Puskesmas Diperintah Terapkan 5 Langkah Cegah Penularan Pneumonia

MENINDAKLANJUTI Surat Edaran Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kemenkes RI No SR.03.04/11/55/2020 tentang Kesiapsiagaan Dalam Upaya Pencegahan Penyebaran Penyakit Pneumonia dari Negara Republik Rakyat Tiongkok ke Indonesia, jajaran puskesmas-puskesmas di Kabupaten Tangerang diperintahkan melakukan deteksi dini terhadap gejala-gejala penyakit tersebut.

Kepala Bidang P2P pada Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang, dr H Hendra Tarmizi MARS, Senin (27/1/2020), mengutarakan ada 5 langkah yang harus diambil puskesmas-puskesmas untuk melakukan deteksi dini terhadap gejala-gejala penyakit tersebut sebagai kebijakan Pemkab Tangerang melalui Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang menindaklanjuti Surat Edaran Dirjen P2P Kemenkes RI.

Langkah itu, terinci, s.b.b: Pertama, puskesmas melakukan pengamatan terhadap peningkatan khusus Influenza Like Ilness (ILI) serta Pneumonia melalui sistem kewaspadaan diri dan respon (SKDR).

Kedua, puskesmas diperintahkan melakukan pemantauan dalam masa inkubasi pada orang yang datang dari negara terjangkit berdasarkan health alert card (HAC) yang diberikan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KPP).

Ketiga, puskesmas wajib memantau ketat dan melakukan isolasi penderita dengan gejala Pneumonia dan mempunyai riwayat perjalanan dari negara terjangkit dalam 14 hari sebelum munculnya gejala.

Keempat, puskesmas diperintahkan melakukan kampanye edukasi kepada masyarakat tentang Pneumonia dan pencegahan penularannya. Di antaranya melakukan cuci tangan pakai sabun, menerapkan etika bersin dan batuk, dan melakukan pemeriksaan ke fasilitas kesehatan bila menemukan orang yang mengalami keluhan demam, batuk, pilek, sesak disertai gangguan pernapasan.

Kelima, pihak puskesmas dan rumah sakit harus segera melaporkan kasus Pneumonia berat yang memiliki riwayat perjalanan dari negara terjangkit secara berjenjang ke Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang.

Lebih lanjut disampaikan dr H Hendra Tarmizi MARS, mengingat penyakit ini belum ada vaksin yang dapat mencegahnya, maka disarankan langkah yang dapat diambil untuk menghindari penularan penyakit ini dengan gejala batuk, pilek, sesak napas, dan baru pulang dari negara terjangkit, segera datang berobat ke puskesmas atau rumah sakit.