Jajaran Pondok Pesantren Diberi Pemahaman Cegah Gudig

TIGARAKSA  – Momentum pertemuan pengurus pondok pesantrean se-Kabupaten Tangerang dimanfaatkan jajaran Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang untuk menyosialisasikan Pencegahan Penyakit Scabies (Gudig).

Sosialisasi Scabies itu dilakukan Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) pada Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang dengan menjadi narasumber Pemahaman Penyakit Scabies saat digelarnya Pertemuaan Pengurus Pesantren se-Kabupaten Tangerang oleh Bagian Kesra pada Setda Pemkab Tangerang di Hotel Lemo, Jl Raya Legok, 18-19 Juni 2019.

Kepala Bidang P2P, dr Hendra Tarmizi MARS, menjelaskan tema yang dipilih untuk disampaikan pada pertemuan ini sangatlah tepat mengingat masih banyak jajaran pondok pesantren kurang memperhatikan faktor kebersihan lingkungan dan kesehatan para santrinya.

Penyakit Scabies adalah penyakit gatal pada kulit yang disebabkan oleh Tungau atau kutu kecil berkaki delapan yang bernama Sarcoptes Scabiei. “Bila orang terkena gigitan kutu ini ditandai dengan keluhan gatal, terutama pada malam hari.”

Bila Tungau menempel di permukaan kulit dan masuk ke dalam lapisan kulit untuk bertelur, papar dr Hendra Tarmizi MARS, dia bisa hidup dan makan selama dua bulan. Saat itu, maka kulit akan terasa sangat gatal di area yang sudah terinfeksi sebagai reaksi alergi.

“Penyakit inipun bisa menular melalui kontak langsung, satu handuk, satu seprei, dan satu pakaian. Oleh karena itu hindari hal tersebut agar tidak tertular,” ungkapnya.

Terparah penularan pun terjadi dengan mudah melalui kerak tebal yang mungkin rontok dari kulit pengidapnya. Untuk itu, diharapkan para pengurus pondok pesantren agar bisa menjaga kebersihan diri santri dan lingkungan pondoknya.

Kebersihan dimaksud, baik untuk tempat tidurnya, tempat belajarnya, maupun tempat bermain para santrinya, supaya dapat terhindar dari penyakit gatal tersebut, ucap dr Hendra Tarmizi MARS.