20 Pemilik Home Industry Dibina Sediakan Pos Kesehatan Pekerja

DINAS Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tangerang mengundang 20 penanggung jawab/pemilik home industry dari 9 wilayah binaan puskesmas untuk mengikuti Pembinaan Pengelola Home Industry.

Acara berlangsung di Aula Kantor Dinkes Kabupaten Tangerang, Jumat (2/8/2019), melibatkan penanggung jawab/pemilik home industri dari wilayah binaan Puskesmas Binong, Puskesmas Cikupa, Puskesmas Pasar Kemis, Puskesmas Panongan, Puskesmas Suradita, Puskesmas Legok, Puskesmas Cisauk, Puskesmas Caringin dan Puskesmas Pagedangan.

Ditampilkan narasumber Pejabat Dinas Kesehatan Provinsi Banten yang menyampaikan materi Peran Pemilik Usaha Dalam Meningkatkan Kesehatan Kerja,  Pejabat PERDOKI Banten memberi materi Resiko dan Gangguan Kesehatan Kerja, serta Pejabat Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang dengan materi Pedoman Penyelenggaraan Pos UKK.

Kegiatan dilaksanakan Seksi Kesehatan Lingkungan, Kesehatan Kerja, dan Olahraga pada Bidang Kesehatan Masyarakat di Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang ini bertujuan memberi pemahaman pentingnya melindungi para pekerja agar bisa hidup sehat dan terbebas dari gangguan kesehatan kerja, serta menjauhkan pekerja dari pengaruh buruk diakibatkan pekerjaan dalam rangka mewujudkan produksi yang optimal.

Sri Indriastuti W SKM M.Kes, Kepala Seksi Kesehatan Lingkungan, Kesehatan Kerja dan Olahraga, mengutarakan acara ini penting mengingat hampir separuh dari jumlah penduduk Kabupaten Tangerang adalah pekerja.

Sesuai data, sekitar 59% dari jumlah penduduk Kabupaten Tangerang adalah pekerja, baik pekerja formal maupun nonformal. Sampai saat ini ada beberapa masalah yang dihadapi pekerja, salah-satunya mereka tidak memiliki akses pelayanan kesehatan kerja.

Sebab itu, Sri Indriastuti W SKM M.Kes berharap dari pertemuan ini para penanggung jawab/pemilik home industry setelah mengikuti acara ini bisa memahami kebijakan tentang usaha kesehatan kerja dan bisa memahami permasalahan kesehatan para pekerja, serta memahami tata-cara Penyelenggaraan Pos UKK.

“Dengan demikian, para peserta pertemuan walau hanya pemilik home industry tetapi tetap bisa melaksanakan dan menjaga kesehatan para pekerjannya,” pungkas Sri Indriastuti W SKM M.Kes.