43 ODGJ Masih Terus Ditangani dan Dipantau Puskesmas Gembong

SEDIKITNYA 43 ODGJ (Orang Dengan Gangguan Jiwa) sampai saat ini masih mendapat penanganan dan pengawasan Petugas Kesehatan Jiwa (Keswa) Puskesmas Gembong dengan wilayah binaan di wilayah Kecamatan Balaraja.

Untuk palayanan pengobatannya puskesmas membuka layanan di setiap hari pada jam kerja. Selain itu, petugas juga bisa melakukan layanan kunjungan rumah (home visit) untuk memantau kepatuhan pasien meminum obat dan memantau perkembangan fisik pasien.

Pemegang Program Keswa pada Puskesmas Gembong, dr Dian Aryani, kemarin, mengutarakan bagi ODGJ dengan kondisi berat dan bisa membahayakan keluarga dan lingkungan, serta meresahkan masyarakat, “kami ajukan untuk di rujuk ke RSJ Soeharto Herdjan.”

Bila setuju, maka petugas puskesmas akan menghubungi pihak RSJ untuk melakukan penjemputannya.

Diterangkan, di dalam kandaraan penjeputan, harus ada petugas medis dan keluarga/orang pendamping yang di percaya. Hal ini dilakukan agar perjalanan yang dilakukan mendapat kelancaran. Setelah sembuh, maka setelah pasien dikembalikan pasca pengobatannya oleh RSJ, selanjutnya pengobatan ditangani petugas puskesmas.

Sementara dr Tuti, Kepala Puskesmas Gembong, mengharapkan dalam penanganan pasien ODGJ, ada kerja-sama yang baik pihak keluarga pasien dengan petugas puskesmas.

“Tujuannya agar semua pasien ODGJ binaan Puskesmas Gembong tidak terlantar dan dapat ditangani dengan baik,” katanya.

Diharapkan keluarga pun lebih kooperatif dalam melakukan pemantauan minum obat pasien secara teratur. Terlebih untuk pasien ODGJ yang baru pulang dari RSJ, agar tidak mudah kambuh kembali.