PE Dinkes + Puskesmas Dilakukan Untuk Putus Sebaran Covid-19

PENYELIDIKAN Epidemiologi (PE) adalah salah-satu instrumen yang dilakukan Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang beserta puskesmas-puskesmas di wilayah Kabupaten Tangerang untuk menekan sebaran Covid-19.

Kabid P2P pada Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang, dr Hendra Tarmizi MARS, Senin (18/5/2020), mengatakan PE wajib diterapkan 44 puskesmas yang ada 29 kecamatan se-Kabupaten Tangerang bila menemukan dugaan terjadinya sebaran Covid-19.

“Bahkan lebih jauh, PE juga bisa dilakukan untuk semua jenis penyakit menular berbahaya lainnya,” ujarnya.

Dijelaskan pelaksanaan PE yaitu dengan melakukan kunjungan ke lokasi warga terduga terpapar virus untuk dilakukan wawancara dan jika diperlukan melakukan rapid test.

“Ini dilakukan untuk mengetahui dari mana asalnya penularan virus, ke mana saja penularannya, sudah berapa lama, dan lain-lain,” tambah dr Hendra Tarmizi MARS.

Jika diperlukan, malah pihak Dinkes Kabupaten Tangerang dapat pula melakukan pendampingan kepada tim PE puskesmas sebagai pengoptimalan kinerjanya.

Diinformasikan beberapa pedoman dalam pelaksanaan PE, di antaranya: (1) Dimulai dari penerimaan informasi; (2) Memastikan informasinya; (3) Melakukan persiapan tim PE turun ke lapangan; (4) Menentukan adanya KLB penyakit menular.

Dari hasil di atas, selanjutnya tim pun membuat definisi kasus untuk ditetapkan sebagai ODP atau PDP, pengembangan hipotesis jika ODP maka dilakukan isolasi mandiri dan dipantau selama 14 hari.

Sementara jika PDP maka dilakukan isolasi di fasilitas kesehatan untuk selanjutnya dilakukan uji swab. Bila hasilnya positif maka seluruh keluarga pasien dilakukan PE dan uji swab seluruhnya.

Tindakan lebih lanjut dari tim di antaranya melakukan sosialisasi secara intensif, melakukan cleanerisasi dengan penyemprotan disinfektan, serta melakukan berbagai tindakan lain yang diperlukan.