Petugas Puskesmas Suluh Ibu Hamil Cegah Stunting Sejak Bayi di Kandungan

STUNTING sampai saat ini masih menjadi ancaman buat masa depan anak-anak karena Stunting disebabkan kekurangan asupan gizi seimbang yang cukup lama mengakibatkan tumbuh-kembang anak terhambat dan menyebabkan tinggi badan anak menjadi rendah dan pendek (kerdil).

Terkait itu, para Petugas Puskesmas Cisauk berkolaborasi lintas program di wilayah Kecamatan Cisauk gencar melakukan sosialisasi dan kunjungan rumah untuk melakukan Penyuluhan Stunting, pengukuran tinggi badan dan penimbangan berat-badan bayi.

Kepala Puskesmas Cisauk, dr Lidia Arita, kemarin, menjelaskan anak-anak Stunting pun beresiko tinggi mengidap Penyakit Regeneratif, semisal Kanker, Diabetes dan Obesitas. “Ini disebabkan asupan kebutuhan Zat Gizi Mikro dan Makronya tidak terpenuhi secara maksimal ke dalam tubuh, sehingga bentukan fungsi sel tubuh dan lainnya tidak sempurna.”

Oleh karena itu, “para petugas kami terus berupaya melakukan pencegahannya. Khususnya di saat bayi sejak dalam kandungan dengan menerapkan 6 langkah pencegahannya.”

Keenam tata-cara Cegah Stunting Oleh Ibu Hamil, yaitu: (1) Memeriksakan kandungan secara rutin; (2) Penuhi asupan Nutrisi; (3) Mencukupi konsumsi Zat Besi; (4) Terapkan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS); (5) Hindari paparan asap rokok; (6) Lakukan olah-raga secara teratur agar imun tetap terjaga.

Anak-anak Stunting pun, kata dr Lidia Arita, sebenarnya sudah bisa diketahui dengan berat-badannya yang kurang dari 2,5 kg saat lahir, pertumbuhannya lebih lambat, begitu juga dengan tumbuh gigi dari yang seharusnya.

“Gejala seperti ini bisa dicegah dengan memberikan Nutrisi seimbang kepada ibu hamil dari 1000 hari pertama kehidupan hingga usia 2 tahun,” katanya.

Diharapkan para orangtua yang merasakan adanya gejala Stunting pada anaknya dianjurkan segera mencari dokter atau petugas kesehatan supaya bisa segera mendapatkan penanganannya.

Namun sebaiknya kepada para ibu hamil untuk rutin memeriksakan kandungannya secara rutin,  pungkas dr Lidia Arita.