Litbang Kemenkes Ambil Sampel Darah Penyakit Radang Otak JE

TIGARAKSA – Petugas Dinkes Kabupaten Tangerang memberi pendampingan pendataan kesehatan masyarakat 5 desa dan 1 kelurahan di 4 kecamatan Kabupaten Tangerang yang dikhawatirkan terjangkit Radang Otak disebabkan Virus Japanase Encephalitis (JE).

Petugas kesehatan dari Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular pada Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit di Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang ini memberi pendampingan kepada Petugas Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Loka pada Litbang Kesehatan Pangandaran.

Para petugas litbang melakukan pengambilan sampel darah kepada para pekerja kandang ternak babi dan sapi yang ada, juga kepada masyarakat yang berada di sekitar kandang kedua peternakan itu.

Pengambilan darah ini dilakukan di Desa Mekar Jaya dan Desa Ranca Iyuh (Kecamatan Panongan), di Desa Cikasungka (Kecamatan Solear), di Desa Kedaung Barat (Kecamatan Sepatan Timur), serta di Desa Sodong dan Kelurahan Tigaraksa (Kecamatan Tigaraksa).

Mata Ifa SKM MSC, Peneliti Loka Litbang Pangandaran Kemenkes RI, belum lama ini, menjelaskan kegiatan penelitian penyakit Radang Otak yang disebabkan Virus Japanase Encephalitis yang berasal dari ternak Babi dan Sapi dihantarkan ke manusia melalui gigitan Nyamuk.

“Saat ini kami melakukan pengambilan 100 sampel darah untuk tahap pertama di Bulan Juni kepada para pekerja kandang dan masyarakat sekitar kandang,” katanya. Hasilnya lalu dikirim ke Laboratorium Nasional untuk pemeriksa positif-negatifnya sampel darah yang diambil.

Tahap kedua, direncanakan dilakukan pada Awal Juli dengan melakukan pemeriksaan sampel Nyamuk yang diambil pada malam hari, mulai pukul 18.00- 24.00 di lokasi peternakan. Tahap ketiga, dilakukan pada Bulan Agustus dengan melakukan pemeriksaan ternak Babi dan Sapi yang ada di 5 desa dan 1 kelurahan tersebut.

Mata Ifa SKM MSC menambahkan untuk melakukan pemeriksaan sampel pasien yang terdiagnosis JE di RSUD Kabupaten Tangerang dan RSUD Balaraja akan dilaksanakan mulai Juni, Juli, Agustus, September dan Oktober.

“Nantinya ada petugas di setiap harinya yang akan melakukan pengecekan ke rumah sakit tersebut,” ucapnya.

Sementara dr Dwi Yanto, Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular, mengatakan tim dari Dinkes Kabupaten Tangerang hanya mendampingi petugas litbang dari Kemenkes RI yang sedang melakukan pengambilan sampel darah.

“Diharapkan hasilnya negatif sehingga lebih mudah melakukan pencegahannya daripada harus melakukan pengobatannya,” pungkasnya.