Jajaran Dinkes Tangani Kesehatan Masyarakat Pasca Banjir

JAJARAN Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang pada pasca banjir di sejumlah wilayah masih disibukan dengan melakukan pemantauan kesehatan warga terdampak banjir.

Para petugas kesehatan dibantu petugas dari 16 puskesmas melakukan kegiatan penanganan kesehatan masyarakat di sebagian wilayah di 15 kecamatan, meliputi sebagian wilayah 30 desa/kelurahan yang menggenangi 6.933 rumah.

Berdasarkan Rapid Health Assessment (RHA) Sistem Penilaian Kesehatan Secara Cepat, tim kesehatan yang diberi nama Tim Klaster melaksanakan monitoring dan evaluasi (monev) ke setiap puskesmas yang sebagian wilayah binaannya terdampak banjir.

Lalu tim pun menyerahkan bantuan logistik kesehatan, berupa Disinfektan, Diterjen, Kavorit dan Polibek.

Ketua Harian Tim Klaster Dinkes Kabupaten Tangerang, dr H Hendra Tarmizi MARS, mengutarakan biasanya pasca banjir memang memberi dampak munculnya penyakit disebabkan kotornya lingkungan.

”Oleh karena itu, Tim Klaster melakukan antisipasi dan pencegahannya agar penyakit yang timbul tidak berdampak menular,” katanya. 

Untuk saat ini hampir di setiap puskesmas sudah melakukan penanganan Penyakit ISPA, Gatal-gatal dan Hipertensi.

KESEHATAN JIWA

Sementara untuk Klaster Kesehatan Jiwa pasca banjir pun telah dibuka di Posko Puskesmas Teluk Naga dan Posko Puskesmas Kelapa Dua. Ini disebabkan dampak kejadian banjir ternyata menyebabkan pula sebagian warga korban banjir mengalami stress.

Dituturkan dr H Hendra Tarmizi MARS, selama dua hari pada Senin dan Selasa, tim klaster melaksanakan monef dan clean-up pasca banjir.

“Hari Senin di Teluk Naga, Bojong Nangka, Kutabumi, Pakuhaji dan Pasir Nangka. Sementara Di Hari Selasa tim yang berbeda melaksanakan monev di Kronjo, Kosambi, Pagedangan, Gunung Kaler, Jayanti dan Tigaraksa,” katanya.

Di hari sebelumnya sudah dilakukan clean-up di wilayah kerja Puskesmas Jalan Emas pada 200 rumah dan di Tigaraksa pada 30 rumah, ungkapnya.