Puskesmas Panongan di Awal Tahun Telah Tangani 48 ODGJ

PETUGAS Kesehatan Jiwa Puskesmas Panongan bekerjasama para kader kesehatan, staf desa dan masyarakat, bersatu-padu dalam penanangan kesehatan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) sehingga membuahkan hasil positif.

Keterpaduan ini dilalukan baik dalam pengobatan kunjungan ke rumah-rumah pasien, merujuknya ke RSJ Grogol, maupun saat menggelar Sosialisasi Tata-cara penanganan ODGJ. 

Kepala Puskesmas Panongan, drg Farah Segeir, Senin (30/3/2020), mengatakan sejak Januari hingga akhir Maret tercatat ada 48 ODGJ yang ditangani perawatannya oleh puskesmas.

“Yang saat ini masih mendapat kunjungan rumah sebanyak 13 ODGJ, yaitu terdapat di Desa Ranca Kelapa, Desa Pesat dan Desa Mekar Bakti…” katanya sambil menjelaskan semua ODGJ yang sudah terdata petugas mendapat pelayanan yang sama.

Sementara ODGJ yang baru ditemukan mendapat penanganan khusus, dengan cara para petugas melakukan kunjungan rumah untuk memberikan obat dan memberikan motivasi kepada keluarga dan tetangga di sekitar lingkungan rumah ODGJ.

Untuk ODGJ yang masih suka mengamuk, ungkap Kepala Puskesmas Panongan, “para petugas kami juga terus melakukan pengawasannya dan mengontrol cara minum obatnya.”

Biasanya pasien OGDJ yang baru ditangani, langsung dirujuk ke RSJ Grogol dengan persetujuan keluarga, lurah atau kepala desa. Saat membawa pasien ODGJ untuk dirujuk, pihak puskesmas pun akan didampingi petugas tramtib, staf desa dan keluarga ODGJ.

Lalu, saat ODGJ setelah dirawat tersembuhkan dan boleh dibawa pula, maka petugas puskesmas akan menjemputnya bersama petugas terkait dan pihak keluarga.

Lebih lanjut disampaikan kepada seluruh kader dan masyarakat bila menemukan ODGJ, dihimbau segera melaporkannya kepada pihak terkait, agar bisa mendapat penanganan segera, pungkas drg Farah Segeir.