Diberdayakan Lansia Jadi Petugas Pembina Kesejahteraan Masyarakat

MEMBERDAYAKAN para lansia untuk menjadi petugas pembina kesejahteraan keluarga, Dinkes Kabupaten Tangerang menggelar Pembinaan bagi Pengurus Lansia, Petugas Puskesmas, Ibu Lurah/Ibu Kepala Desa yang ada di wilayah binaan 4 puskesmas.
Pembinaan dilaksanakan Seksi Kesehatan Keluarga pada Bidang Kesehatan Masyarakat di Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang berlangsung di Ruang FKTS di Gedung Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang, Senin (10/2/2020).
Para peserta yang datang dari wilayah binaan Puskesmas Tigaraksa, Puskesmas Kelapa Dua,  Puskesmas Sukamulya dan Puskesmas Jambe, mengikuti kegiatan ini dengan antusias.
Kepala Seksi Kesehatan Keluarga, dr Hj Sri Indriyani, menjelaskan ke-4 wilayah binaan puskesmas di atas memang telah memiliki lansia yang berpotensi untuk dijadikan pilot-project kepesertaan mereka membantu melakukan pembinaan kesejahteraan keluarga masyarakat di wilayahnya masing-masing.
Sesuai Program Pemberdayaan Peningkatan Lansia, memang mereka bisa diperbantukan melakukan pembinaan dalam 5 hal. Yaitu: Pertama, membantu melakukan pembinaan untuk Ibu hamil. Kedua, membantu melakukan pembinaan untuk bayi-balita. Ketiga, membantu melakukan pembinaan untuk anak usia pendidikan dasar. Keempat, membantu melakukan pembinaan untuk usia dewasa. Kelima, membantu melakukan pembinaan untuk usia pralansia.
“Pembinaan pada kelima hal tersebut pun masing-masing sudah dipandu dengan buku panduannya, sehingga para kader lansia bisa melakukan pembinaan kemana saja,” kata dr Hj Sri Indriyani.
Semisal pembinaan kepada ibu hamil dalam kelas ibu hamil, pembinaan bayi-balita masuk pada kelas balita, kalau pembinaan pada lansia atau pralansia bisa masuk ke majelis taklim, serta bisa juga ke sekolah-sekolah untuk pembinaan anak pendidikan dasar, serta pembinaan pada usia dewasa.
Dituturkan sejumlah lansia di 4 wilayah binaan puskesmas di atas pun telah teruji mampu melakukan pembinaan.
“Namun yang masih perlu kita berikan pembinaan lebuh lanjut dalam pembuatan dokumentasi dan administrasinya. Kalau sudah semuanya baik, bisa kita perbantukan di setiap kegiatan,” pungkas dr Hj Sri Indriyani.