Disarankan Bumil Minta Layanan PONED Bersifat Kegawat-daruratan Saja

MESKIPUN Pelayanan PONED Puskesmas Cisauk tetap berjalan seperti biasa di masa PSBB Kabupaten Tangerang, tetapi sebaiknya para ibu hamil datang meminta layanan kesehatan pada kehamilannya yang bersifat kegawat-daruratan saja.

Kegawat-daruratan dimaksud di antaranya mengalami muntah hebat, demam tinggi mencapai 38 derajat C,  pendarahan kontraksi/ nyeri-perut hebat, pecah ketuban, tekanan darah tinggi, nyeri kepala hebat, atau gerakan janin berkurang/tidak terasa kejang.

Kepala Puskesmas Cisauk, dr Lidia Arita, Jumat (15/5/2020), menjelaskan untuk bulan Mei terdata yang melahirkan di PONED sebanyak 8 orang dan 5 di antaranya dirujuk ke RS Selaras Cisauk.

Diakui layanan PONED di Puskesmas Cisauk sekarang ini memakai aturan SOP Covid-19. Para petugas akan menggunakan alat pelindung diri (APD).

Setiap pasien pun diwajibkan jujur atas penyampaian keluhan kehamilannya kepada petugas saat di-Anamnesa yang bertujuan mengumpulkan data tentang masalah kesehatan dan medis pasien sehingga dapat diidentifikasi perkiraan diagnosis atau masalah medis yang dihadapi pasien.

Sementara untuk pelayanan PONED di puskesmas bersifat standar. Sebab itu, bila ada kelainan beresiko saat melahirkan, maka akan dirujuk ke RS, yang sudah terintegrasi program Sijari Emas.

Biasanya kehamilan beresiko, papar dr Lidia Arita, banyak terjadi pada kasus KPD (Ketuban Pecah Dini), Anemia Berat, Prematur (kehamilan kurang bulan) Postmatur (kehamilan kelebihan bulan), Abortus, preeklamsia berat, kelainan letak bayi dan beberapa resiko kehamilan lainnya yang perlu mendapatkan rujukan ke RS.