses konseling pra testing, dan konseling post testing, untuk deteksi dini  penyakit  HIV.

Ini dilakukan Puskesmas Kosambi setelah mendapat data pasca pembongkaran Lokalisasi PSK Pantai Dadap oleh Pemerintah Kabupaten  Tangerang yang menduga para PSK di lokasi itu beroperasi ke tempat lain, salah-satu ke Pondok Jagung  Kec Kosambi , sehingga sangat rentan pada penularan Infeksi Menular Seksual (IMS) maupun HIV danAIDS.

Terbukti saat dilakukan mobilisasi pemeriksaan VCT di Pondok Jagung Kec Kosambi , tepatnya di lokasi tempat PSK mangkal malam hari, pada Jumat (14/10/2016), dari 35 PSK yang mengikuti pemeriksaan VCT terdapat 2 PSK dinyatakan positif HIV.

Terkait itu, petugas Puskesmas segera memberikan konseling dan memberikan rujukan kepada dua PSK itu untuk mendapat penanganan khusus penyakitnya.

dr Hendra Tarmizi, Kepala Puskesmas Kosambi, mengakui pemeriksaan mobile VCT ini akan terus dilakukan baik kepada para PSK maupun warga yang ada di wilayah kerja Puskesmas Kosambi. Ini dilakukan untuk mengontrol para penderita penyakit menular seksual  ini sebelum menulari orang lain.

Oleh karena itu diharapkan kepada para kader kesehatan desa dan RT/RW agar dapat memberikan informasi kepada warganya agar  mau memeriksakan dirinya terutama pada kelompok berisiko tinggi dan pada populasi rentan.

Pemeriksaan dini terhadap populasi kunci untuk mengetahui status kesehatannya perlu dilakukan segera agar penderita mendapat pengobatan Anti Retra Viral pencegahan penularan terhadap pasangan dan anak.

Kegiatan  Mobile VCT sendiri dijamin kerahasiaannya dan diperlukan konsultasi mendalam antara antara klien dengan petugas kesehatan sebelum dilakukan pemeriksaan yang bertujuan agar orang tersebut mampu menjalani pengobatan secara medis, social dan membuat keputusan sendiri sehubungan dengan HIV dan AIDS,  ucap Hendra.

Bypkmcisoka

Puskesmas Kronjo Dofu Imunisasi Lengkap ke 10 Desa

KRONJO – Mulai pertengahan Oktober 2016, Petugas Puskesmas Kronjo melaksanakan kegiatan Drop Out Follow Up (Dofu) Imunisasi kepada bayi dan batita berusia 0-3 tahun dengan mendatangi rumah-rumah warga pemilik bayi dan balita.

Kegiatan ini untuk menjaring kelengkapan imunisasi bayi dan batita ini dilaksanakan secara bertahap kepada bayi dan batita pada 10 desa yang ada di wilayah kerja Puskesmas Kronjo dengan jumlah sasaran 872 bayi dan batita.

Berdasarkan data cakupan imunisasi yang ada, masih banyak bayi dan batita belum diimunisasi dengan lengkap, disebabkan orangtua bayi dan batita enggan mengimunisasi anaknya karena kekhawatiran terjangkit demam. Padahal imunisasi lengkap akan memberi kekebalan tubuh bayi dan batita dari beragam penyakit yang Dapat Dicegah dengan Imunisasi (PD3I).

Terkait kegiatan Dofu, para petugas kesehatan dalam operasionalnya dibantu para kader kesehatan desa dengan cara mendatangi rumah warga yang memiliki bayi dan balita yang belum lengkap imunisasi dasarnya, dan langsung diberikan imunisasi dilokasi.

Keterangan diperoleh di lapangan, rata-rata para orangtua bayi dan balita merasa khawatir anaknya diimunisasi dengan suntikan, tetapi petugas memberikan pemahaman tentang pentingnya anak mereka mendapat imunisasi lengkap. Setelah diberi pemahaman, akhirnya para orangtua bayi dan balita mengerti dan mau anaknya diimunisasi.

dr M Faridzi Fikri, Kepala Puskesmas Kronjo, Senin (17/10), mengutarakan pelaksana Dofu Imunisasi melibatkan para kader kesehatan dan intansi terkait. Kegiatan ini sendiri untuk meningkatkan cakupan imunisasi dasar lengkap (IDL) agar tercapai kekebalan populasi guna menurunkan angka kesakitan/kematian pada bayi dan balita dari Penyakit-penyakit yang Dapat Dicegah dengan Imunisasi (PD3I).