Puskesmas Pasar Kemis Pantau Santriwati Diduga Keracunan Limbah

JAJARAN Puskesmas Pasar Kemis masih terus mewaspadai kemungkinan bakal kembali terjadi kasus keracunan warga Kampung Bugel, RT 01/RW 01 Desa Pangadegan, yang diduga terpapar limbah pabrik yang dibuang di sungai setempat.

Kewaspadaan ini terkait pada Rabu (28/8/2019) malam, puskesmas kedatangan 14 santriwati kampung itu yang mengeluh kepala pusing, sesak napas, gatal-gatal, dan alergi, selepas mereka mengaji di Pondok Pesantren Nurul Hikmah.

Diduga para santriwati ini mengalami keracunan sebaran limbah lewat udara, sehingga mereka pun harus mendapat perawatan serius di Puskesmas Pasar Kemis sampai keesokan harinya, Kamis (29/8/2019).

Berdasar PE (Penyelidikan Epidemialogi) yang didapat Tim Surveilans P2P, Petugas Kesling, dan bidan desa, dari warga sekitar, pada Rabu malam memang tercium bau sangat menyengat berasal dari limbah yang mengalir di sungai.

Berdasar pendataan PE ke sungai, ditemukan sungai tersebut airnya berwarna hitam-pekat dan berminyak, seperti cairan oli kotor dan baunya sangat menyengat.

Keterangan diperoleh, bertepatan dengan sebaran bau tersebut, terdapat 14 santriwati dari 68 santriwati seusai melaksanakan pengajian di pondok pesantren,  mengalami sesak napas dan pusing-pusing.

Tim memang belum bisa memastikan asal limbah di sungai itu dari mana, karena di kawasan itu terdapat pabrik limbah dan pabrik chemical.

Kepala Puskesmas Pasar Kemis, dr Hj Salwah, menjelaskan pada Rabu malam sekitar pukul 20.30 WIB puskesmasnya kedatangan 14 santriwati secara bergantian dalam waktu singkat. “Mereka mengalami sesak napas, pusing, gatal, dan alergi.”

Pihak puskesmas segera melakukan penanganannya, sampai-sampai pihak puskesmas meminta bantuan Koramil Pasar Kemis untuk mengirimkan bantuan 10 tempat tidur karena tempat tidur yang ada di puskesmas terbatas.

Setelah mendapat pengobatan, ungkap dr Hj Salwah, 3 pasien diminta pihak keluarganya untuk dibawa pulang, sementara 11 lainnya menginap untuk mendapat pelayanan kesehatan yang lebih intensif hingga Kamis siang.

“Walaupun demikian, pihak puskesmas sampai pekan ini masih tetap memantau perkembangan kesehatan para santriwati yang keracunan” pungkas dr Hj Salwah.