Puskesmas Jambe Bentuk Paguyuban TB Paru Beranggotakan Pasien

JAMBE – Mencegah penularan Penyakit TB Paru di wilayah kerja Puskesmas Jambe pada Jumat (28/6/2019) dibentuk Paguyuban TB Paru Jambe dengan anggota para pasien TB Paru yang sudah sembuh dan tengah menjalani pengobatan.

Kepala Puskesmas Jambe, dr Astrid, Jumat (5/7/2019), berharap dengan terbentuknya paguyuban ini selanjutnya para anggotanya bisa membantu melakukan penyuluhan kepada masarakat di setiap wilayah.

“Mereka pun bisa membantu mengingatkan pasien yang masih dalam pengobatan untuk rajin meminum obat,” ungkapya. Dengan cara ini diyakini akan dapat membantu melakukan pencegahan penyebaran penyakit tersebut.

Tentunya, upaya-upaya meningkatkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), etika saat batuk, dan membuang ludah, terus disuluh kepada masyarakat.

Dijelaskan dr Astrid ke dalam organisasi paguyuban ini nantinya para petugas puskesmas akan sering mengadakan penyuluhan tentang kesehatan dan pemberian makanan tambahan kepada pasien TB Paru.

“Semoga dengan terbentuknya paguyuban ini dapat memotivasi pasien yang sedang dalam masa pengobatan bisa teratur dalam minum obat sampai tuntas,” katanya.

Sehingga pada gilirannya, upaya-upaya anggota paguyuban yang positif itu akan mampu menghindarkan terjadinya penularan penyakit TB Paru kepada orang lain.

Diingatkan pengobatan Penyakit TB Paru memang cukup lama, berkisar 6-8 bulan dengan rajin meminum obat, serta ada efek samping yang ditimbulkannya, semisal mual, gatal, pusing dan telinga berdenging, jelas dr Astrid.