Pandemi Covid-19, PONED Puskesmas Pakuhaji Tetap Layani Persalinan

PONED Puskesmas Pakuhaji di masa Pandemi Covid-19 tetap memberi layanan persalinan kepada ibu hamil (bumil) dengan menerapkan protokol kesehatan. Bahkan dari hasil pengecekan melalui tes dari 15 bumil melahirkan ditemukan 4 bumil terdeteksi Reaktif Covid-19.

Tentu saja, penemuan ini langsung ditangani tanpa harus merujuk ke RS selama bayi dalam kandungan dan ibunya tidak bermasalah, kata dr Umie Kulsum MM, Kepala Puskesmas Pakuhaji, Senin (26/10/2020).

PONED (Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Dasar) di Puskesmas Pakuhaji, dikatakannya, melaksanakan kegiatan tersebut sesuai arahan Kemenkes RI. Sebab untuk melakukan rujukan ke rumah sakit bumil reaktif akan mengalami kesulitan dan membutuhkan waktu, yang dikhawatirkan bumil tersebut bisa melahirkan di perjalanan.

Dipaparkan, sesuai arahan Kemenkes RI dalam memberikan pelayanan persalinan pasien reaktif, para petugas diberikan APD kelas 3 mengingat penularan Covid-19 ini bukan hanya melalui darah saja, tetapi juga melalaui udara.

Untuk setiap pasien bumil yang datang ke PONED, memang semuanya diwajibkan mengikuti Rapid Tes dan Swab Tes sebagai bagian mendeteksi sebaran Virus Covid-19. Disyukuri 4 bumil yang Reaktif Covid-19 itu, kini telah melahirkan dengan kondisi diri dan bayinya selamat.

“Untuk pelayanan persalinan bumil yang Reaktif Covid-19, kami menyediakan ruangan terpisah, baik untuk tempat melahirkan maupun ruangan saat layanan persalinan selesai. Semuanya kami buat steril,” kata dr Umie Kulsum MM.

Terkait itu, pihak puskesmas pun berharap para pasien melahirkan bisa jujur kepada petugas kesehatan tentang kondisi kesehatannya, semisal apakah mengalami sesak nafas, sakit tenggorokan, flu, dan lainnya, sehingga para petugas bisa memberikan pelayanannya secara lebih baik.

Lebih lanjut disampaikan dr Umie Kulsum MM, Pandemi Covid-19 bisa berakhir sangat membutuhkan partisipasi bersama dalam mematuhi Protokol Kesehatan Covid-19.