Program Diserang Minotaur Ingatkan Pasien Hipertesi Minum Obat

BERDASARKAN Data Riskesdas Tahun 2018, prevalansi hipertensi berdasarkan hasil pengukuran pada penduduk usia 18 tahun  sebesar 34,1 persen, diketahui masih sebagian besar penderita tidak minum obat secara rutin.

Alasan penderita hipertensi itu, antara lain: Mereka merasa sehat, mereka tidak teratur memeriksa penyakitnya ke fasyankes, mereka senang meminum obat tradisional, menggunakan terapi lainnya, lupa minum obat, dan tidak mampu beli obat.

Padahal Hipertensi seringkali disebut sebagai The Silent Killer karena tanpa keluhan, sehingga penderita tidak mengetahui dirinya terkena Hipertensi.

Berdasar data di atas, Pemegang Program Hipertensi pada Puskesmas Pasir Nangka, mencoba menerapkan inovasi unggulan dalam pengobatannya,  yaitu dengan program Diserang Minotaur (Diet Sekarang dan Minum Obat Teratur). Program ini sudah dilaksanakan di puskesmas sejak 28 Agustus 2019.

Pemegang Program Hipertensi pada Puskesmas Pasir Nangka, dr Andri Sitepu, Sabtu (21/9/2019), menjelaskan program ini pelaksanaanya dilakukan dalam 2 kegiatan.

Yaitu: (1) Dilakukan penyuluhan umum kepada masyarakat yang dilaksanakan di Aula Puskesmas Pasir Nangka; (2) Dibentuk konsultasi khusus kepada pasien Hipertensi sampai mereka paham penyakitnya dan mau mengontrol penyakitnya melalui Diserang Minotaur.

“Untuk konsultasi khusus, sementara masih dilaksanakan di Poli Umum. Ke depan akan dibuatkan ruang Poli Khusus Hipertensi dengan jadwa satu kali di setiap Selasa,” kata dr Andri Sitepu.

Sementara untuk waktu kontrol sudah dijadwal 2 pekan sekali, yang di setiap kontrol diberikan tanda khusus rekam medik pasien yang telah konsultasi dan evaluasi setiap kunjungannya.

“Setiap pasien pun diminta mengisi data pribadi dan menyerahkan nomor teleponnya. Sesuai rencana ke depan dari nomor telepon itu pihak puskesmas akan mengingatkan pasien meminum obat melalui pesan SMS,” katanya.

Saat ini, ungkap dr Andri Sitepu, penyuluhan sudah dilaksanakan 2 kali di Puskesmas Pasir Nangka dengan jumlah peserta sedkitnya 20 orang.