Lagi, Puskesmas Cikupa Lakukan Pembinaan Puluhan Dokcil

PUSKESMAS Cikupa melakukan Pembinaan Dokter Kecil (Dokcil) Angkatan Ke-2 Tahun 2019 kepada puluhan murid SD negeri dan swasta di aula puskesmas itu,  Rabu (4/9/2019).

Pembinaan sebelumnya sudah dilaksanakan pada Bulan Mei. Pada setiap angkatan dibina 60-an murid SD dari 12 SD negeri dan swasta, yang masing-masing sekolah mengirimkan 5 murid dan 1 guru pendamping.

Pemegang Program Dokcil Puskesmas Cikupa, drg Rizka Radihasputri, menjelaskan pembinaan dilaksanakan selama dua hari. Materinya berisi Pengenalan Dokcil, UKS, pengetahuan umum tentang kesehatan, upaya peningkatan status gizi, perawatan gigi, PHBS, kesehatan lingkungan, dan P2K.

Diberikan pula pemahaman tentang manajemen menstruasi karena materi ini perlu disampaikan mengingat perubahan pada wanita saat mengalami haid. Untuk saat ini, sebagian murid kelas 5 SD sudah ada yang mengalami menstruasi.

“Oleh karena itu perlu kita beri penjelasannya, baik kepada guru maupun murid-murid, agar mereka membudayakan memakai pembalut wanita sesuai aturan, yaitu di setiap 4 jam sekali harus diganti. Lewat dari waktu itu bisa mengakibatkan gatal gatal,” papar drg Rizka Radihasputri.

Lalu saat ada murid yang melihat teman wanita roknya terdapat bercak merah, jangan diejek. Segera sampaikan kepada guru pembimbing agar guru tersebut bisa membantu membersihkan dan memberikannya pembalut. Sebab itu, setiap sekolah kini dianjurkan menyediakan pembalut wanita.

Sementara dr Shelmi Johan, Kepala Puskesmas Cikupa, menjelaskan pembinaan kepada dokcil bertujuan untuk dapat memberi pemahaman tentang kesehatan sejak dini kepada murid SD.

Diharapkan kepada peserta selanjutnya bisa membagi pengetahuan kesehatan yang telah didapatnya kepada teman-teman di sekolah maupun di lingkungan rumahnya.

Dituturkan di tahun 2018, Tim Dokcil Binaan Puskesmas Cikupa telah meraih prestasi dengan meraih Juara I Lomba Dokcil Kategori Perorangan dan Juara II Lomba Dokcil Kategori Berregu.

“Mudah-mudahan prestasi ini dapat memotivasi murid SD-SD lainnya yang belum mendapat pembinaan untuk mengajukan diri agar mendapatkan pembinaan dari tim puskesmas,” pungkas dr Shelmi Johan.