Perda Kawasan Tanpa Rokok Mulai Disosialisasikan di Kabupaten Tangerang

DISOSIALISASI penerapan Perda No 18 Tahun 2018 tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR) kepada para pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD).
Acara berlangsung di Ruang Wareng, Gedung Perkantoran Pemkab Tangerang di Tigaraksa, Selasa (11/2/2020), adalah sosialisasi perdana penerapan Perda KTR yang secara khusus diberikan bagi pimpinan OPD.
Kegiatan ini dilaksanakan jajaran Seksi Penyakit Tidak Menular dan Kesehatan Jiwa di Bidang P2P pada Dinkes Kabupaten Tangerang.
Tampil 2 narasumber. Pertama, narasumber dari DPRD Kabupaten Tangerang menyampaikan materi Perda No 18 Tahun  2018 tentang KTR. Kedua, narasumber pimpinan No Tobacco Community dengan materi Perda No 902 Tahun 2019 tentang Pembentukan Satuan Tugas Kawasan Tanpa Rokok (KTR) dan Peraturan Bupati No 95 tahun 2019 tentang Petunjuk Pelaksanaan Peraturan Daerah No 18 tahun 2018 tentang KTR.
Acara dibuka Wakil Bupati Tangerang yang sekaligus menyematkan Lencana Tim Satgas kepada sejumlah satgas terpilih.
Kepala Bidang P2P Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang, dr H Hendra Tarmizi, menjelaskan kegiatan ini adalah sosialisasi perdana yang memang sengaja disampaikan kepada para pimpinan OPD, pimpinan rumah sakit, pimpinan universitas, dan puskesmas, untuk menjelaskan di Kabupaten Tangeran sekarang sudah diterapkan Perda KTR.
“Harapannya, selanjutnya bisa ditindaklanjuti para OPD sehingga pada saat tim berkunjung ke kantor OPD-OPD sudah ada tanda tanda, indikator, dan tempat khusus merokok,” katanya.
Saat ini, belum ada tindakan dari penerapan perda ini, karena masih dalam masa sosialisasi dengan sasaran masyarakat mengetahui, memahami, dan mengerti tentang adanya penerapan Perda KTR.
Perda KTR sendiri, kata dr H Hendra Tarmizi, bukan melarang orang merokok tetapi mengajak masyarakat untuk merokok di tempat khusus yang disediakan.
Ada 8 tempat yang melarang masyarakat merokok, yaitu: (1) Di  tempat pendidikan; (2) Di tempat sarana kesehatan; (3) Di  tempat sarana ibadah; (4) Di dalam angkutan umum; (5) Di tempat bermain anak; (6) Di perkantoran; (7) Di tempat umum; (8) Di tempat sarana olahraga.
“Di 8 tempat tersebut, nantinya ada beberapa tempat terpisah akan disediakan ruang khusus untuk merokok,” pungkas dr H Hendra Tarmizi.