Dievaluasi Efektivitas Grup WA MOM bagi Kesehatan Bumil & Anak

TIGARAKSA – Berupaya meningkatkan komunikasi dan koordinasi dalam penanganan kesehatan ibu hamil dan anak, Dinkes Kabupaten Tangerang menggelar kegiatan Evaluasi MOM (Mobile Obstetric Monitoring) di Pendopo Kabupaten Tangerang, Rabu (17/7/2019).

Acara dilaksanakan Seksi Kesehatan Keluarga pada Bidang Kesehatan Masyarakat di Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang ini mengikutsertakan para petugas dari 44 puskesmas, tokoh masyarakat 115 desa wakil dari 274 desa yang memiliki kasus kematian ibu dan anak,  bidan desa, MKIA, dan para ketua PKK desa.

MOM adalah salah-satu grup whatsapp (WA) sebagai inovasi dari seksi kesehatan keluarga untuk memonitor kesehatan setiap ibu hamil di desa-desa dan kelurahan-kelurahan, mulai dari kehamilannya, persalinannya, nifasnya sampai melahirkan bayinya secara sehat.

Bahkan bagi ibu yang melahirkan secara caesar atau dengan tekanan darah tinggi pun terus dimonitor oleh bidan desa.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat, dr Ni Wayan Manik K MKK, menjelaskan kegiatan evaluasi ini menjadi sarana tukar-pendapat dari hasil kerja grup WA setiap desa. Grup komunikasi ini melibatkan petugas puskesmas, bidan desa, ketua PKK desa, dan MKIA.

Grup WA ini, selain berfungsi sebagai sarana edukasi, informasi dan komunikasi, ternyata dapat pula menjadi sarana untuk meningkatkan pengetahuan ibu hamil dan nifas untuk mendapat informasi yang benar tentang tata-cara menciptakan kesehatan diri dan bayinya, serta memberikan edukasi tentang kehamilan terbaik.

“Untuk itu diharapkan ke depannya para ibu hamil dapat memeriksa kehamilannya secara teratur dan melahirkan di fasyankes. Hal ini bertujuan untuk dapat menurunkan angka kematian ibu dan anak di wilayah Kabupaten Tangerang,” harap dr Ni Wayan Manik K MKK.

Lebih lanjut disampaikan, program ini perlu mendapat dukungan semua pihak, baik kepala desa/lurah, tokoh masyarakat, RT/RW dan anggota keluarga di lingkungan masyarakat. Sehingga ke depannya di lingkungan desa atau kelurahan bisa dinimalisir kematian ibu melahirkan dan anak, karena kesehatan mereka terkontrol dengan baik.

“Oleh karena itu diharapkan kepada para kader kesehatan, bidan desa, MKIA, Fokus dan Bikor yang sudah tergabung dalam grup WA MOM bisa terus menyosialisasi kegiatan ini kepada semua unsur terkait,” papar  dr Ni Wayan Manik K MKK.

KESELURUHAN DESA

Hj Haryanti Yuke, Pemegang Program MOM, menginformasikan program ini sudah berjalan sejak tahun 2018. Desa-desa yang sudah tergabung dalam grup ini sudah merasakan manfaatnya, terutama para ibu hamilnya.

“Oleh karena itu kegiatan ini harus terus berkelanjutan dengan melibatkan seluruh desa yang ada di wilayah kabupaten Tangerang,” katanya.

Diharapkan pula masyarakat, kepala desa, lurah, serta tokoh masyarakat dapat lebih peduli dengan program ini,” pungkas Hj Haryanti Yuke.