Terus Sosialisasi Covid-19 Disampaikan Kepada Masyarakat

PUSKESMAS Kelapa Dua di setiap harinya terus memberikan layanan kesehatan kepada masyarakat. Meskipun jumlah kedatangan masyarakat untuk berobat memang berkurang selama PSBB.

Kepala TU Puskesmas Kelapa Dua, dr Tita Maulita Sawiti, Kamis (7/5/2020), mengutarakan selama PSBB layanan kesehatan masyarakat tetap berjalan sesuai permintaan masyarakat yang datang berobat.

Semua poli layanan kesehatan tetap memberi layanan sesuai jadwal, semisal layanan di poli anak, layanan pasien umum, dan layanan TB.

“Terkait Cegah Sebaran Corona, maka kesempatan kedatangan pasien ke puskesmas dimanfaatkan para petugas melakukan sosialisasi dan edukasi Covid-19 di ruang tunggu pasien,” terang dr Tita Maulita Sawiti.

Ditambahkan belum lama ini, pihak puskesmas pun mendampingi Petugas Dinas Kesehatan Provinsi Banten dan Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang, melakukan Rapid Tes di Pasar Kelapa Dua, dengan sasaran 300 pedagang dan pengunjung pasar.

Diharapkan dengan edukasi dan Rapid Tes tersebut, masyarakat bisa lebih memahami pencegahan sebaran Virus Covid-19 dan secara sadar mau mematuhi himbauan pemerintah bersama polri.

Sehingga pada akhirnya, masyarakat bisa menjaga kesehatan diri, keluarga dan kerabatnya, agar tak tertular virus yang belum ditemukan obatnya itu.

Adapun himbauan pemerintah  bersama polri itu, s.b.b: (1) Kurangi aktifitas di luar rumah; (2) Menghindari tempat-tempat keramaian; (3) Rajin cuci tangan pakai sabun (CTPS) di air mengalir; (4) Menggunakan masker setiap keluar rumah; (5) Menerapkan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

Sementara dr Tri Retno Wulandari, Kepala Puskesmas Kelapa Dua, menambahkan dalam upaya bersama memutus mata-rantai Virus Covid-19, memang masyarakat harus ambil bagian secara aktif. “Apalah artinya usaha pemerintah, bila masyarakat sebagai obyeknya kurang peduli.”

Dikatakan permasalahan wabah Covid-19 terkategori permasalahan serius. Bukan karena banyak beritanya di TV, medsos, atau media massa lainnya, namun virus itu memang bisa berada di mana saja juga bisa ada di lingkungan terdekat masyarakat.

“Sebab itu, masyarakat harus punya andil besar dalam melakukan pemutusan mata-rantai wabah Covid-19 ini,” pungkas dr Tri Retno Wulandari.