Puskesmas Rajeg Gelar Rapat Lintas Sektor Cegah DBD

RAJEG – Mengawali kegiatan pasca libur lebaran, Puskesmas Rajeg bekerja-sama dengan Kecamatan Rajeg mengadakan Rapat Lintas Sektor Penanggulangan Bahaya Penyakit Demam Berdarah Degue (DBD) di Balaidesa Mekarsari, Selasa (11/6/2019).

Rapat ini mengurai tata-cara lebih efektif dan maksimal dalam mencegah DBD yang disebabkan gigitan Nyamuk Aedes Aegypti, yang dimungkinkan berjangkit mengingat akhir-akhir ini mulai banyak curah hujan yang tidak menentu waktunya, sehingga dapat membuat nyamuk tersebut mudah berkembang biak.

Sebab itu, tempat tempat penampungan air yang bisa menjadi tempat kembang-biak Nyamuk Aedes Aegypti, semisal ban bekas, kaleng kosong, botol kosong, tempat pot, kolam, bak mandi, dispenser, d.l.l. harus dibersihkan.

Para peserta rapat terdiri para kepala desa, kader jumantik, tokoh masyarakat Desa Mekarsari, RT/RW se-Desa Mekarsari, Anggota Polsek Rajeg, Anggota Koramil 17 Rajeg, yang seluruhnya berjumlah 50 orang, terlihat antusias mengikuti bahasan rapat ini.

Pemegang Program DBD pada Puskesmas Rajeg, dr Yuyuk,  menjelaskan melakukan pencegahan kembang-biak Nyamuk Aedes Aegypti memang tidak bisa hanya dilakukan sendiri atau sekelompok orang saja, karena nyamuk ini bisa berkembang-biak di banyak tempat dan  di mana saja.

“Oleh sebab itu harus melibatkan seluruh lintas sektor, elemen masyarakat, baik kelompok maupun perorangan,” katanya. Diharapkan dengan kepedulian semua pihak terhadap pencegahan bahaya DBD, kembang-biak nyamuk tersebut dapat dicegah.

Sementara Sugiarto SKM, Kepala TU Puskesmas Rajeg, menjelaskan pelaksanaan kegiatan ini hasil kerja-sama Puskesmas Rajeg dengan Kecamatan Rajeg untuk mencegah rebakan penyakit DBD yang saat ini mulai merebak di banyak tempat.

“Terkait itu, Pak Camat Rajeg meminta kami melakukan sosialisasi kepada lintas sektor dan masyarakat untuk melakukan kembali Gerakan Satu Rumah Satu Kader Jumantik, sehingga di setiap harinya dapat melakukan pemeriksaan jentik nyamuk di rumahnya masing masing,” paparnya.

Diyakini bila lintas sektor bersama masyarakat melaksanakan kegiatan pencegahan DBD dengan baik, maka bersama bisa melakukan penurunan angka kesakitan disebabkan  DBD,” pungkas Sugiarto SKM.