Survai Mawas Diri: Masyarakat Masih Butuh Penyuluhan Kesehatan Berkelanjutan

HASIL Survei Mawas Diri (SMD) Puskesmas Kedaung Barat kepada warga di 8 desa pesisir utara Kabuoaten Tangerang menunjukkan warga di wilayah binaannya itu masih membutuhkan dilakukannya penyuluhan kesehatan secara berkelanjutan, terutama penyuluhan terkait pencegahan dan pengobatan penyakit.

“Ada beberapa hal yang perlu disuluh secara terus-menerus, semisal terkait pencegahan Penyakit AIDS, pencegahan Penyakit Kusta, pencegahan penyakit tidak menular, dan menghindari bahaya rokok,” kata dr Netty Mawarti, Kepala Puskesmas Kedaung Barat, Selasa (4/2/2020).

Diinformsikan SMD dilakukan Puskesmas Kedaung Barat pada 8 desa binaan dengan menyebar 150 kuesioner di tiap-tiap desa. “Kuesioner itu berisi tentang harapan masyarakat dan semua program pelayanan di Puskesmas Kedaung Barat,” ungkap dr Netty.

Hasil SMD ini sendiri, tambahnya, sudah disampaikan pihak puskesmas saat pelaksanaan Musyawarah Masyarakat Desa (MMD) yang digelar pihak desa di 8 desa. “Supaya masyarakat dan aparatur desa mengetahui hasilnya dan diharapkan pemerintahan desa dapat memahami mana-mana yang perlu diintervensi melalui program pembangunan bidang kesehatan di desanya masing-masing.”

Sementara MMD yang diikuti Puskesmas Kedaung Barat sendiri telah dilakukan sejak 17 Januari hingga 27 Januari 2020 di 8 desa, yaitu Desa Lebak Wangi, Desa Gempol Sari, Desa Pondok Kelor, Desa Kampung Kelor, Desa Tanah Merah, Desa Jatimulya, Desa Sangiang, dan Desa Kedaung Barat.

Dalam momentum MMD sendiri, tidak hanya hasil SMD saja yang dipaparkan, disampaikan juga hasil pendataan PIS-PK yang mendata data 12 indikator kesehatan keluarga di masing-masing warga desa, ungkap Netty Mawarti.