Puskesmas Curug Program Sikat Gigi Bersama Setiap Hari Murid SD

MEMPRAKTIKAN tata-cara menjaga kesehatan gigi pada anak usia sekolah sejak dini, Tim Usaha Kesehatan Gigi Sekolah (UKGS) Puskesmas Curug menggelar pembinaan dengan praktik menggosok gigi setiap hari bersama murid kelas I SDN Kadu I, Desa Kadu, kecamatan Curug, Kabupaten Tangerang.

Kegiatan mulai berlangsung pada pekan pertama September 2019 ini  diberi nama “One Student One Toothbrush (Satu Pelajar Satu Sikat Gigi)”. Kegiatan ini diikuti 93 murid SDN itu yang tergabung dalam 3 kelas.

Pemegang Progran UKGS pada Puskesmas Curug, drg M Ihsan Pramadiya, mengutarakan program ini sebagai bagian dari kegiatan pembinaan dokter kecil (dokcil).

”Namun kali ini kami lakukan inovasi baru dengan memberikan pembinaan kepada murid kelas satu untuk dapat melaksanakan sikat gigi di setiap hari di sekolah. Ini akan menjadi pilot project unggulan,” katanya.

Kegiatan ini digelar dengan bekerjasama dinas lainnya di Kabupaten Tangerang, kepala sekolah, dewan guru terutama wali kelas I, yang langsung membantu dalam kegiatan ini, karena setiap murid di setiap harinya, setelah jam pelajaran usai diwajibkan mengikuti sikat gigi bersama di lapangan sekolah.

“Kegiatan sikat gigi massal ini sudah berjalan setiap hari selama 8 hari. Tentu saja, sebelumnya sudah dilakukan sosialisasi dan pembinaannya terlebih dahulu kepada murid dan orangtuanya sejak Agustus,” papar drg M Ihsan Pramadiya.

Dalam kegiatan ini para murid diberikan satu sikat gigi dan gelas kumur, serta kartu absen. Bila ikut melaksanakan sikat gigi bersama kartu diberikan stempel. Bila tidak ikut, maka kartu itu akan diberikan tanda silang.

Sementara dr Radianti Bulan M, Kepala Puskesmas Curug, menjelaskan Program One Student One Toothbrus merupakan perwujudan salah-satu misi Puskesmas Curug, yaitu “Mendorong Kemandirian Masyarakat untuk Hidup Sehat dengan Meningkatkan Sinergi Kemitraan Lintas Program dan Lintas Sektoral.”

Diharapkan dari program pemberdayaan masyarakat ini akan tertanamkan kebiasaan menyikat gigi kepada para murid SD, yang nantinya akan menekan angka karies atau gigi berlubang di wilayah kerja Puskesmas Curug.

“Selain itu, diharapkan anak-anak tersebut bisa menjadi agen perubahan di keluarganya dengan membawa kebiasaan menyikat gigi bersama di sekolah yang dibawa ke lingkungan rumahnya,” pungkas dr Radianti Bulan M.