Peringatan Pekan ASI Sedunia Jadi Ajang Tekan Kasus Stunting

BERUPAYA menurunkan kasus stunting di wilayah Kabupaten Tangerang, Seksi Gizi pada Bidang Kesehatan Masyarakat di Dinas Kesehatan Kabupaten, menggelar Rangkaian Peringatan Pekan ASI Sedunia.

Acara pertama dari rangkaian acara itu digelarnya Lomba Kader Motivator ASI di Aula Kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang, Kamis (1/8/2019) dengan menyertakan para Kader KPASI dari 20 puskesmas, sehingga berlangsung meriah.

Kader Motivator ASI itu datang dari Puskesmas Cisauk, Puskesmas Bojong Nangka, Puskesmas Jl Emas, Puskesmas Jl Kutai, Puskesmas Binong, Puskesmas Tigaraksa, Puskesmas Rajeg, Puskesmas Legok, Puskesmas Sepatan, Puskesmas Sukamulya, Puskesmas Sukadiri, Puskesmas Jambe, Puskesmas Kedaung Barat, Puskesmas Jayanti, Puskesmas Kelapa Dua, Puskesmas Suradita, Puskesmas Kutabumi, dan Puskesmas Pakuhaji.

Kusnadi SKM MKM, Kepala Seksi Gizi, menjelaskan setelah lomba akan dilaksanakan Workshop Managemen ASI di rumah sakit dan puskesmas pada 7 Agustus 2019, serta ditutup dengan acara akbar Sarasehan Kader Motivator ASI pada 8 Agustus 2019.

“Untuk pelaksanaan lomba, ada dua penilaian yang ditetapan, yaitu ujian tertulis dan penyuluhan. Adapun pengumuman hasil pemenang akan disampaikan pada acara akbar,” kata Kusnadi SKM MKM.

Sementara dr Ni Wayan Manik K MKK, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat pada Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang, menjelaskan kegiatan lomba bertujuan untuk mendata tingkat pengetahuan para Kader Motivator ASI. “Dengan data itu akan memudahkan kita untuk memberikan pembinaan.”

Diharapkan seluruh Kader Motivator ASI bisa mengikuti rangkaian kegiatan dengan sebaik-baiknya, serta selanjutnya bisa mengajak masyarakat terutama ibu melahirkan untuk memberikan ASI secara ekslusif yaitu selama 6 bulan, serta diteruskan sampai 2 tahun sehingga mendapat MP ASI yang baik.

Diingatkan di wilayah Kabupaten Tangerang masih terjadi kasus kematian bayi saat dilahir karena berat-badannya rendah. Selain itu, terdata pula ada ibu hamil nengalami Anemia dan ibu hamil kurang energi kalori yang mengakibatkan kurang baik kualitas ASI-nya.

“Pencegahannya menjadi tugas kita bersama dengan berkolaborasi, bersinergi, dan bergandengan tangan, untuk bisa mensosialisasikannya kepada masyarakat, sehingga tercapai program Generasi Tangerang Yang Gemilang,” pungkas dr Ni Wayan Manik K MKK.