Saat Pandemi Corona, Setiap Bulan PONED Rajeg Layani 50 Persalinan

DI TENGAH penanganan dan pencegahan Virus Covid-19, jajaran petugas PONED Puskesmas Rajeg tetap memberi layanan pemeriksaan kandungan dan persalinan kepada para ibu hamil dan ibu melahirkan.

Namun tentu saja ada yang berbeda dalam layanan di saat pandemi Corona, yaitu para petugas dalam melaksanakan tugasnya memakai alat pelindung diri (APD), baik saat memberi layanan di dalam gedung puskesmas maupun saat merujuknya ke RS rujukan dengan mobil ambulance.

Kepala Puskesmas Rajeg, dr Siti Salamah, Jumat (8/5/2020), menjelaskan di setiap bulannya rata-rata pihaknya bisa memberi layanan persalinan sebanyak 50 pasien.

Pasien persalinan itu, tambahnya, ada yang menjalani persalinannya di PONED Puskesmas Rajeg dan ada juga yang harus dirujuk ke RS-RS rujukan untuk mendapatkan pelayanan persalinan yang lebih paripurna yang tak bisa dilaksanakan di PONED.

“Untuk pasien yang akan dirujuk, sebelumnya kita menghubungi rumah sakit yang akan dituju melalui sistem Sijari Emas, termasuk disampaikan data kelengkapan pasien dan kasus kehamilannya sampai harus dirujuk, sehingga saat perujukan pihak RS sudah mempersiapkan segala sesuatunya.

Untuk RS rujukan di wilayah barat Kabupaten Tangerang adalah RSUD Balaraja, RSUD Tangerang dan RSU dr JB Sitanala, papar dr Siti Salamah.

RAGAM RESIKO

Sementara Bidan Wahyuni, Pemegang Program PONED Puskesmas Rajeg, menambahkan semua pasien persalinan yang dirujuk ke RS karena berkondisi melahirkan bayi dengan berresiko, yang perbantuan persalinannya akan kurang maksimal bila dilaksanakan di PONED puskesmas.

Semisal KPD (Ketuban Pecah Dini), Kelainan Letak Bayi, BSC (Bekas Sectio Sesaria), HPP (Hermorrogic Post Patrium), Abortus, Anemia Berat, Postmatur (kehamilan lewat bulan), Prematur (kehamilan kurang bulan) dan persalinan berresiko lainnya.

SOP PERSALINAN

Dalam memberi layanan persalinan, pihak puskesmas Rajeg pun selalu menerapkan SOP guna menstabilkan kelahiran pasien, sesuai kasusistik yang berpedoman pada prinsip BAKSOKUDA.

Yaitu: B: Bidan mendampingi ke RS; A: Alat yang dibutuhkan sesuai kasus pasien; K: Keluarga pasien ikut mendampingi; S: Surat rujukan dibuat bidan sebagai bukti pasien dirujuk dengan data dan info kelengkapan pasien; O: Obat yang dibutuhkan selama perjalanan; K: Kendaraan ambulan puskesmas siaga 24 jam; U: Uang walau sudah menggunakan BPJS atau Jampersal, namun keluarga tetap dianjurkan membawa uang untuk keperluan yang lain; DA: Donor Darah berupa menyiapkan pendonor darah apabila dibutuhkan sumbangan darah, sehingga pada saatnya tidak repot mencari sumbangan darah.